by

HMI Kotabumi: Plt Bupati Lampura Harus Lebih Serius Tangani Covid-19

-Daerah-858 views

KoranPemberitaanKorupsi.com Lampung Utara – Sejak Corona virus disease COVID-19 di tetapkan sebagai pendemi global yang mengancam tatanan dunia oleh WHO, kepanikan mulai muncul di indonesia mulai dari mendikbud nadiem makarim meliburkan sekolah sampai dengan di tiadakan nya ujian nasional untuk semua siswa, sampai dengan dunia pendidikan tinggi pun di liburkan dan belajar online di rumah juga instansi-instansi lain di negara ini,

Efek COVID-19 ini juga sangat berdampak pada tatanan kehidupan yang ada di kabupaten Lampung Utara, sejak pertengahan maret lalu pemerintah daerah kabupaten Lampung Utara mulai sibuk menyiapkan upaya-upaya pencegahan dengan berbagai cara mulai dari berkoordinasi dengan tim gugus tugas provinsi lampung melalui vidioconfrens dan rapat-rapat dengan semua OPD yang ada di kabupaten Lampung Utara terlihat nampak ramai setiap hari nya rumah jabatan wakil bupati,

Dan beberapa hari terakhir muncul rillis di media oline bahwa Plt Bupati Lampura Melalui Dinas Kesehatan Telah menganggarkan dana sebesar 8,8 Milyar untuk pencegahan dan penanganan COVID-19, yang kemudian tentu harapan besar masyarakat pemerintah mampu memaksimalkan anggaran yang telah di tetapkan untuk menangani Pendemi yang sedang mengancam stabilitas daerah di tengah carut marutnya keuangan kabupaten tertua ini, ujar Ketum HMI Kotabumi, Ade Andre irawan.

Berbeda dengan beberapa kabupaten dan kota lain di provinsi Lampung seperti Lampung tengah dan metro yang masing-masing menganggarkan dana sebesar 80,8 milyar dan 27,23 milyar untuk menyelamatkan semua lapisan masyarakat dan menjaga stabilitas daerah, tentu perbedaan dana yang di anggarkan ini akan berdampak pada penanganan terhadap wabah COVID-19 ini.

” saya berharap Plt bisa lebih serius dalam penangan virus Corona ini mengingat dana yang di anggarkan tidak terlalu besar jika di gunakan untuk kabupaten seluas ini, 23 kecamatan dan 232 desa serta 15 kelurahan saya pikir kurang jika tidak di maksimal kan karna kota metro yang hanya memiliki 5 kecamatan dan 22 kelurahan saja menganggarkan 27,23 milyar, ini salah satu indikator pemerintah hadir dan serius menangani virus yang sedang mengancam keselamatan warganya” kata Ade KETUA Umum HMI.

Di tambah lagi saya tidak melihat keseriusan semua pejabat daerah yang seharusnya mereka sadar bahwa pendemi ini bukan hanya tanggung jawab Plt bupati dan dinas kesehatan saja tapi juga semua instansi karna jika tidak serius menangani nya bukan tidak mungkin banyak warga Lampura yang akan terjangkit virus ini, karna hari ini banyak warga Lampura yang pulang dari daerah-daerah yang di nyatakan red zone oleh pemerintah pusat, harapan kita Plt bupati beserta jajaran lebih intensif mengawasi pemudik yang pulang ke kampung halaman dan melakukan langkah-langkah preventif, tidak melulu isolasi mandiri karna itu bukan solusi untuk menangani pendemi ini.

Dan HMI dengan memaksimalkan Kader-kader mulai dari pengurus di tingkatan cabang sampai dengan pengurus Komisariat siap ambil bagian dan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberantas virus ini.

“Saya sebagai ketua umum sudah intruksikan seluruh kader HMI untuk membantu pemerintah mensosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu jaga kesehatan dengan cara hidup sehat dan pola hidup bersih serta menghindari kontak fisik dengan orang-orang yang sering bepergian dan berkumpul di tengah keramaian supaya terhindar dari virus yang sedang mewabah di kabupaten tercinta ini,Tutupnya (ADE/Hamsah)

News Feed