by

Wow, Markuat Kades Oganjaya Diduga Kantongi Ijasah Paket B Aspal?

-Berita-1,386 views

koranpemberitaankorupsi.com | Lampung Utara – Ijasah asli tapi palsu (Aspal) merupakan satu tindakan melawan hukum berupa pemalsuan dokumen negara yang dilakukan sejumlah oknum sindikat tidak bertanggungjawab.

Hal ini menjadi satu ironi apabila ijasah ‘aspal’ tersebut dimiliki oleh seseorang yang merupakan pejabat publik.

Hasil penelusuran awak media Kepala Desa Oganjaya, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, Markuat, diduga mengantongi ijasah Paket B ‘aspal’.

Diketahui, pendidikan yang ditempuh melalui jalur Paket B ini setara dengan pendidikan formal sekolah menengah pertama.

Menurut narasumber yang meminta identitasnya untuk tidak dipublikasikan, mengatakan, ijasah Paket B yang dimiliki Kades Markuat merupakan ijasah palsu.

“Iya, Pak. Saya tahu kalau Kades Markuat ijasah Paket B-nya itu palsu. Kalau tidak percaya, coba cek langsung ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM.red) Mandiri yang ada di Kotabumi,” kata narasumber Rabu, 25 Maret 2020, di kediamannya.

Dirinya juga mengatakan jika ijasah ‘aspal’ itu digunakan Markuat saat pencalonannya sebagai Kades Oganjaya.

Medapati informasi tersebut, awak media.melakukan penelusuran ke pihak PKBM Mandiri yang berada di bilangan Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara.

Namun, saat awak media ini tiba PKBM Mandiri, puaat studi pendidikan tersebut saat ini sudah tidak beroperasional.

“PKBM Mandiri sudah tidak beroperasi sejak 2016 lalu. Dan untuk permasalahan itu, setahu saya sudah pernah ada yang mengusutnya, Pak,” ujar Bobby, anak dari Kepala PKBM Mandiri, saat dikonfirmasi, Kamis, 26 Maret 2020.

Bobby juga mengatakan agar awak media ini untuk menelusiri langsung ke instansi terkait.

“Kalau terkait data-data, setahu saya, kami sudah tidak ada lagi krena sudah lama PKBM Mandiri tidak beroperasi kembali,” katanya, seraya mengatakan sepengetahuannya Kades Markuat sempat mengikuti ujian melalui jalur yang dilaksanakan di Lapas Kotabumi.

Sementara itu, dari data yang terhimpun, pada 2016 lalu, Ketua PKBM Mandiri, Saimonana SWD, SH., MM., telah mengeluarkan surat keterangan bernomor 421/01/PKBM-M/2016, yang menyatakan dirinya (Ketua PKBM-M.red) tidak pernah mengetahui dengan peserta ujian yang bernama Markuat dan dirinya (Markuat.red) tidak pernah terdaftar sebagai peserta didik di lembaga tersebut.

Hingga berita ini dirilis, Kades Oganjaya, Kecamatan Sungkai Utara, Markuat, belum dapat dikonfirmasi.

Saat ditelepon melalui nomor ponselnya 0812 7352 xxxx secara berkali-kali, namun dalam kondisi tidak aktif. Berkirim pesan melalui SMS meskipun terkirim, namun tidak berbalas. (edo/Hamsah)

News Feed