by

Murai Batu Medan Prospektif Dibudidayakan di Lampura

-Ragam-673 views

KPK | Lampung Utara – Dikalangan penggemar burung kicau mania yang ada di Kabupaten Lampung Utara, jenis Murai Batu Medan masih menjadi primadona.

Lengkingan kicauan burung yang unik dan berkarakter dengan kombinasi bulu hias berwarna orange, hitam, dan putih, serta memiliki keanggunan pada ekornya yang panjang, merupakan daya pikat yang sangat kuat, baik dikalangan pemula maupun yang telah lama menggandrungi burung kicau mania.

Melihat prospektif dan tren positif Murai Batu Medan yang tidak pernah meluntur serta harga jualnya yang sensasional, menarik minat Feri Saputra Jaya, warga Kecamatan Bungamayang, Kabupaten Lampung Utara, untuk membudidayakan burung favorit nomor satu hobiis kicau mania.

Menuju penangkaran Murai Batu Medan milik Feri yang diberi nama Ajis BM, Selasa kemarin, 24 Maret 2020, awak media ini harus menempuh jarak tak kurang sejauh 30 kilometer dari pusat ibukota Lampung Utara melalui jalan poros lintas provinsi dan kabupaten.

Sesampai di lokasi penangkaran Azis BM, tampak puluhan kandang berukuran lebih kurang 1 x 2 meter persegi berjajar dengan rapih, nyaman, dan berisikan indukan Murai Batu Medan dengan kualitas yang mumpuni.

Kicauan indukan Murai Batu Medan saling bersahut-sahutan dengan tampilan fisik indukan yang indah menyelingi obrolan demi obrolan awak media dengan Feri Saputra Jaya, seputar tips dan trik untuk membudidayakan burung trendi yang flamboyan serta sangat populer ini.

Pria yang akrab disapa Manda Feri ini mengatakan, dirinya baru tiga tahun mulai merintis penangkaran burung Murai Batu Medan.

“Saya baru tiga tahun ini mulai merintis penangkaran Murai Batu Medan. Saya memulai dengan indukan yang saya beli seharga Rp.25 juta,” terang Feri, saat berbincang santai di penangkarannya, Selasa kemarin, 24 Maret 2020.

Saat ini, aku Feri, indukan produktif miliknya berjumlah 43 ekor. “Untuk anakannya yang tersedia saat ini ada sekitar 25 ekor. Karena, baru kemarin diambil oleh konsumen dari Kabupaten Tulangbawang Barat,” tutur Feri.

Dikatakannya lebih lanjut, setiap bulannya, penghasilan yang didapat dari penangkaran Murai Batu Medan miliknya bisa mencapai Rp.15 juta.

“Konsumen yang datang langsung ke penangkaran saya kebanyakan dari kerabat dekat yang membeli secara eceran, juga ada yang berasal dari Tangerang dan seputaran pulau Jawa,” ujarnya.

Dikatakan Feri lebih lanjut, terkait harga jual burung Murai Batu Medan berusia dua bulan atau yang dikenal dengan istilah trotolan dari penangkarannya, dibandrol dengan harga Rp.2 juta/ekor untuk pejantan.

“Sedangkan untuk betinanya saya bandrol dengan harga Rp.1,3 juta/ekor. Yang saya jual hanya burung-burung yang sudah bisa mengonsumsi pur dengan mandiri,” ucapnya. (Hamsah)

News Feed