by

Diduga Pelayanan PDAM Garut Buruk, Warga Merasa Diperlakukan Diskriminatif

-Berita-488 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Garut – 20/3/2020 Pengelolaan air bersih oleh PDAM Garut menunjukan kinerja yang buruk akhir-akhir ini, hal itu disampaikan oleh warga desa jati tepatnya di wilayah Rw.02 kp. Babakan Jaksi, RW.03 kp.Nagrak,dan RW.05 Perum Pepabri Pasir Lingga.

“Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan keluhan perihal tersebut diatas kepada awak media,saat dilakukan wawancara dirumah salah satu tokoh masyarakat yang dikenal bernama cecep buta alias kentung, tepatnya di RW.05 perum pepabri pasir lingga ; pasalnya sudah lebih kurang dua tahun belakangan ini kami /konsumen yang ada di desa jati tarogong kaler kekurangan suplay air ujar cecep, sedangkan air merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang sangat fundamental tambahnya.

“Sebelumya sejak tahun 1990 ketika cirantun baru beroperasi suplay air bersih mulai kecamatan tarogong kidul sampai dengan kecamatan tarogong kaler bahkan sampai kedesa sukaraja kecamatan banyuresmi tersuplay full/maksimal ujar cecep ; selanjutnya pada tahun 2019 debit air berkurang drastis,hal itu disebabkan oleh musim kemarau yang panjang itu masih dapat dimaklumi, penyebab lain adalah konservasi dihulu sungai cirantun rusak berat,serta banyaknya alih fungsi lahan dan lain sebagainya.

“Namun sangat miris ketika musim penghujan tiba,bahkan intensitas curah hujanya sangat tinggi seharusnya suplay kembali normal, namun yang terjadi justru sebaliknya, dimusim penghujan pihak PDAM justru tidak mampu menyuplay kebutuhan air bersih , yang lebih aneh lagi pihak PDAM seolah tutup mata, jika ada keluhan dari konsumen selalu dijawab,dan disuguhi alasan tekhnis ujar cecep melampiaskan kekesalanya, konsumen tidak mau tahu alasan tekhnis, namun bagaimana caranya PDAM dapat memenuhi suplay air yang menjadi kebutuhan dasar konsumen tambahnya.

“Padahal konsumen telah membayar semua yang menjadi kewajibanya, bahkan sekarang ini bukan air dulu yang datang, melainkan gas, jelas karena gas itu memiliki daya dorong, otomatis itu berpengaruh terhadap meteran namun warga tidak mempermasalahkan, intinya yang penting suplay kebutuhan air warga tarogong kaler terpenuhi pungkas cecep.

“Ditempat yang berbeda awak media juga mewawancarai seorang warga yang sedang membajak sawah, memang benar dua tahun terakhir ini suplay air bersih terhadap warga desa jati tidak lancar, mengalir ketika warga mau tidur aliar tengah malam, dan berhenti saat warga mau memulai aktifitasnya pungkas tukang bajak sawah tradisional , yang masih memakai kerbau sebagai alat untuk bekerja.

“ketua RW.05 Perum pasir lingga juga merasa kecewa atas pelayanan yang diberikan oleh pihak PDAM Garut, masa suplay air itu hanya mengalir saat orang sudah mau tidur adan berhenti saat pagi hari tiba, kaya hantu saja ujar ketua rw, sedangkan aktifitas kegiatan ekonomi masyarakat itu dilakukan pada siang hari pungkas ketua RW.

” perwakilan desa jati yang hadir saat pertemuan dengan pihak PDAM juga menjelaskan, pemerintah desa jati juga memaklumi apa yang menjadi keberatan atau kekecewaan warga, karena memang sangat beralasan ujar Dian randiana (kasi pemerintahan desa jati), dirinya juga mendorong kepada pihak PDAM yang dihadiri oleh tig orang pejabatnya, diantaranya ada direktur tekhnis,kabag pelayanan,dan kancab tarogong kaler, agar apa yang menjadi tuntutan warganya dapat diperioritaskan, agar permasalahan krisis air bersih disaat musim penghujan ini tidak menjadi gunjingan publik pungkas dian.

“Dewas BUMD seharusnya peka, terhadap persoalan yang memang nyata menjadi kebutuhan pokok warga, lakukan pengawasan yang optimal atas kinerja pengelola bumd tersebut secara menyeluruh, buat regulasi mulai dari hulu,tengah hingga ke hilir, agar menegemen pengelolaan air bersih digarut terhindar dari kepentingan oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab, jika terbukti ada pelanggaran/penyelewengan maka sanksi perupa pemecatan sangat patut untuk diberikan . (S.Afsor/tim)

News Feed