by

Asmuni Kades Pulau Panggung Diduga Rampok Dana Desa 2019

-Daerah-2,099 views

KoranpemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Pembangunan Jalan Rabat Beton yang bersumber dari dana desa DD tahun anggaran 2019 di wilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), dimana pekerjaan tersebut yang berlokasi di Dusun 1 Desa Pulau Pangung, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampura yang belum lama dikerjakan namun kini mulai rusak dan berserakan.

Pekerjaan tersebut di serap melalui Anggaran Dana Desa ( DD ) sebesar Rp.88.822.700,- dengan volume (370 × 1 meter ),Namun warga menilai pekerjaan tersebut tidak sesuai RAB ( Rencana Anggaran Belanja) dalam perencanaan.

Menurut Nur dan Sal serta warga lainnya mengatakan, dengan kondisi jalan yang hancur diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) membuat masyarakat setempat kecewa.

“Kami bersyukur jalan tersebut dibangun, tapi jangan asal jadi seperti ini,” kata mereka kepada Kepada awak Media, Jumat (13/03/20).

Hal senada juga diungkap warga lain yang engan disebutkan identitasnya, jika pembangunan jalan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi, maka akan bertahan berapa lama, sedangkan saat ini saja udah terlihat hancur parah seperti itu.

“Kami sangat kecewa dengan pembangunan jalan tesebut. Kalau seperti itu, lebih baik gx usah dibangun,” ujarnya dengan nada kesal.

Lanjutnya, Sebelumnya jalan itu pernah dibangun dengan anggaran PNPM. Artinya, pembangunan tumpang tindih (Oferlive) sehingga curiga bahwa ketebalan dan volumenya diduga kurang.

“Kami sebagai masyarakat sangat mendukung program pembangunan apalagi disitu untuk kepentingan hal banyak. Namun kalau pekerjaannya seperti itu, kami harus protes donk, ” geram warga.

Selain itu, ia juga berharap kepada pemerintah desa (Pemdes) Pulau Pangung agar kedepannya dalam merealisasikan pembangunan diutamakan dalam kualitasnya.

“Saya berharap, pihak tim pengelola kegiatan (TPK) agar lebih benar – benar mengutamakan kualitas hasil pekerjaan, bukan hanya pembangunan yang bersifat formalitas” harap warga disana.

Masih katanya, dalam pembangunan yang diduga tak sesuai RAB itu, hendaknya instansi terkait bisa turun langsung dalam mengecek hasil pekerjaan rabat beton dan melakukan pemeriksaan dari 13 belas kompenen dalam perencanaan.

“Kami berharap kepada pihak terkait seperti inspektorat, Polres dan Kejari turun ke lokasi pembangunan jalan guna melihat dari dugaan kami itu dan dilakukan pengauditan,” pungkasnya.

Ketika dikonfirmasi Kades (Asmuni-red) tidak ada dikantor desa. Sehingga berita ini terbitkan Kades belum dapat dikonfirmasi. (peb/Hamsah)

News Feed