by

Tidak Dapatkan Sisa Honor 13 Bulan, Mantan RT Menuntut Keadilan

-Daerah-718 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Lampung Utara – setellah mengabdikan diri selama 23 tahun menjadi RT tanpa gajih atau tunjangan dari pemerintah , Namun Sang Pengabdi ini terus mngabdikan dirinya kepada masarakat dengan tanpa meminta imbalan apapun hanya dalam benaknya adalah terus mngabdikan dirinya sampai hari tuanya ,

maka pada tahun 2016 tibalah saatnya sang pengabdi mendapatkan Intensip atau tunjangan dari pemerintah dengan honor Rp 250 000 perbulan,
tentu saja sangat gembira pada saat itu sang pengabdi ini, ternyata pengabdianya selama ini melalui Angaran dana Desa ADD mendapatkan juga upah dari pengabdianya selama ini kepada masarakat dan desanya,

hinga pada tahun 2019 honorpun Meningkat dari Rp 250 000 perbulan mnjadi Rp300 000 perbulan, namun tentu saja bukan honor yang di harapkan di hatinya karena selama dia mengabdikan dirinya tidak pernah membahas tentang gaji hanya mengabdi dan mengabdi karena pasti tuhan akan membalas pengabdianya di suatu saat nanti baik kepada dirinya maupun kepada anak anaknya.

dengan terus dimakan usia ahirnya sang Pengadi ini mengundurkn diri pada ahir bulan juli 2019 Dengan Alasan Usia senjanya serta banyak generasi generasi muda yang harus bisa meneruskan Pengabdianya dengan berat hati masarakat kala itu berat menerima pengunduran diri sang pengabdi tersebut, namun keputusanya tak bisa di ubah dengan alasan usia sang pengabdi tetap mengundurkan diri menjadi RT di tempat tingalnya.

Sejak saat itu Sang pengabdi tak lagi mendapatkan Intensip atau Honor deri pemwrintah atauKepala Desa Padahal tungakan honornya masih 13 bulan , tungakan honor tahun 2018 terhitung dari bulan 6 ( enam) serta tungakan honor di tahun 2019 terhitung 7 (tujuh) bulan dan bila di total keselutuhan 13 bulan.

Ada beberapa orang masarakat yang masih simpati atas pengabdianya itu berusaha membantu menemui Kepala desa dan Aparat desa Agar kiranya gaji Tunggakan Sang pengabdi Di berikan karna sesuai dengan kesepakatan di saat sang pengabdi mengundurkan diri kala itu, bahwa RT baru baru menerima Honor Terhitung di bulan Agustus 2019. Namun menurut masarakat yang berusaha membantunya tidak ada jawaban yang jelas apalagi keputusan tentang tungakan gaji Mantan RT tersebut Bahkan salah satu Aparat Desa mengatakan kepada masarakt yang membantu Sang oengabdi tersebut Takut dan tidak enak kepada salah satu pegawai Negeri Sipil PNS yang masih kerabatnya itu tuturnya apabila gaji atau sisa honor selama 13 bulan di berikan kepada mantan Rt sang pengabdi tersebut tuturnya.

Hinga beberapa masarakat bersama Mantan RT menemui Awak media menceritakan kronologi serta pengabdianya selama 23tahun itu dan hinga kisah ini terbit sang pengabdi ini belum pernah mndapatkan sisa gaji atau sisa tungakan honornya selama 13 bulan.

Namun di penghujung kisahnya , Bapak Arnasa Mantan RT Sinar Banten Desa kemala Raja Kec Tanjung Raja Lampung Utara ini mengatakan . Saya Hanya inginkan Keadilan Masihkah Ada keadilan yang akan saya dapatkan. namun Beliau juga mengatakan

Mengabdilah Walau kita tak dihargai Dan tidak Di hormati Apalagi mengharapkan Gaji Karena pengabdian Bukanlah mencari Ketenaran Atau materi Pengabdian adalah urusan keiklasan hati Biarlah Tuhan yang membalas Pengabdian itu di suatu saat nant. ARNASA Sang pengabdi .
KPK Lampung Utara( A Sandora)

News Feed