by

Herwan Bantah Bowo Pelaku Pembunuh Yogi Merupakan ASN Bagian Umum

-Hukam-1,903 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Lampung Utara – Moulan Iswansyah Putra, yang sebelumnya diberitakan menjalani hukuman enam tahun penjara, hal itu merupakan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum.

Dalam fakta persidangan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang Kelas IA Bandarlampung, yang dipimpin Pastra Joseph, pada Rabu 25 September 2019 lalu, menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Moulan Irwansyah Putra alias Bowok selama 4 tahun 4 bulan penjara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” kata hakim, Rabu (25/9) sore.

Terkait hal itu, berdasarkan Undang-Undang Republik IIndonesia Nomor 43 tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, Pasal 23 ayat (3), huruf b yang berbunyi Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan dengan hormat karena dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun.

Ayat (4) huruf a yang berbunyi Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena:
a. dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai
kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan
yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih.

Meski demikian, seperti diberitakan Selasa kemarin, (25/2/2020), status kepegawaian Moulan Iswansyah alias Bowo masih belum jelas disebabkan salinan putusan majelis hakim belum diterima instansi induk tempat dirinya tercatat sebagai ASN di lingkup Pemkab Lampura.

Dari keterangan yang diperoleh awak Media melalui Kepala Bagian Protokol Bupati Lampura, Tomi Suciadi, mengatakan, jika pihaknya juga belum mendapatkan salinan putusan pengadilan dimaksud.

“Terkait penempatan instansi induk Moulan Iswansyah itu berada di Bagian Umum Sekretariat Pemkab. Lampura,” jelas Tomi Suciadi, saat dikonfirmasi, Selasa, (25/2/2020), di ruang kerjanya.

Namun, terang Tomi, untuk penugasannya (Moulan Iswansyah.red), ia diperbantukan di Bagian Protokol. “Tapi, coba nanti kami crosscheck ulang terkait hal itu, ya,” papar Tomi Suciadi.

Berbanding terbalik dari yang disampaikan Kepala Bagian Protokol, Tomi Suciadi, Kepala Bagian Umum Sekretariat Pemkab. Lampura, Herwan, membantah jika Moulan Iswansyah merupakan salah satu ASN yang ada di Bagian Umum.

“Dari informasi yang saya peroleh dari pemberitaan, terkait keberadaan ASN atas nama Moulan Iswansyah, setelah saya cross check, dirinya (Moulan.red) bukanlah staf saya. Bahkan tidak ada dalam daftar absensi di Bagian Umum,” tegas Herwan, saat dikonfirmasi, Rabu, (26/2/2020).

Dijelaskan Herwan lebih lanjut, bisa saja bagian protokol belum melakukan crosscheck secara mendetail.

“Sepengetahuan saya, Moulan Iswansyah itu ASN pindahan dari Kabupaten Waykanan,” terangnya.

Saat media melakukan konfirmasi pada Kabag. Protokol, Tomi Suciadi, yang didampingi salah satu stafnya, Selasa, (25/2/2020), staf Tomi Suciadi tersebut sempat melontarkan pernyataan jika gaji Moulan Iswansyah dikeluarkan dari Bagian Protokol.(Hamsah)

News Feed