by

Pemkab Lampura Dinilai Lamban Tangani Status ASN Bowo Pembunuh

-Daerah-854 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Moulan Iswansyah alias Bowo, terpidana yang terlibat dalam kasus penganiayaan berat dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, yakni Yogi Andhika yang tak lain merupakan sopir pribadi Bupati Lampura nonaktif Agung Ilmu Mangkunegara (AIM), dari informasi yang terhimpun Media ini, terkait status terpidana Moulan Iswansyah alias Bowo, harus menjalani hukuman enam tahun hukuman penjara.

Diketahui, AIM saat ini juga sedang tersandung dalam kasus fee proyek di lingkup Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, pasca OTT KPK-RI, beberapa waktu lalu, dan sedang dalam proses persidangan dengan dugaan menerima gratifikasi hingga ratusan miliar rupiah.

Dirinya, (Bowo.red) yang tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab. setempat, hingga berita ini dirilis, Selasa, (25/2/2020), masih belum jelas status kepegawaian yang disandangnya.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kab. Lampura, Abdurrahman, saat dikonfirmasi, menyampaikan, jika pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan permohonan dan/atau rekomendasi dari instansi induknya.

“Kami hingga saat ini belum mendapatkan usulan dari instansi induk tempat Moulan Iswansyah bernaung. Dalam hal ini Bagian Umum dan/atau dari bagian Protokol Bupati. Kami masih menunggu usulan tersebut,” terang Abdurrahman, saat dikonfirmasi, Selasa, (25/2/2020), di ruang kerjanya.

Usulan dari instansi induk Moulan Iswansyah ditempatkan juga harus didasari dengan adanya salinan keputusan hukum tetap (incracht) dari pengadilan.

“Kami juga masih menunggu salinan incracht dari pengadilan yang sampai saat ini belum disampaikan ke pihak kami,” terangnya.

Idealnya, kata Abdurrahman, apabila dalam salinan incracht dari pengadilan menetapkan hukuman di atas dua tahun, maka dirinya (Bowo.red) akan mendapatkan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH).

“Sesuai dengan aturan kepegawaian yang berlaku, apabila oknum ASN terbukti bersalah dan telah ditetapkan sebagai terpidana secara hukum, maka ASN dimaksud harus dikenakan sanksi PTDH,” jelas Abdurrahman.

Terkait salinan incracht dari pengadilan yang semestinya disampaikan ke instansi induk tempat Moulan Iswansyah bernaung, kata Aburrahman, pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan instansi induk dimaksud.

“Secepatnya dan dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi untuk kejelasan salinan incracht Moulan Iswansyah,” akunya.

Senada, Kepala Bagian Protokol Bupati Lampura, Tomi Suciadi, mengatakan, jika pihaknya juga belum mendapatkan salinan putusan pengadilan dimaksud.

“Terkait penempatan instansi induk Moulan Iswansyah itu berada di Bagian Umum Sekretariat Pemkab. Lampura,” jelas Tomi Suciadi, saat dikonfirmasi, Selasa, (25/2/2020), di ruang kerjanya.

Namun, terang Tomi, untuk penugasannya (Moulan Iswansyah.red), ia diperbantukan di Bagian Protokol.

“Tapi, coba nanti kami crosscheck ulang terkait hal itu, ya,” papar Tomi Suciadi.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kab. Lampung Utara, Mankodri, mengatakan, status kepegawaian Moulan Iswansyah masih dalam proses.

“Sampai hari ini, kami juga belum mendapatkan pelimpahan surat keputusan dari pengadilan. Jadi, untuk sementara kami belum bisa mengambil langkah,” ujar Mankodri, saat dikonfirmasi, Selasa, (25/2/2020), di ruang kerjanya.

Namun, lanjut Mankodri, hal ini akan ditelusuri pihaknya melalui BKPSDM Lampura.

“Secara prosedural, salinan incracht dari pihak pengadilan harus disampaikan kepada BKPSDM. Melalui pihak BKPSDM, memindahkannya kepada kami,” terang Mankodri.

Dirinya melanjutkan, setelah pihak BKPSDM melimpahkan persoalan tersebut kepada Inspektorat, pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada Plt. Bupati merujuk pada aturan yang berlaku.

“Apabila Moulan Iswansyah mendapatkan putusan menjalani hukuman di atas dua tahun, maka ia akan diberhentikan secara tidak hormat,” tegasnya.

Mankodri juga menyampaikan dalam waktu dekat dan dalam tempo secepat, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak BKPSDM Lampura serta instansi induk tempat Moulan Iswansyah bernaung. (Hamsah)

News Feed