by

Sikapi Demo LSM KAMPAK, BARAPEN Dukung Kajati Papua Diganti

-Daerah-435 views

KPK | Sentani Jayapura, Papua – “Awalnya kami dukung seratus persen pak Kodomo jadi kepala kejaksaan tinggi Papua. Sewaktu beliau jadi wakajati pun kami sudah bersuara agar anak asli Papualah yang harus jadi Kajati.

Beritanya sudah kami share ke alamat twiternya Kejagung dan juga ke institusi yang lain. Di instagram pun sama, apalagi di Facebook. Intinya, kami ingin putera-puteri atau orang asli Papua yang jadi Kajati. Ada LSM yang lain juga yang ikut mendukung beliau, seperti WGAB.

Setelah dukungan yang kami LSM dan masyarakat Papua berikan, kami kaget dan juga bersyukur kalau pak Nikolaus Kodomo itu sudah memang dipersiapkan jadi Kajati pertama bagi orang asli Papua.

Harapan kami sebelumnya, justru nanti di era beliaulah kasus-kasus korupsi di Papua, baik kasus yang besar maupun kasus kecil bisa dia berantas.” Begitulah awal keterangan ketua LSM BARAPEN Provinsi Papua kepada wartawan KPK (Sentani, 20/02/2020).

Edison Suebu, SH yang sejak 2014 menahkodai LSM-nya serta lantang bersuara terus bagi persoalan korupsi di Papua, dirinya heran atas kinerja seorang Kodomo yang sudah sekian bulan menjabat namun belum kelihatan taringnya, bagi penegakkan hukum terhadap kejahatan korupsi di Papua.

Dua kasus yang sejak 2019 lalu disorotinya, yakni mengenai proyek peningkatan bandara Utarom di kabupaten Kaimana, dan kasus dugaan Korupsi atas Dana Hibah-Bansos di kabupaten Keerom.

Lagi pasalnya, kedua kasus itu sudah beberapa kali disoroti dan diangkat dalam pemberitaan. Bahkan, sudah ada pernyataan resmi salah seorang jaksa Kejati bernama Nikson Mahuze juli tahun lalu, yang menyebutkan “Dalam Waktu Dekat sudah ada penetapan tersangkanya,” toh masih juga molor sampai februari 2020.

“Ini ada yang aneh dengan lembaga Yudikatif Kejaksaan Tinggi Papua. Saya lihatnya begitu. Kenapa?, coba anda bayangkan saja adik wartawan, kepala seksi Penyidikan Tipikor Kejati yang bernama Nikson Mahuze, bulan juli 2019 lalu kan dia sudah menegaskan itu di depan awak media.

Masih ada kok bukti berita-berita online dimana pernyataan pak Nixon itu. Beliau harus berani bicara kembali untuk mengklarifikasi keterangannya. Masa bilang dalam waktu dekat kok sudah hampir setahun juga belum ada tersangka yang ditetapkan?. Aneh!.” Tegas Edy.

Ketua Barisan Rakyat Peduli Nusantara alias BARAPEN melanjutkan dalam keterangannya, pihaknya sangat mendukung penuh aksi solidaritas masyarakat adat bersama LSM Komunitas Adat Masyarakat Papua Anti Korupsi (KAMPAK), di depan kantor Kejaksaan Agung-Jakarta Pusat kemarin {19/02}.

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa damai yang dicanangkan kemarin bertujuan menyoroti kinerja kepala kejaksaan tinggi Papua yang dianggap lamban, yakni dalam memberantas kasus dugaan korupsi di kabupaten Waropen dan juga Keerom.

Dalam aksi demo ini kajati Papua bahkan diminta masa pendemo, agar kepala Kejaksaan Agung RI dapat mencopot Nikolaus Kodomo, karena diduga tak punya taring untuk menangani persoalan korupsi itu sendiri di Papua.

“Kami bangga sebenarnya punya kajati yang adalah anak asli Papua sendiri. Siapa pun orang Papua pasti bangga, karena baru pertama kali dalam sejarah kejati hadir di Papua sosok OAP (Orang Asli Papua, red). Kami tadinya berharap, sebagai OAP dialah (Kodomo) yang akan menegakkan hukum dalam membersihkan korupsi di Papua, efektif, masif dan tanpa pandang bulu.

Kami sangat mendukung sekali aksi demo damai yang sudah LSM Kampak lakukan di kejagung. Kami LSM Barapen tidak menyangka mereka di Kampak akan demo rabu kemarin. Ini sesuatu yang sangat luar biasa bagi kami. Mereka Kam memang punya jiwa semangat juang yang tinggi dalam membantu pak Jokowi dan negara berantas korupsi.

Tapi kami bangga dan bersyukur pada Tuhan, perjuangan kami ternyata Kampak juga punya visi yang sama dan bahkan sudah nyatakan aspirasinya di kejagung. Intinya kasus dugaan korupsi di Waropen, Kaimana dan Hibah-Bansos di Pemda Keerom harus segera ditetapkan tersangkanya.

Saya secara pribadi dan lembaga independen kami sangat setuju bapak Nikolaus Kodomo diberhentikan saja, dari jabatan kajati dan digantikan ke orang lain yang bisa bekerja jujur dan takut akan Tuhan di tanah Papua. Kami nyatakan sikap dukung penuh LSM Kampak untuk meminta kajagung copot pak Nikolaus Kodomo!.

Dan satu lagi, kami sama sekali masih menuntut sampai sekarang keterangan pak Nixon Mahuze itu. Di mana tersangka kasus Hibah dan Bansos Keerom yang katanya dalam waktu dekat sudah akan ada tersangkanya?, justru terulur terus sampai menjelang satu tahun.

Kami LSM Barapen juga pasti melayangkan surat ke kajagung di Jakarta, untuk meminta pencopotan kajati Papua.” Seru pimpinan Barapen [[•Jeffry, JRW•]].

News Feed