by

Terkesan Tutup Mata Pada Judi Bola, Kapolres Biak Numfor Diminta Dicopot

-Hukam-464 views

KPK | Biak, Papua – Bukan hal yang baru lagi bila berbicara perjudian bola guling pasar malam Biak, karena permainan ini telah berjalan dari tahun ke tahun, terus menerus di biarkan dan dipeliahara oleh Aparat Penegak Hukum sampai sekarang.

Makanya terlihat adanya kebebasan bagi para mafia perjudian bola guling ini untuk terus menunjukan taringnya, tanpa ada perasaan takut sedikitpun diantara para mafia ini.

Bukan tanpa alasan, sudah beberapa kali para awak media melakukan konfirmasi kepada Oknum-oknum pemilik Stand bola guling itu, tetapi selalu saja di jawab dengan bahasa yang tidak santun, kasar dan juga seakan tidak mendengar kalau ada orang yang sementara bertanya.
Salah seorang perempuan berjilbab, yang adalah pemilik dari salah satu Stand itu ketika dimintai keterangan terkait dengan aktivitas bola guling itu, dirinya dengan spontan berkata;

“Saya tidak bisa memberikan keterangan, kalian siapa jadi mau Tanya-tanya saya. Pasar malam ini kami buka dari tahun ke tahun tidak pernah ada wartawan yang mampir kemari, lagian kalau kalian mau mintai keterangan silahkan langsung temui panitiannya, karena pasar malam ini dibuka ada panitiannya.” Bilang perempuan pemilik stand tersebut.

Tentu saja masih dicurigai dan tanpa sadar ucapan yang sama diucapkan oleh perempuan yang sama pulah pada tahun yang lalu, dimana pemberitaan awal terkait dengan aktivitas perjudian bola guling pasar malam Biak yang di backup oleh Satuan Polisi Pamong Praja/Satpol PP saat itu.

Kini jelas sekali bahwa aktivitas yang sama tidak berubah dan masih dilakukan ditempat yang sama pulah, berarti panitia yang dimaksud perempuan pemilik stand ini pasti adalah Satpol PP.

Jika demikian maka, sangat disayangkan, mengapa..? Karena Satuan yang memiliki tugas penegakan Perda (Peraturan Daerah), penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum) serta perlindungan masyarakat (linmas), yang mengetahui peraturan daerah, yang tidak mungkin terlibat dalam Praktek-praktek perjudian bisa menjerumuskan diri kedalam kejahatan perjudian, serta tidak ada reaksi dari Kepolisian untuk meringkus dan menangkap para mafia judi ini, berarti wajar dicurigai.

Ada apa sampai Pihak Kepolisian menutup mata dan telingah, kenapa tidak ada tindakan tegas bagi Mafia-mafia judi ini, dan mengapa praktek perjudian yang diharamkan negara dan agama, dibiarkan begitu lama tanpa ada tindakan hukum untuk mereka.

Maka logikanya, ada kerjasama antar pihak Satpol PP dan Kepolisian Polres Biak Numfor, beserta para pengusaha (pemodal), yang menjalankan usaha perjudian bola guling.

Sehingga aktivitas haram yang menyita uang, waktu dan energi, dibiarkan tidak tersentuh hukum.

Untuk itu kepada Kapolda Papua, Irjen Polisi Paulus Waterpauw, diminta segera copot dan gantikan Kapolres Biak Numfor karena kepemimpinannya, hukum di Biak Numfor menjadi bisu, buta dan rapuh.(Nando)

News Feed