by

Ada Apa Dinas PU Biak Numfor Alergi Terhadap Papan Informasi Proyek?

-Daerah-345 views

KPK | Biak, Papua – Tak ada kesadaran dan pulah tak ada ketakutan, Dinas Pekerjaan Umum Biak Numfor kerap mengabaikan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Dalam pantauan Media KPK terhadap dinas yang satu ini, selama melaksanakan Program-program, atau Kegiatan-kegiatan fisik jarang sekali di jumpai adanya papan informasi royek yang di pancang untuk dilihat dan diketahui bersama oleh masyarakat.

Kelalaian dan sikap tidak mau ambil pusing dengan aturan hukum begitu terlihat dan semakin hari semakin nampak dan jelas nyata di setiap lokasi proyek itu dikerjakan.

Tentu sangat disesalkan, kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan pemerintah di laksanakan kadang sesuai dengan dokumen kontrak tetapi didalamnya terbungkus niatan jahat untuk memperkaya diri sendiri.
Ini jelas sebuah kenyataan dan kesalahan serius yang secara sadar di lakukan oleh Oknum-oknum pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Biak Numfor.

Tentu dapat dikatakan demikian sebab, ketika pimpinan mengabaikan dan seakan lupa ingat, tidak ada staf atau pegawainya yang menegur atau memberi usulan kepada Kepala Dinas, agar apabila dalam melaksanakan setiap kegiatan proyek harus lebih mengedepankan Aturan Undang-undang Keterbukaan Informasi, tanpa terkecuali.

Beberapa pekerjaan yang sementara menjadi acuan pemberitaan adalah; Pekerjaan trotoar dalam kota. Atau tepatnya di kampung Brokup, Wapnor, Penas dan di sekitar lokasi kantor pertamina Biak kota.

Ketika wartawan media ini melakukan pengecekan di beberapa lokasi proyek itu, ternyata tidak ada juga papan informasi yang dipancang berdiri disana.

Ini Jelas-jelas terkesan sangat menyepelehkan dan mengabaikan aturan Undang-undang yang harus di patuhi dan dilaksanakan di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sangat jelas pimpinan yang membangkam, bebal dan menganggap setiap kesalahan dapat di lewatinya dengan mudah, tentu menjadi budaya kotor yang dapat mempengaruhi ahklak dan moral dari pimpinan itu sendiri, pulah dengan kuasanya semua staf dan bawahannya hanya akan menjadi penurut mengikuti kehendak pemimpin mereka itu.

Zhakarias R. Mailoa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Biak Numfor yang mulai dipercayakan Bupati Heri Ario Naap untuk menjabat sebagai Kepala Dinas tahun 2018 kelihatan dari ucapannya kepada wartawan media ini terdengar hanya asal ngomong dan tidak dapat membuktikan kebenarannya.

Saat beberapa Wartawan Media Online dan Cetak Nasional bertatap muka dengan Kadis juga bersama Kontraktor, Kepala Bidang Bina Marga dan juga kedua Staf Kadis diruangan Kepala Dinas, saat di suguhi beberapa pertanyaan terkait alasan tidak di pancangkan Papan Informasi Proyek pada beberapa pekerjaan trotoar yang ada di beberapa tempat didalam kota.

Dirinya kepala dinas mengatakan bahwa Papan Informasi telah lama di pancangkan dan ada dua papan informasi yang ada disana.

“Kalau saya tidak salah itu papan informasi telah lama kami pancang dan ada dua papan disana. Coba nanti adik kalian cek sendiri, sepertinya ada tersembunyi dan mungkin tempatnya berada jauh dari badan jalan.

Lagi kalau tidak salah ada satu yang di pancang di Jln. Mongosidi, satunya lagi tidak tauh tu, yang jelas sebelum pekerjaan itu di kerjakan papan informasi ini sudah lebih dulu kami pancang berdiri. Jadi tidak mungkin kami lupa atau sengaja, tidak sama sekali.” Bilang Zakharias Mailoa.

Mendengar perkataannya, awak media ini kembali untuk memastikan kebenaran dari ucapan Zakharias Mailoa itu. Ternyata di lokasi proyek pekerjaan trotoar itu dikerjakan, tidak ada satupun papan informasi yang ditemui dilokasi proyek tersebut.

Memang benar, orang nomor satu di Dinas fisik ini suka asal ngomong, alias asal bunyi untuk menutupi kesalahannya. Juga semua yang ikut terlibat terlihat jelas ada kongkalingkong antara Dinas PU dan Pihak-pihak yang dipercayakan untuk menyelesaikan proyek pekerjaan itu.

Sehingga informasi dari proyek itu sepertinya ditutup rapat, agar tidak diketahui oleh masyarakat, tetapi nantinya hanya dapat di nikmati ketika pekerjaan itu selesai, rampung dan tuntas. Sementara niat jahat untuk melakukan kejahatan korupsi dibiarkan tanpa ada reaksi yang berarti dari pihak penegak hukum, untuk memberikan efek jerah bagi mereka yang terus berada dalam sona nyaman itu.

Melihat realita yang berkembang di dinas fisik ini, maka awak media ini meminta kepada pihak Penegak Hukum, untuk segera usut tuntas kejahatan korupsi yang disembunyikan dan ditutup rapat, yang di lakukan oleh Oknum-oknum pegawai dinas PU itu sendiri dan juga pihak pengusaha yang ikut dilibatkan didalamnya.Nando

News Feed