by

Proyek Jalan Nasareth Penuh Pungli, Polda Papua Diminta Lidik

-Daerah-440 views

KPK | Biak, Papua – Proyek pekerjaan pengaspalan jalan Nasareth yang berlokasi di kampung Sorido distrik Biak kota, yang di kerjakan oleh CV.GORANO SAKTI sejak tahun 2017 lalu di duga sarat dengan pungli sehingga tidak adanya keterbukaan soal transparansi publik.

Ketika wartawan media ini melakukan konfirmasi terkait dengan pekerjaan pengaspalan yang di kerjakan oleh CV.GORANO SAKTI ke kepala dinas pekerjaan umum itu, dirinya kadis mengatakan kalau ia sama sekali tidak mengetahui tentang kegiatan proyek pengaspalan yang dikerjakan di kampung Sorido itu, karena dirinya pada saat itu belum menjabat sebagai kepala dinas pekerjaan umum.

‘Saya sama sekali tidak mengetahui tentang aktivitas proyek itu, sebab pada saat itu saya belum menjabat sebagai kepala dinas, coba nanti adik kalian pergi ke Kesbangpol dan ketemu sama pak Rumbiak, mantan kadis PU sebelum saya. Beliaulah yang akan menjelaskan semuanya, karena tahun 2017, pak Rumbiak ini yang menjabat kadis PU saat itu. Jadi yang akan memberikan keterangan informasi lebih jelasnya pak Rumbiak ini, bilang kadis.

Proyek pekerjaan pengaspalan jalan Nasareth ini dicurigai ada permainan Pungli, alias pungutan liar, yang dilakukan oleh oknum dinas PU itu sendiri bersama dengan Kontraktor Pelaksana, sebab pekerjaan jalan Nasareth itu dilaksanakan pada tahun 2017, dengan pembayaran pencairan baru 30% berdasarkan keterangan dari Musa Aibekop sebagai kontraktor dari CV. GORANO SAKTI yang dipercayakan dinas PU untuk mengerjakan proyek tersebut.

Anehnya proyek tersebut mangkrak dan di biarkan sampai di awal tahun 2020 barulah proyek pengaspalan jalan Nasareth itu dilanjutkan kembali, dan ini menimbulkan pertanyaan; Ada apa dan mengapa sampai dua tahun berjalan tidak di lanjutkan pekerjaan tersebut, dan kenapa sampai di tahun 2020 barulah pekerjaan itu dilanjutkan kembali.

Ini Jelas-jelas sangat membingunkan. Masalahnya lagi di tahun 2020 barulah proses pencairan 70% itu, sisa dari pencairan 30% di tahun 2017 yang lalu.

Sungguh sebuah fakta yang jarang sekali ditemui, baru kali ini ada pekerjaan yang volumenya tidak terlalu besar tetapi bisa memakan waktu Bertahun-tahun.

Melihat persoalan ini maka wartawan media ini mencoba menanyakan salah seorang buruh dan juga seorang bapak yang kebetulan berada di lokasi pekerjaan tersebut.

Ternyata keterangan yang di berikan semuanya sama, mereka juga bingung dan Bertanya-tanya kok bisa ya, pekerjaan yang kita lihat volumenya tidak terlalu besar bisa mangkrak dan waktunya di ulur sampai tiga tahun barulah di lanjutkan kembali.

Benar- benar membingunkan pekerjaan yang satu ini, apakah karena kesepakatan awal antara pihak Dinas PU dengan Kontraktor, ataukah karena dokumen kontraknya diatur demikian, sehingga bisa terjadi keterlambatan dan membuat tertundanya pekerjaan yang seharusnya rampung di tahun 2017 lalu, dilanjutkan ditahun 2020.

Fakta dan kenyataan ini membuat wartawan Koran Pemberitaan Korupsi.Com, mencoba menganalisa serta mengangkat persoalan pekerjaan fisik dinas PU ini kepermukaan, agar ditelusuri oleh pihak Penyidik Polda Papua, dan bilamana terdapat temuan dalam pekerjaan jalan Nasareth distrik Sorido itu, maka diharapkan pihak Penegak Hukum segara mengambil tindakan Hukum dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke Pengadilan, untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan jahat mereka yang merugikan rakyat dan negara. Juga yang hanya menguntungkan Oknum- oknum di dinas PU itu sendiri, juga pihak Kontraktor sebagai Pelaksana pekerjaan itu” Nando”.

News Feed