by

Lampura ‘Latah’ Destinasi Wisata

-Wisata-355 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Belakangan ini, Kabupaten Lampung Utara sedang membidik beberapa lokasi yang kelak dijadikan spot pariwisata.

Secara geografis, kabupaten tertua di Provinsi Lampung ini memiliki sumber daya alam yang dapat dijadikan area wisata dan cukup mumpuni apabila mendapatkan sentuhan dari berbagai elemen.

Lampung Utara merupakan jalur Bukit Barisan dan juga memiliki sungai-sungai tua yang asri. Di beberapa lokasi terdapat air terjun yang dikelilingi hutan kemasyarakatan maupun hutan lindung yang masih perawan. Keragaman flora dan faunanya pun masih beragam.

Di beberapa lokasi, ada juga waduk-waduk atau bendungan buatan yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan.

Segala sumber daya alam (SDA) tersebut merupakan potensi yang dapat diinvestasikan menjadi wilayah destinasi wisata.

Namun pertanyaannya, apakah seluruh potensi itu harus dijadikan spot wisata seluruhnya? Wajibkah? Mampukah pemerintah secara serentak melakukan pembinaan, pengelolaan, maupun hal teknis lainnya?

Tentu saja tidak. Dan pasti tidak akan mampu.

Idealnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara mengelola secara maksimal satu wilayah destinasi terlebih dahulu, sebagai satu percontohan. Lakukan dengan sepenuh hati, bukan semata-mata melaksanakan tugas yang hanya bersifat seremonial semata dengan prinsip ‘Asal Bapak Senang’ dengan realisasi ‘Nol Besar’.

Di penghujung tahun 2019, tepatnya pada Oktober 2019 lalu, salah satu desa yang ada di Kecamatan Kotabumi Utara, yakni Desa Wonomarto, mampu membuat sebuah event yang bisa dikatakan sangat luar biasa. Seiring perjalanan, dalam proses event yang diberi tajuk Festival Wonomarto itu menjadi salah satu agenda pariwisata Provinsi Lampung di tahun 2020.

Namun mirisnya, Pemkab Lampura melalui instansi terkait terkesan ‘cuek’ dengan raihan Festival Wonomarto yang dijadikan rujukan trip wisata tahunan Provinsi Lampung.

Apresiasi yang diberikan Pemprov. Lampung tidak diimbangi oleh Pemkab. Lampura. Bagaimana tidak, melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) ditengarai menjalin kerja lintas instansi dengan mempersiapkan Bendungan Way Tebabeng yang berada di Kecamatan Blambangan Pagar, sebagai pusat destinasi wisata di Lampura.

Berbagai perencanaan dijalankan. Peninjauan lokasi guna pembenahan infrastruktur di wilayah tersebut dirancang.

Pertanyaannya, kok Way Tebabeng? Bukannya Taman Wisata Desa Wonomarto yang telah masuk dalam trip wisata tahunan Pemprov. Lampung yang idealnya mendapat prioritas?

Untuk merealisasikan Festival Wonomarto II tentu membutuhkan dukungan pemerintah selaku pembina desa.

Jika demikian, Pemkab Lampura dapat dikatakan tidak respect terhadap terobosan dan prestasi Desa Wonomarto yang kelak melaksanakan Festival Wonomarto II pada Oktober 2020 mendatang.

Desa Wonomarto, khususnya lokasi wisata desa miliknya, membutuhkan pembenahan, perencanaan, dan persiapan yang lebih intens dan serius agar mampu mendongkrak destinasi wisata di Bumi Ragem Tunas Lampung dengan maksimal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Catatan : * penulis adalah wartawan Media Siber www.sinarlampung.com Biro Lampung Utara dan Ketua SMSI Lampura (Tim SMSI)

News Feed