by

Pasar Malam Biak Berbau Perjudian, Tak Ada Tindakan dari Kepolisian

-Hukam-491 views

KPK | Biak, Papua – Betapa mengejutkan Pasar Malam yang di ketahui orang pada umumnya adalah untuk menawarkan barang dagangan dengan harga yang relatif murah, di iringi dengan aneka permainan yang menarik yang kebanyakan di gemari oleh Anak-anak, ternyata tidak seperti yang ada di Biak kota, yang yang berlokasi tepatnya di area Mandiri dalam, atau biasanya di kenal dengan kompleks SMP 2 dalam.

Di tempat inilah dibuka Pasar Malam yang sudah berjalan sekian tahun, namun di dalamnya hanya di pertunjukan satu permainan saja; yakni permainan Bola Guling. Dengan aturan si pemain harus membeli kartu atau rokok yang telah disediakan kemudian di pakai untuk bermain. Jika sipemain beruntung menang, maka si pemenang dapat menukarkan rokok hasil keberuntungannya di loket dengan uang yang telah di siapkan.

Ironisnya permainan ini sangat nyata dan jelas terlihat bukan saja berbau perjudian tetapi memang sebuah permainan judi uang ke uang. Padahal pengaturan tentang larangan perjudian dalam sistem Hukum Indonesia pada KUHP diatur dalam Pasal 303 dan Pasal 303bis KUHP dan diperkuat lagi dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, yang merupakan perjudian secara konvensional. Sedangkan perjudian secara nonkonvensional adalah jenis baru yang berkembang dan diatur dengan Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yakni dalam Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (1).2. Penerapan Pasal 303 KUHP hanya menjangkau tindak pidana perjudian yang terjadi dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Jika di perhatikan sama sekali tidak adanya tindakan hukum dari Aparat Kepolisian padahal nyata dan terang benderang aktivitas Pasar Malam yang sudah berjalan beberapa tahun ini dan masih saja di biarkan Terus-menerus.

Salah seorang warga yang tinggalnya tidak jahu dari area Pasar Malam (ER) pun ikut angkat bicara, disaat wartawan media ini menanyakan aktivitas yang berjalan setiap malam ini dirinya langsung dengan spontan dan dengan nada sedikit meninggi menyampaikan ketidaksenangannya terhadap aktivitas malam yang menguras waktu, uang dan tenaga.

“Saya pribadi paling benci sama permainan bola guling ini. Ini Pasar Malam atau aktivitas judi malam, kok tidak ada permainan Anak-anak. Kenapa tidak ada orang yang berdagang. Inikan aneh’ berarti bukan Pasar Malam tetapi pasar tempat berjudi di malam hari dan ini sebutan yang tepat untuk aktivitas yang tidak betul ini. Luar biasa kejahatan perjudian dari tahun ke tahun terus dibiarkan dan diabaikan oleh pihak kepolisian.
Saya sendiri tidak mengerti mengapa Pelaku-pelaku kejahatan ini tidak bisa tersentuh oleh hukum, padahal kegiatan yang mereka buat setiap malam ini adalah ilegal dan semua keuntungan yang di dapat adalah haram dan kotor. Tetapi kenapa masih saja mereka dengan beraninya bermain tanpa ada rasa ketakutan sedikitpun diantara mereka.

Ini yang membuat saya pribadi merasa kesal bercampur curiga, terhadap pihak aparat kepolisian, kenapa kegiatan iblis ini bisa dibiarkan terus menerus, ada apa sebenarnya sampai aktivitas busuk ini tidak tersentuh polisi.

Siapa sebenarnya yang bekap barang ini. Adik wartawan dorang kami berharap, adik dorang bisa membantu agar pekerjaan perjudian ini bisa ditutup untuk selamanya dan tidak boleh ada lagi kegiatan seperti ini di kemudian hari.” Tegas (ER).
Ada juga seorang bapak yang ikut membeberkan semua yang telah ia amati sejak Pasar Malam itu di buka, dirinya mengatakan kalau ada perlindungan dan pengawasan terhadap aktivitas judi malam yang biasanya dibuka pada jam 07 wit dan ditutup pada jam 02 wit. Sehingga kegiatan perjudian itu bisa aman dan tertib.
Ketika awak media mencoba menanyakan sekilas, Siapa-siapa yang paling bertanggung jawab terhadap aktivitas Pasar Malam itu dirinya enggan memberitahukan, namun hanya memberikan saran agar awak media langsung saja yang masuk ke lokasi dan berpura-pura ikut bermain sambil melihat dengan mata kepala sendiri siapa sebenarnya Aktor-aktor dibelakang layar yang membekap dan melindungi kegiatan perjudian tersebut.
Ketika wartawan media ini masuk dan mengamati, serta bersabar hingga tengah malam dan melihat sendiri saat stand ditutup, ada beberap preman (Algojo) yang diberikan uang oleh si pengelolah kegiatan itu, sebut saja “bos” kepada mereka secara Sembunyi-sembunyi.
Ketika awak media ini melakukan pendekatan konfirmasi terkait dengan aktivitas itu, salah seorang ibu berjilbab yang juga selaku pemilik salah satu stand itu mengatakan; kalau kegitan Pasar Malam itu ada Panitianya, jadi silahkan cari dan mintai keterangan sama mereka.
Lagi saat di tanya kembali Siapa-siapa saja yang ada di dalam panitia itu, dan Siapa-siapa yang bertanggung penuh terhadap aktivitas Pasar Malam itu, dirinya diam lalu beranjak pergi dan masuk kedalam mobil Avansa putihnya lalu pergi meninggalkan lokasi perjudian itu.”(Nando)

News Feed