by

Dedy Andrianto, Redup di Politik Cemerlang di Peternakan

-Ragam-558 views

KPK | Lampung Utara – Dalam ranah politik di Kabupaten Lampung Utara, sosok Dedy Andrianto bukanlah nama yang asing.

Meski karir politiknya saat ini sedang meredup, namun tidak berarti kehidupan sosial dan ide kreatif yang dimilikinya mengalami nasib serupa.

Politikus muda dan berkharismatik ini senantiasa berinovasi bahkan memberikan inspirasi tersendiri bagi masyarakat.

Belakangan diketahui, dirinya saat ini sedang merintis usaha penggemukan sapi yang dipusatkannya di Dusun Dorowati, Desa Penaganratu, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara.

“Yah, saya sekarang memfokuskan diri dengan usaha peternakan penggemukan sapi. Masih belajar-belajar, mas,” ujar Dedy saat diwawancarai, Senin, (3/2/2020), di kandang peternakannya.

Menuju peternakan penggemukan sapi miliknya, awak media ini tiba sekitar pukul 12.45 WIB. Selama di perjalanan yang dilalui lewat jalur alternatif Desa Kalicinta, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara, awak media ini menjumpai di beberapa titik ruas jalan lingkar kabupaten dalam kondisi berlubang yang cukup mengkhawatirkan.

Dalam perbincangan yang hangat, Dedy Andrianto, yang hingga kini masih menjabat Ketua DPK PKPI Lampung Utara, membeberkan, jumlah sapi yang dikelolanya sebanyak delapan ekor sapi dengan berat rata-rata 500 kg/ekor.

“Salah satu inovasi yang coba saya terapkan dari berbagai informasi serta pengalaman para peternak yang sudah meraih kesuksesan yang saya dapatkan sebelum saya memutuskan untuk menjalani usaha penggemukan sapi ini, yaitu penggunaan limbah pertanian sebagai bahan baku pokok pakan ternak sapi di sini,”

Pakan limbah pertanian yang dimaksud, berupa kombinasi bekatul, onggok, kulit singkong, ampas tahu, konsentrat.

“Fermentasi daun singkong dan rerumputan juga menjadi bahan pokok pakan penyerta yang saya berikan,” terangnya.

Ke depannya, dirinya mengatakan akan mengupayakan untuk menghasilkan konsentrat sendiri.

“Konsentrat yang digunakan saat ini berupa kulit kopi, bungkil dedak, dipadukan dengan bungkil sawit,” beber Dedy yang saat ini tercatat sebagai mahasisa S2 di Universitas Bandarlampung ini.

Dijelaskannya, untuk saat ini jenis sapi yang digemukkan dari jenis sapi Brangus, Simental, Limosin, dan sapi Jawa.

Dirinya juga menyampaikan bersama sejumlah warga yang tergabung dalam kelompok tani dan peternak di Dusun Dorowati bekerja sama dalam hal menghasilkan anakan sapi (breeding) yang kemudian digemukkan di tempatnya.

“Untuk breeding, saya bersama warga yang tergabung dalam satu kelompok tani dan peternak sapi sudah memulai dan bekerja sama,” terang Dedy.

Dilanjutkan Dedy Andrianto, yang menjadi salah satu faktor penentu dalam hal budidaya peternakan, yakni dengan memaksimalkan potensi pakan hewan.

“Dalam pembudidayaan ataupun penggemukan hewan ternak, dalam hal ini penggemukan sapi, kualitas dan kuantitas pakan harus maksimal,” urainya.

Untuk itu, dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, melalui Dinas Pertanian dan Peternakan setempat, agar dapat memprioritaskan program pelatihan pengolahan pakan ternak berupa konsentrat.

“Konsentrat yang saya gunakan saat ini saya peroleh dengan cara membeli. Alangkah baiknya jika Pemkab. Lampura melalui instansi terkait dapat memberikan pelatihan produksi konsentrat kepada kelompok tani di Dorowati agar dapat memangkas biaya operasional yang selama ini menjadi salah satu tantangan bagi para peternak,” imbuhnya. (Rls)

News Feed