by

Pembangunan Taman Sehat di Kampung Tritunggal Jaya Diduga Terbengkalai

-Daerah-646 views

KPK | Tulang Bawang Lampung – Sejumlah pembangunan fisik dari anggaran Dana Desa 2019 di Kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang bawang kini disoal warga. Pasalnya, selain ditemukan sudah tak terawat juga ada beberapa pembangunan lainnya masih belum selesai dikerjakan dan diduga di mark up.

“Banyak diduga asal jadi dan berpotensi merugikan uang negara, contohnya seperti pembangunan taman sehat, baru seumur jagung malah kini seolah tidak berfungsi dan tidak layak, bahkan sekarang dipenuhi semak belukar,” sebut salah satu warga, yang minta namanya tidak disebut, kepada media ini, Sabtu (25/01/2020).

Tak hanya itu, menurut dia dengan anggaran yang cukup besar hingga mencapai kurang lebih Rp91 juta semestinya pembangunan tamannya lebih megah dan bagus.

“Saya rasa itu tidak sesuai, semestinya taman itu bisa lebih megah lagi,” ujar nara sumber ini.

Masih dikatakan dia, dirinya juga mempersoalkan pembangunan kantor kepala kampung yang sampai sekarang masih belum selesai dan diduga tidak sesuai dengan gambar perencanaan awal. Ia juga menyinggung soal dugaan terjadinya mark up pada pekerjaan sumur bor dan pembangunan jalan onderlagh yang diduga dikerjakan asal jadi sehingga baru seumur jagung kondisi bangunannya sudah cukup memperihatinkan.

“Bangunan kantor kepala kampung itukan sudah jelas menggunakan anggaran tahun 2019 dan sekarang sudah berganti tahun belum juga selesai, semestinya jika mengikuti prosedur yang ada pembangunan itu dilanjutkan pada tahun anggaran 2020 menggunakan sisa anggaran yang di silpakan, terlebih anggaran yang mencapai kurang lebih 180 juta dengan volume 8mX15m seharusnya bisa dibangunkan jauh lebih megah lagi,” jelas nara sumber ini.

Menyikapi itu, Eko Wardoyo kepala kampung Tri Tunggal Jaya ketika dikonfirmasi terkait hal itu membantah, jika pembangunan taman sehat itu tidak layak dan terkesan dibiarkan tidak terawat. Menurutnya, justru realisasinya lebih besar dari pada RAB yang ada, semestinya hanya sebatas pembuatan jogging trak dan selebihnya itu adalah inisiatifnya sendiri.

“Aslinya itu hanya sebatas pembuatan jogging trak saja dan selebihnya itu adalah inisiatif kami sendiri. Malah saya berfikir taman ini saya korbankan segala-galanya, tenaga, fikiran saya curahkan karena harapannya jika taman itu jadi nggak ramai buat apa, batu untuk pembuatan jogging trak tidak setebal itu, itu saya buat tebal dengan menggunakan batu onderlagh supaya lebih kuat dan kokoh. Terus dibagian depan itu ada papan nama, semestinya itu tidak ada dan mengenai tanaman kemarin memang sengaja belum kita tanam sebab kita menunggu hujan turun,” terang Eko.

Terkait pembangunan onderlagh Eko juga membantahnya. Menurut dia, tidak ada jalan yang terbengkalai, dirinya beralasan hal tersebut diakibatkan oleh aktivitas kendaraan motor maupun mobil yang sering melintas serta kondisi tempat yang kurang memadai.

“Namanya ladang transmigrasi semua kelompok ada disitu, kalau nggak di onderlagh buat apa hidup di Tri Tunggal Jaya. Karena ladangnya disitu jalannya pun disitu, lagi pula itukan belum selesai setelah jadi nanti jika rusak nanti akan di gotong royongkan,” tandas Eko.(tim)

News Feed