by

Kadis PU Biak Numfor Tidak Konsisten dan Suka Menutupi Informasi

-Daerah-2,338 views

KPK | Biak, Papua – epala Dinas Pekerjaan Umun dan Tata Ruang Kabupaten Biak Numfor, Zakharias R. Mailoa, saat jumpa pers di ruangannya, terlihat dan kedengaran asal ngomong serta tidak konsisten pada ucapannya.

Diruang kerjanya kadis bersama dua orang stafnya yang turut di panggil duduk bersebelahan kadis sambil turut mendengar dan memberikan tanggapan terkait dengan pertanyaan-pertanyaan yang di layangkan oleh wartawan.

Ketika awak media ini dan juga rekan media Pijar Nusa.Com memberikan pertanyaan seputar pekerjaan proyek yang sementara masih di kerjakan oleh dinas pekerjaan umum kepada kepala dinas, terkait dengan paket pekerjaan pengaspalan yang ada di jalan Nasareth distrik Sorido itu, dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya aktivitas pekerjaan di lokasi itu.

Jelas saja itu membuat kadis sangat terkejut karena dirinya tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu, kemudian setelah mendengar barulah kadis merespon namun tidak secara jelas menyebutkan pihak yang bertanggung jawab, entah pihak ke tiga atau pihak PU itu sendiri.

Karena berdasarkan informasi yang kami peroleh dari beberapa orang buruh di lokasi proyek mengatakan bahwa itu adalah proyek DPU, dan kontraktornya adalah orang dari dinas PU itu sendiri, yang sampai sekarang masih berstatus PNS murni.

” Yang saya tau pekerjaan ini adalah pekerjaan dinas PU dan kontraktornya orang PU itu sendiri, saya pikir untuk lebih jelasnya biar adik dorang tanyakan langsung di kantor dinas pekerjaan umum, tanyakan langsung di kadis.’ Tutur seorang buruh yang tak mau namanya di publikasikan.

Ketika wartawan ini menanyakan dimana letak papan informasi proyek, dirinya mengatakan bahwa memang awal pekerjaan di mulai sampai saat ini tidak pernah di buat dan di pancang papan informasi tersebut, entah kenapa, nanti lebih jelasnya biar sodara dorang tanyakan langsung di dinas, bilangnya lagi.

Ketika wartawan mencoba menanyakan siapa oknum PU yang terlibat bermain proyek dan sampai saat ini masih terus di lindungi, kadis dan kedua stafnya enggan mengatakan yang sebenarnya dan terkesan tidak berkata jujur soal proyek jalan Nasareth Sorido yang di kerjakan tahun 2017 dan di lanjutkan tahun 2020, terkesan seperti proyek Siluman, sebab terlihat penuh kongkalingkong.

“Terus terang saya tidak tau soal proyek itu karena itu proyek tahun 2017, dan pada saat itu bukan saya yang menjabat, jadi saya tidak tau menau soal proyek itu, siapa yang mengawas, kontraktornya siapa, saya tidak tau. Coba saya panggilkan staf saya biar mereka yang nanti jelaskan,’ papar Zakharias

Mendengar keterangan kedua staf PU, masing-masing bernama Haris (cipta karya) dan Tri selaku kepala bidang bina marga. Menurut pengakuan mereka bahwa proyek tersebut memang proyeknya PU dan ada memakai pihak ketiga, namun tidak di sampaikan secara jelas siapa pihak ketiga yang dimaksud mereka dan mengapa sampai di curigai bahwa proyek tersebut di kerjakan oleh orang dalam dan mengapa tidak ada papan informasi yang di pancang guna memudahkan masyarakat dalam mencari informasi.

Masih di ruang kerja kadis, ada beberapa hal yang masih butuh penjelasan pak kadis namun dirinya mengatakan kalau pembicaraannya di lanjutkan besok saja,

” Adik wartawan dorang karena bapak ada kesibukan lain jadi nanti kita lanjutkan besok saja. “Bilang kadis”

Mengingat pesan dan waktu yang di janjikan oleh kadis maka, awak media ini langsung mampir ke kantor tetapi kadisnya tidak ada di tempat, dihubungi lagi lewat telepon dan WA, namun beliaunya tidak mengubris panggilan masuk dan juga tidak membalas sms maupun WA.

Ini benar-benar sebuah kesalahan serius yang dilakukan oleh dinas pekerjaan umum itu sendiri, dan kelihatan sudah menjadi budaya tidak sehat (kotor), dan terus terpelihara serta terkesan di biarkan agar menjadi peluang bisnis (pungli), untuk meraup keuntungan demi kepentingan pribadi “KORUPSI” tanpa memikirkan masyarakat banyak dan tupoksi dari jabatan kepercayaan yang di berikan pemerintah kepada mereka.

Melihat dan mendengar fakta dan keterangan yang di berikan oleh kadis dan juga kedua stafnya maka, sangat di sesalkan karena terlihat mereka hanya asal ngomong dan berusaha agar ucapannya dapat di mengerti, padahal fakta berbanding terbalik.

Sangat terlihat jelas kesalahan-kesalahan dan kelalaian yang di lakukan oleh pihak PU ini, tetapi masih saja membenarkan diri tanpa merasa ada kekurangan-kekurangan yang perluh di benahi, di koreksi dan di evaluasi secara serius guna menghasilkan komitmen positif yang didasari oleh perasaan takut akan Tuhan, dan perasaan ingin mengutamakan kepentingan umum, lebih di atas Segala-galanya.” (Nando)

News Feed