by

Warga Keluhkan Harga Elpiji 3 kg, Diduga Ada Permainan Pangkalan

-Daerah-609 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Sampit, Kotim/Kalteng – Perlu tindakan tegas dari pihak aparat untuk menindak tegas para pangkalan Elpiji 3 kg.
Menurut sumber informasi yang dihimpun Tim media KPK belum lama ini (TN) 40 tahun membenarkan, adanya beberapa pangkalan elpiji 3kg di Desa Ekabahurui Kecamatan Mentawa baru Ketapang Kabupateng Kotawaringin Timur ( KOTIM )harganya hingga mencapai Rp=40.000. dimana yang dikatakan subsidi oleh pemerintah pusat ,

kalau masyarakat membelinya dengan pengecer harga sudah meroket duluan , selain itu juga yang sangat parahnya lagi sudah harganya mahal masih susah lagi mendapatkanya, kalau hal seperti ini dibiarkan sama halnya pihak pemerintah tidak lagi memperhatikan keluhan masyarakat banyak,ungkap TN.

Tidak sampai disitu saja yang warga lebih anehnya setelah datang kepangkalan elpiji 3 kg, belum ada satu jam di pangkalan dibongkar warga datang untuk membelinya sudah dikatakan sudah habis , sangat tidak masuk akal dan jelas- jelas itu ada permainan antara pangkalan dengan pihak pengecer guna mendapatkan keuntungan pribadi dan tidak memperhatikan keluhan warga sekitar.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Kordinator wilayah Kalimantan Tengah, pada Forum Komunikasi Pewarta Kepolisian RI ( FKPK) M Karyani , ketika ditemui dikantornya Selasa 20/01/2020, sekitar pukul 10.00. Wib, mengatakan,saya sangat prihatin dengan adanya keluhan warga terkait dengan adanya dugaan penyelewengan elpiji 3 kg, saya akan memonitoring dan menelusuri apa yang disampaikan warga adanya dugaan pihak pangkalan curang yang diduga bermain kotor dengan pihak pengecer, kalau memang benar adanya dan ditemukan pelanggaran adanya pangkalan elpiji 3 kg, yang bermain curang dengan pihak pengecer,

say tidak akan segan- segan untuk membuat laporan dan melaporkan hal ini kepada pihak pertamina, maupun pihak penegak hukum secara resmi, ujar Karyani, tidak sampai disitu saja karena elpiji 3 kg, diperuntukan dan disubsidikan kepada masyarakat,. bukan dijadikan bisnis olek oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga dapat merugikan orang banyak, sementara Harga Eceran Terendah ( HET ) dari pihak pertamina kepada distributor, dan kepada pangkalan sudah jelas kenapa harga kok masih meroket? .

Diminta kepada pihak penegak hukum lebih proaktif dalam menyikapi hal ini karena ini subsidi keperuntukanya kepada masyarakat, dan diminta menindak tegas kepada pangkalan yang nakal agar masyarakat dapat menikmati elpiji 3 kg, yang bersubsidi,ungkap Karyani.

Berita ini akan tetap berlanjut ke edisi mendatang. Wartawan:Tim media KPK.

News Feed