by

Froyek Dak Diberitakan, Oknum Kepsek SMP 13 Mencoba Suap Wartawan

-Pendidikan-1,327 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Ada nya pemberitaan di Sekolah Mengah Pertama Negeri (SMPN) 13 kotabumi pada 1/1/2020, yang mana telah tertuang dalam pemberitaan SMPN 13 pada tahun 2019 mendapat Dana Alokasi Kusus (DAK) fisik sumber anggaran APBN diperuntukan guna membangun satu ruang perpustakaan sekolah setempat diduga jadi ajang KKN, (8/1/2020)

Setalah tayang pemberitaan beberapa waktu lalu, wartawan dari media ini. Menghubungi Kasi SMP Merlyn Sofia, dengan kegunaan konfirmasi tentang persoalan temuan hasil investigasi dilapangan, Merlyn mengatakan. “Saya sudah baca berita kamu di media online, dan itu pula telah saya laporkan kepada pimpinan. Dengan ada nya pemberitaan maka kami akan pangil kepala sekolah SMPN 13 Supriyono, ujar Merlyn

Kepala sekolah Supriyono ketika dihubungi melalui via Handphone dengan nomor 081379269xxx berkilah, oia mas kemarin saya tidak bisa angkat tlepon dari kamu dikarnakan masih sibuk jabaw nya.

dicecar lagi pertnyaan oleh wartawan media ini, terkait pembangunan disekolah nya, iya kembali berkelit kemarin saya belum bisa membantu, melainkan kamu buat aja pengajuan langanan koran agar enak kita, cetus nya.

Keesokan hari ia kembali menghubungi, lagi dimna mas? dijawab masih dirumah. Saya masih ada perlu di polres jika sudah aman saya hubungi kamu,

Setelah siang hari kisaran pukul, 13.18 wib hari selasa 7/1/220 ia kembali menghubungi wartawan media ini, mas tolong jumpai saya di depan polres sekarang. Miris nya ketika wartawan media KoranPemberitaanKorupsi.com mendatangi kepalasekolah Supriyono niat untuk Konfirmasi akan tetapi yang ada tidak disangka iya mencoba melakukan suap terhadap wartawan dengan memberi amlop, seraya berkata ini saya masih ada urusan dipolres ini uang 700. Ribu rupiah, pegang dulu untuk kamu. Maaf pak saya tidak pernah mintak uang bapak camkan itu pak, iya kembali memaksa saya iklas mas ambil uang ini.

Tidak tahan dengan sikap kepala sekolah Supriyono, maka wartawan media ini segera pergi.

Ini berita yang telah di terbitkan sebelum nya,

Lampung utara – Sekolah Mengah Pertama Negeri (SMPN) 13 kotabumi Kepala Sekolah Supriyono, pada tahun 2019 mendapat Dana Alokasi Kusus (DAK) fisik sumber anggaran APBN diperuntukan guna membangun satu ruang perpustakaan sekolah setempat. Yang mana besaran anggaran Rp.268.228.735,.

Namun tertera dalam papan pelang proyek pekerjaan dimulai tangal 17 oktober 2019 dan akan di selesaikan pada ahir Desember 2019, miris nya sampai berganti tahun dari tahun 2019 kini telah masuk tahun 2020 pekerjaan belum selesai. “Hasil pantawan media ini di lokasi tangal 1/1/2020 nampak jelas pada sebagian dinding bangunan terlihat keretakan yang sangat banyak, dan lantai bagian samping pada pecah serta mengelupas, (l/1/2020).

Menanggapi hal tersebut, Adi Rasyid Humas Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Lampung Utara. Menegaskan bahwasannya pembangunan di sekolah itu harus sesuwai Konstruksi demi kenyamanan dan keamanan para murit, maka mutu dari pembangunan itu harus di utamakan bukan mengutamakan ke untungan peribadi, ujar Adi Rasyid

Saya sempat kaget melihat poto bangunan yang di tunjukan tadi, belum saja selesai pekerjaan hampir menyeluruh dinding sudah pada retak, itu sebuah contoh yangdiduga kurang nya pengawasan dari pihak sekolah serta Dinas pendidikan Lampung utara.

“Kita lihat dari sisi plang proyek, itu terindikasi menyalahi Prosedural yang mana telah lewat batas waktu pekerjaan akan tetapi belum selesai bagai mana mau serah terima atau Final Hand Over (FHO) ini yang harus menjadi PR dinas terkait.”

Sekolah SMPN 13 ini salah satu sekolah baru di Kabupaten Lampung utara, yang mana seharus nya menunjukan contoh yang baik, dari semua bidang, tidak semesti nya baru mendapat satu unit gedung perpustakaan telah terindikasi banyak penyimpangan.

Saya minta kepada Dinas terkait serta Aparat Penegak Hukum agar turut memantau jika perlu audit pekerjaan yang ada di sekolah tersbut, jika hanya Media,Ormas,LSM dan masarakat yang memantau setelah itu tidak ada tindakan tegas dari Diknas dan APH maka tiada guna nya, papar Adi Rasyid

Sampai berita ini dibuat kepala sekolah belum bisa dikonfirmasi baik di sekolah serta melaluwi via Handphone peribadi nya dengan no 081379269xxx. (Rama)

News Feed