by

Kebun Basrie Dihancurkan, PT HEJ Mau Ganti Rugi Hanya Rp22,5 Juta

-Daerah-733 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Sampit, Kotim/Kalteng – Menindak lanjuti pemberitaan di edisi yang lalu tentang kasus pengrusakan lahan kebun milik Almarhum Basrie orang tua Marhani bersaudara yang dilakukan oleh PT.Heral Eranio Jaya, kontraktor proyek pembangunan Sampit Expo yang lokasinya berdempetan dengan lahan kebun milik masyarakat kecil serta melibatkan dinas DISPERINDAGIN selaku PPK tersebut masih berbuntut panjang.

Pasalnya, PT.Heral Eranio Jaya maupun PPK Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kotim tidak mau bertanggung jawab sendiri, PPK ini mengajak PT Heral Eranio Jaya yang merusak secara lagsung lahan kebun milik Almarhum Basrie itu juga harus ikut bertanggung jawab.

Walaupun secara langsung yang merusak kebun milik almarhum Basrie itu adalah PT. Heral Eranio Jaya dengan menggunakan alat berat milik mereka, namun sang big bosnya Leonardus Minggo Nio, SE warga negara keturunan itu tidak mau bertanggung jawab. Bahkan Dirut PT.Heral Eranio Jaya ini mengatakan dalam surat yang dikirimkannya kepada kuasa Hukum Marhan anak kandung almarhum Basrie, Advokat Riduansyah, SH., bahwa PT Heral Eranio Jaya sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan denah lokasi, yang terdapat dalam dokumen gambar rencana proyek.

Hal-hal yang berkaitan diluar kontrak kerja, diputuskan oleh direksi yang dikomandoi oleh pejabat pembuat komitmen (PPK), proyek pembangunan fasilitas Sampit Expo senilai Rp 31,766 Milyar yang berada dilokasi eks Taman Hiburan Rakyat (THR). Drs.HM.Tahir MM. Demikian bunyi surat dari Direktur Utama PT.Heral Eranio Jaya, Leonardo Minggo Nio, SE.

Mendapati bunyi surat seperti itu, PPK pembangunan fasilitas Sampit Expo ini pun jadi bingung sendiri. Akhirnya Drs.HM.Tahir MM. pun menyurati Sekretaris Daerah Pemkab Kotim, untuk memohon bantuan menjembatani antara pemilik kebun, PT.Heral Eranio Jaya dan PPK pembangunan fasilitas Sampit Expo.

Dalam surat yang ditujukan kepada Sekretaris Daerah Pemkab Kotim tersebut, HM.Tahir menjelaskan bahwa, pekerjaan proyek Sampit Expo dalam gambar dan master plannya masuk lokasi tanah milik warga, walau sekarang telah dipindahkan kesebelah timur dari posisi awal oleh Sekda Pemkab Kotim, Halikinnor, ketanah milik Pemkab Kotim. Persoalannya sekarang, adalah sebelum lokasi proyek tersebut dipindahkan lokasinya oleh Sekda Pemkab Kotim, Halikinnor, PT.Heral Eranio Jaya atas petunjuk PPK sudah duluan memboldozer kebun sawit dan kebun karet serta kebun buah-buahan milik almarhum Basrie tersebut.

Melihat kebun milik mereka dihancurkan tanpa sebab, Marhani anak tertua almarhum Basrie pun bereaksi dengan mengadakan rapat di keluarganya. Dalam rapat keluarga tersebut mereka menunjuk Riduansyah, SH dan rekan menjadi kuasa hukumnya untuk menuntut perbuatan pidana yang sudah dilakukan oleh PT.Heral Eranio Jaya tersebut.

Advokat Riduansyah dan rekan tidak langsung melaporkan perbuatan tindak pidana pengerusakan tersebut kepada kepolisian, tetapi dia lebih mengutamakan mediasi dulu untuk mencari jalan keluar yang terbaik dalam perkara ini.Dari hasil konfirmasi kami team media KPK dengan Advocat Riduansyah SH menyatakan bahwa,pihak kami sudah bertemu dengan pihak PT.Heral Eranio Jaya yang diwakili oleh Dody dkk serta PPK pembangunan fasilitas Sampit Expo, Drs.HM.Tahir, MM ,mereka minta agar persoalan ini diselesaikan dengan baik-baik,”Ujar advokat Riduansyah SH.

Menurut Advokat Riduansyah, bahwa keluarga Marhani itu orangnya sangat baik hati,mereka tidak mau menuntut macam-macam terkait pengrusakan dan penghancuran kebun peninggalan orang tua mereka, mereka hanya minta ganti rugi secara wajar sebesar Rp 90Juta saja, padahal kebun yang dihancurkan dan diratakan dengan tanah tersebut menghasilkan dalam setahunnya mencapai puluhan juta rupiah. Kalau pihak PT.Heral Eranio Jaya dan PPK berpikir jernih, permintaan ganti rugi seperti itu sangat wajar dan murah, jadi menurut saya, daripada kasus pengrusakan ini jadi polemik berkepanjangan lebih baik cepat-cepat diganti saja,” ujar advokat Riduansyah, SH.

Tetapi pihak PT.Heral Eranio Jaya dalam surat yang ditujukan kepada Sekda Pemkab Kotim tersebut, kontraktor, dalam pengrusakan itu hanya mau mengganti rugi sebesar Rp22,5Juta saja, entah dengan alasan dan argumentasi apa, untuk diketahui, PT.Heral Eranio Jaya ini juga membangun proyek pasar Mangkikit bernilai puluhan milyar. Namun sudah beberapa tahun berjalan proyek pasar Mangkikit tersebut belum juga selesai dan akhirnya banyak menimbulkan permasalahan kepada para pedagang. Anehnya, Bupati Kotim. H.Supian Hadi, S.Ikom pun hanya berdiam diri saja, tidak memberikan reaksi apa-apa terhadap PT.Heral Eranio Jaya sehingga menimbulkan banyak pertanyaan dimasyarakat Kotim.

Masih menurut advokat Riduansyah, SH, kalau persoalan pengrusakan kebun milik almarhum Basrie ini tidak diselesaikan dengan baik, maka pihaknya akan membawa kasus pengrusakan ini keranah hukum positif. “Ini jelas-jelas pengrusakan dan masuk dalam ranah hukum Pidana sesuai pasal 406 KUH Pidana. Jadi Buldozer bisa disita sebagai barang bukti dan operator alat berat yang melakukan pengrusakan itu bisa ditangkap. Sedangkan PPK dan Dirutnya bisa dituntut karena turut serta memerintahkan sesuai pasal 55 KUHP,” ujar Advokat Riduansyah, SH.

Perbuatan PT. HERAL ERANIO JAYA yang sudah merusak dan menghancurkan kebun milik almarhum Basrie tersebut sudah melanggar tindak pidana pengrusakan sesuai Pasal 406 dan penyerobotan tanah sesuai Pasal 385 ayat (1), (2), (3), (4), (5) dan (6) KUHP. Jonto Pasal (2) UU nomor 51 PRP Tahun 1960 tentang Larangan pemakaian tanah tanpa ijin yang berhak atau kuasanya. Sedangkan Direktur Utama PT.Heral Eranio Jaya, Leonardo Minggo Nio, SE dan PPK nya bisa dijerat dengan pasal 55 KUH Pidana karena turut serta memerintahkan, perbuatan itu bisa dihukum pidana dan denda,” ujar Advokat Riduansyah, SH.

Berita ini akan tetap berlanjut ke edisi mendatang sampai ada kejelasan tentang permasalahan ini. Wartawan:Team media KPK Kalteng.

News Feed