by

Disperindag Selaku PPK Abaikan Ganti Rugi Pengrusakan Lahan Warga

-Daerah-478 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Sampit, Kotim/Kalteng – Sampai saat ini belum ada kejelasan terkait ganti rugi tanam tumbuh yang dirusak oleh pihak PT .Heralnio jaya ,yang telah memenangkan taender pada pekerjaan Sampit Expo tahun anggaran 2019, dengan nilai kontrak Rp31. 766.000.000 miliar rupiah.

Meski ada niat baik dari pihak PT. Heralnio jaya , untuk ganti rugi tanam tumbuh melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian ( DISPRINDAG ) Kabupaten Kotawaringin Timur , akan tetapi dianggap tidak sesuai dan terkesan dianggap menyepelekan pihak selaku pemilik lahan tersebut, ujar H.Riduansyah SH.selaku kuasa hukum Marhani.”

H Riduansyah. SH selaku kuasa hukum Marhani ,saat ditemui team media KPK dikantornya di Jalan Manggis. V . Sekitar pukul 14.00. Wib mengatakan bahwa, sudah cukup lama kami menunggu keputusan dari pihak Pejabat Pembuat Komitmen.( PPK ) H .M .Taher , pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( DISPRINDAG ) Kotim, tetapi hingga saat ini masih belum ada titik temu,yang terakhir ini pihaknya masih menunggu petunjuk Sekda dan sekaligus membicarakan hal tersebut,

akan tetapi, sampai berita ini diturunkan,pihak kami selaku kuasa hukum dari pemilik lahan belum mendapatkan jawaban apapun, dan kalau memang hal ini masih saja berbelit belit lempar sana lempar sini dan tidak ada penyelesaianya dengan terpaksa hal ini akan saya laporkan secara resmi kepihak yang berwajib dengan dalih pengrusakan lahan milik warga,ungkap H.Riduansyah SH.

Masih keterangan dari H.Riduansyah.SH selaku kuasa hukum dari pemilik lahan yang bernama Marhani,perundingan pun sudah dilakukan beberapa kali, namun hingga saat ini tidak ada tindakan yang mengarah kepenyelesaian , sering kali saya hubungi jawabnya selalu menunggu dari Sekda , apakah hal ini yang bertanggung jawab atas pengrusakan tersebut adalah Sekda, karena itu adalah proyek berasal dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian ( DISPRINDAG ) Kotim , selain itu juga dalam hal ini, seharusnya sebelum pekerjaan dimulai,terlebih dahulu dilakukan kroscek kelapangan dan disertakan melalui GPS, agar kegiatan tersebut tidak mengenai tanaman masyarakat,

dalam hal inipun, sudah jelas pekerjaan itu kesannya tidak ada dilakukan kroscek terlebih dahulu sehingga mengenai lahan masyarakat, dan itu kesalahan mutlak pada pihak Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) yang terkesan teledor sampai proyek yang bernilai miliaran rupiah,bisa salah dalam penempatannya, selain itu juga,permasalahan ini sepenuhnya adalah tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) yaitu H. Taher, terang Riduansyah

Selain itu H.Riduansyah.SH juga mengatakan bahwa, tempo hari ada tembusan resmi yang disampaikan oleh pihak PT.Heralnio jaya kekantor saya, bahwa permasalahan itu sedang dibicarakan dengan Sekda , akan tetapi kapan jawabannya itupun belum ada kepastiannya, padahal, permasalahan ini sudah jelas- jelas pengrusakan tanam tumbuh, dan pemilik lahan pun diharuskan mengikuti aturan mereka dan memberi tali asih dengan sekedarnya saja,dalam hal inipun kami anggap bukan penyelesaian yang baik dan bisa dikesankan penyelesaian sepihak tanpa adanya kesepakatan bersama antara pihak pemilik tanaman dengan pihak selaku pengrusak lahan tersebut,terang Riduansyah.

Dan H.Riduansyah SH.juga menegaskan bahwa, kita tetap berupaya pada hukum positif saja,tetapi apa bila perundingan ini menemui kegagalan dan tidak ada penyelesaian tetap akan saya bawa ke ranah hukum biar mereka(pengrusak lahan)ini tahu dan sadar bahwa, pengrusakan itu adalah tindakan melawan hukum, ujar Riduansyah SH. selaku kuasa hukum Marhani pemilik lahan.

Sementara pemilik lahan yang kebunnya merasa dirusak oleh pihak PT Heralnio jaya, Marhani , kepada team media KPK mengatakan, berharap terkait permasalahan kebunnya ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berbuntut panjang dan tidak berbuntut keranah hukum , semuanya saya serahkan sepenuhnya dengan pengacara saya H Riduansyah SH. dan saya yakin permasalahan ini akan selesai dengan baik dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan ,ujar,Marhani.

Sementara pihak Pejabat Pembuat Komitmen .( PPK ) H . M .Taher, ketika dihubungi oleh tim media KPK melalui via telepon selulernya, Senin, 29/12/2019, Sekitar pukul 13.00.Wib, sedang tidak aktif dan sampai berita ini diturunkanpun,kami dari team media KPK belum mendapatkan keterangan secara pasti dari pihak Pejabat Pembuat Komitmen. ( PPK )ini.

Berita ini akan tetap berlanjut ke edisi mendatang. Wartawan:team media KPK Kalteng.

News Feed