by

Maraknya Ilegal Mining di Sampit, Kotawaringin Timur

-Daerah-654 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Sampit, Kotim/Kalteng – Menindak lanjuti pemberitaan di edisi yang lalu tentang galian C yang berada di dekat pemukiman warga, yang lokasinya berada di jl.jendral Sudirman km.09. kecamatan Baamang, kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit , sampai berita ini di turunkan belum juga ada tindakan dari instansi terkait maupun dari penegak hukum di wilayah setempat,

Perlu tindakan tegas dari pemangku wilayah adanya galian C yang terletak di Jalan Jendral Sudirman KM 09. yang mana kegiatan ini diduga kuat ilegal hingga saat ini terus melancarkan aktifitasnya. Pasalnya kegiatan tersebut selain merusak lingkungan juga berdampak pada ekosistem,

sumber informasi warga yang namanya meminta untuk tidak dimuat di media ini mengatakan, saya sangat heran dengan kegiatan tambang galian C yang satu ini meski yang lainya pada tutup,tetapi kenapa aktifitas galian C yang ada di KM 09 itu tetap saja berjalan , padahal kalau dilihat kegiatan galian C. yang terletak di Jalan Jendral Sudirman KM .09 itu sangat besar omsetnya, bahkan bisa mencapai ratusan truck setiap harinya,

dibandingkan dengan galian galian C lainya yang jauh dari pemukiman warga,yang omsetnya hanya termasuk sekala kecil ,mirisnya lagi, kenapa justru yang kecil diburu sedangkan yang besar dan bahkan diduga masuk zona merah serta di duga ilegal yang lokasinyapun juga tidak jauh dari pemukiman warga malah dibiarkan saja ,

artinya pihak aparat maupun instansi terkait terkesan tidak adil dalam penindakannya,sudah beberapa kali saya menyampaikan hal ini namun hasilnya nihil dan terkesan tebang pilih dalam penegakan hukum, kata warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi galian C tersebut,ketika dibincangi team media KPK .Jum at. 27/12/2019, sekitar pukul 01.00.Wib.

Sementara TJ. Selaku pemilik dan penglola tambang galian C, ketika dihubungi oleh team media KPK melalui via teleponnya Jum at .27/12/2019 sekitar pukul . 14.00. Wib, sangat disayangkan yang bersangkutan tidak aktif dan diluar jangkauan, dalam hal ini pihak penggelola galian C tersebut, seakan akan melenggang tidak memperdulikan dampak dari pada lingkungan dan ekosistem yang rusak akibat dari pekerjaanya dan terus melancarkan aktifitasnya seakan – akan kebal hukum.

Sementara penjaga portal keluar masuk mobil truck yang hendak mengambil tanah uruk yang meminta namanya tidak mau disebutkan dimedia KPK dilokasi galian C tersebut ketika dikonfirmasi mengatakan, Ya benar ini punya Tejo , dan saya hanya ditugaskan untuk menjaga portal keluar masuknya mobil yang ingin membeli tanah uruk dan selebihnya saya tidak tau urusannya , ketika disinggung dimana TJ,pemilik galian C ini, ia mengatakan kalau TJ jarang dilokasi, mungkin bisa juga sedang keluar kota , ujar penjaga portal galian C tersebut.

Karena dalam kegiatan pertambangan galian C harus memiliki Ijin Usaha Pertambangan (IUP) dan memicu juga pada UU no.4 tahun 2009 dan PP no.23 tahun 2010 tentang usaha pertambangan, dalam hal ini, karena sampai berita ini di turunkan belum ada tindakan apapun dari instansi terkait maupun penegak hukum wilayah setempat, maka kami dari team media KPK meminta kepada pemerintah daerah agar turun langsung serta menindak tegas oknum-oknum yang terlibat dalam permasalahan ini, selain itu juga memicu dari himbauan yang beredar di sosial media milik akun fb Bidhumas Kalteng,”Stop ilegal mining, Stop ilegal loging”.

Tetapi pada kenyataannya ilegal mining semakin marak saja,khususnya di Sampit, kabupaten Kotawaringin Timur, bahkan lokasinya ada yang dekat dengan pemukiman warga.

Berita inipun akan tetap berlanjut ke edisi mendatang sampai adanya tindakan lebih lanjut. Wartawan:Team media KPK.

News Feed