by

Galian C Masuk Zona Merah, Diduga Instansi Terkait Masuk Angin

-Daerah-539 views

koranpemberitaankorupsi.com | Sampit, Kotim/Kalteng – Aktifitas tambang galian C yang terletak diJalan Jendral Sudirman KM 09,Sampit,kabupaten Kotawaringin Timur,hiingga saat ini masih berjalan lancar.

Meskipun kegiatan itu termasuk zona merah dan sangat dekat dari pemukiman warga, kelihatanya di duga ada unsur pembiaran dari pihak terkait dan terkesan tutup mata.

Menurut nara sumber yang tidak mau di sebutkan namanya serta yang bisa di percaya mengatakan bahwa,kegiatan tambang galian C yang terletak diJalan Jendral Sudirman KM 09 , Kecamatan Baamang Kabupaten Kotawaringin Timur ( Sampit ) beroperasi sudah cukup lama , bahkan dalam setiap harinya tidak kurang dari ratusan mobil truck yang datang untuk membeli baik itu pasir uruk maupun pasir cor, saya sangat prihatin kalau melihat dilokasi aktifitas tambang galian C itu,

karena lokasinya sangat dekat dengan pemukiman warga , bahkan yang lebih nekatnya lagi kegiatan tersebut tidak jauh dari Makam pahlawan, bisa jadi kalau lama kelamaan bisa meramba dekat pada makam tersebut, saya berharap kepada pihak instansi terkait agar memperhatikan dampak lingkungan dan ekosistem yang bisa berdampak banjir dimana mana , ungkap nara sumber yang tidak mau di sebutkan namanya.

Zim ( 45 ) salah satu sopir truck yang sedang antri membeli tanah uruk , ketika dibincangi oleh team media KPK mengatakan bahwa, dirinya membeli tanah uruk tersebut seharga Rp- 70 ribu rupiah,dan dalam satu hari saya menggantar kepelanggan dikota sampit bisa sampai dua belas kali, ungkap Zim.Masih keterangan dari Zim,tambang galian C itu setahu saya adalah milik Tejo, dan kegiatan tambang galian C ini sudah berjalan beberapa tahun,bahkan kegiatan ini aman- aman saja meskipun ada aparat maupun pihak lain yang berkunjung kearea tambang galian C tersebut ,hingga sampai sekarang pun tidak ada masalah,terang Zim.

Dalam hal ini team dari media KPK mencoba konfirmasi kepada pemilik tambang galian C tersebut melalui via telepon untuk mempertanyakan legalitas serta ijin dari kegiatan tambang galian C ini,tetapi sangat disayangkan yang bersangkutan tidak bisa dihubungi,dan sampai berita ini di turunkan,pihak kami dari team media KPK belum bisa menemukan jawaban dari pemilik tambang galian C yang bernama Tejo ini.

Karena setiap usaha pertambangan harus memiliki ijin IUP (Ijin Usaha Pertambangan)sebagai syarat pengelola untuk mengeluarkan dan menjual material di eks galian C.Dan dalam hal ini juga memicu pada UU no.4 tahun 2009 serta PP no. 23 tahun 2010,tentang kimoditas pertambangan yang di kelompokkan dalam 5 golongan yaitu mineral radioaktif antara lain, radium, thorium, mineral logam berupa emas,tembaga dan lainnya,mineral non logam antara lain,intan dan bentonit,kemudian batuan berupa, andesit, tanah liat, tanah urug, kerikil galian dari bukit,kerikil sungai dan pasir urug.

Dalam hal ini diminta kepada pihak instansi terkait agar dapat menindak lanjuti serta menindak tegas oknum yang di duga tidak mengantongi izin resmi terkait kegiatan tambang galian C ini,bahkan berani beraktifitas didekat pemukiman warga yang tidak jauh dari perkotaan.

Berita ini akan tetap berlanjut ke edisi mendatang dan tidak akan berhenti sampai disini.Wartawan: Team media KPK.

News Feed