by

WGAB Beri Apresiasi Kinerja Indra, Kepala BPKAD Keerom

-Daerah-400 views

KPK | Kota Jayapura, Papua – Memang tidak bisa dipungkiri kinerja seorang Trisiswanda Indra dalam memimpin OPD-BPKAD Keerom, yakni dalam hal pelayanan publik yang baik, dan juga mengejewantahkan respon humanisme kepada sesama (masyarakat).

Selain konfesi (pengakuan) ketua LSM Yerry Basri Mak, SH atas implementasi pelayanan publik kepada masyarakat di Keerom yang patut diacungi jempol dan layak diberi apresiasi setinggi-tingginya, pimpinan WGAB juga menghaturkan permintaan maaf atas keteledoran yang mungkin pernah dilakukan.

“Bicara kinerja dan implementasi pelayanan publik yang baik, dalam kaca mata kami LSM sesuai pengamatan di Keerom selama ini, belum ada yang punya style serta budaya pelayanan mirip pak Indra. Beliau selalu berempati dan cepat tersentuh untuk menolong masyarakatnya di Keerom.

Coba kita telusuri di sejumlah OPD yang ada di Keerom, ada kah yang bisa tabah dan loyal sampai sore hari layani tamu masyarakat seperti pak Indra?. Saya kira sejauh pengamatan kami belum ada. Ini fakta bukan bicara omong kosong. Jika beliau ada di ruangan kerjanya di kantor, pasti siapa pun dia layani sampai selesai.

Namun sebelumnya, di samping mengangkat realitas kinerja beliau yang sosialis dan transparan soal pelayanan publik itu sendiri, atas nama pribadi dan lembaga independen WGAB, saya sangat meminta maaf atas keteledoran yang sudah kami lakukan beberapa waktu lalu.” Ujar Yerry.

Ketua LSM menjelaskan di hadapan wartawan media nasional ini, apa yang pihaknya lakukan semata-mata hanya pro aktif bersuara untuk kemaslahatan rakyat, tapi dirinya baru sadar jika pribadi yang dipercayakan menjadi Bendahara Umum Daerah alias BUD dan kepala BPKAD di Keerom, adalah sosok yang sangat baik, humanis dan jujur.

“Secara pribadi dan atas nama lembaga independen kami Wadah Gerakan Anak Bangsa, saya jujur sangat meminta maaf atas keteledoran kami yang sudah terjadi. Saya benar-benar sangat meminta maaf kepada beliau (kaban, red).

Semuanya itu semata-mata hanya untuk kemaslahatan masyarakat di Keerom juga, tapi mata kami digelapkan sampai lupa melihat kejujuran, kebaikan hati bagi masyarakat, kinerjanya, peduli kasihnya, dan soal pelayanan publik pak Indra yang sangat luar biasa.

Saya tahu bahwa beliau orang jujur dan sangat terbuka. Sifatnya sangat baik dan sosialis kepada siapa pun. Dia sangat ringan tangan dan berhati mulia untuk selalu menolong siapa pun tanpa pandang bulu. Kami memang berdosa sama pak Indra sendiri, juga terhadap bapak Bupati, karena sudah beberapa kali menyerang Pemda Keerom terkait Hibah-Bansos.” Tambahnya.

Di akhir pernyataan pers yang ditulis dan dikirim melalui whatsapp kepada koran pemberitaan korupsi (18/12), Yerry sangat berharap agar ke depan sosok publik figur yang baik dan perhatian sama masyarakatnya seperti kepala BPKAD, dapat diperjuangkan untuk meraih pososi jabatan yang lebih tinggi lagi dalam jabatan karir-struktural di pemkab Keerom.

“Satu lagi dari saya, jujur saya dan semua staf saya di LSM sangat mendambakan pak Indra mendapat posisi jabatan strategis lagi satu tingkat di atasnya. Kami kemukakan ini karena realitas kepemimpinannya dalam melayani masyarakat yang sudah sangat terbukti. Keerom butuh figur pemimpin kaya begitu.

Jika dikehendaki, baik dari sisi kriteria atau mekanisme dan regulasinya, pengalaman kerjanya, pangkat dan golongannya, kami sangat mengharapkan pak Indra bisa diperhatikan kelak untuk menjadi Sekda Keerom. Ya, tapi semua ini kan berpulang kembali kepada aturan mainnya dan bagaimana seleksi Baperjakat dan Bupati nanti mempertimbangkannya.” Harap Yerry.

Disodorkan pertanyaan paling terakhir tentang perjuangan dan upaya LSM ke Kejaksaan Tinggi Papua, yaitu tentang tuntutan dinaikkannya status Penyelidikan ke Penyidikan dan menetapkan nama-nama tersangkanya terkait dugaan korupsi Hibah-Bansos di Keerom, Yerry berkata akan menarik suratnya di Kejati dan menarik kembali kata-katanya.

“Kami serahkan saja prosesnya terus berjalan karena sudah ditangani lembaga penegak hukum. Tapi surat kami LSM tetap akan kami tarik kembali, dan kata-kata atau ucapan-ucapan pernyataan kami yang barangkali terkesan mempresur terlalu tajam, baik Pemda Keerom secara umum, instansi BPKAD yang kepalanya pak Indra sendiri, kami tarik kembali sekaligus meminta maaf.

Hanya satu hal yang mau saya kemukakan selaku pimpinan LSM, dalam pernyataan ini saya sangat tidak yakin sosok terbaik yang patut dijadikan teladan seperti pak Indra bilamana dicurigai, ada tersangkut indikasi dugaan KKN atas pengelolaan Hibah-Bansos itu sendiri. Beliau orang terbuka dan jujur. Hatinya mulia dan sangat baik hati untuk membantu masyarakat Keerom yang susah dan kesulitan.

Saya yakini adanya temuan tersebut,  disebabkan cuma karena keterlambatan dan kesengajaan tak memasukan bukti pemakaian uang Hibah dan Bansosnya saja, oleh para penerima bantuan. Itu persoalan administrasi saja, jadi tolonglah Kejati jangan sampai terkesan mengabaikan rasa kemanusiaannya dan tak berpikir logis, untuk mengusut kasus di Keerom ini.

Jangan kita mencari-cari kesalahanlah!.” Tutup Yeery berpesan. {Crew; •Michael, Nando, Jeffry~Kaperwil Papua•}

News Feed