by

Mustiaji: Rusun Ini Buat PON & akan Dihibahkan ke Polres Jayapura

-Daerah-373 views

KPK | Sentani Jayapura, Papua – Akhirnya jelas keberadaan proyek pembangunan Rumah Susun alias RUSUN yang dikerjakan di Doyo Baru, tepatnya di areal Polres distrik Waibu kabupaten Jayapura.

Ternyata proyek pembangunan gedung 3 lantai ini diperuntukkan bukan untuk dikontrakan, dicicil milik seperti yang disangkakan LSM dan masyarakat, melainkan untuk menjadi rumah tempat tinggal bagi staf aparat Polres kabupaten Jayapura.

Gedung yang cukup megah dan sudah mencapai progres 90 persen lebih itu, menurut keterangan Wakil Manajernya Mustiaji di kantornya yang berada dekat rusun, aset yang bersumber dari APBN itu akan dipakai dahulu untuk akomodasi bagi perhelatan PON XX yang akan berlangsung 2020 mendatang.

“Rusun ini nanti akan dipakai dulu buat PON, setelah itu baru akan diserahkan (hibah, red) ke Polres kabupaten Jayapura. Untuk progresnya sendiri sudah mencapai 90 persen lebih, dan sudah hampir selesai.” Terang Mustiaji.

Selain rusun di Doyo Baru ujar penanggung jawab Proyek milik Satker SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Papua, masih ada dua rusun lagi yang sedang dikerjakan memasuki tahap rampung.

Masing-masing rusun tersebut, yaitu di Arso yang disebut sebagai Rumah Susun (RUSUN) I, rusun itu juga dibangun untuk dipakai PON dahulu, baru dihibah buat anggota Brimob yang bertugas di Polres Keerom.

Dan Rusun III yang dibangun di kampung Doyo Bambar, dekat Kompi Senapan. Sedangkan rusun Doyo Baru di samping atau di belakang Polres Jayapura sendiri, adalah RUSUN II.

“Rumah susun ini ada tiga pak. Rusun I di Arso yang dibangun untuk Polres Keerom, rusun II yang sedang kita kerjakan saat ini, dan rusun III ada di samping Kompi Doyo sebelah kali ular.” Sebut wakil maneger disungguhkan salah satu staf yang duduk dekat di sebelahnya.

Di depan Mustiaji bersama 2 orang staf karyawannya di kantor kemarin siang (11/12), ketua LSM Barisan Rakyat Peduli Nusantara (BARAPEN) Provinsi Papua yang ditemani awak media ini saat bersilahturahmi dengan pihak Penyedia Rusun mengatakan, dirinya heran akan perlakuan PPK Rusun termasuk Kasatkernya sendiri.

“Sebenarnya yang patut memberikan keterangan konfirmasinya adalah pihak pemerintah, selaku yang punya kegiatan pekerjaan proyek ini. Tapi kami beberapa kali meminta konfirmasi pun tidak ditanggapi.

Permintaan konfirmasi kepada kantor SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Papua juga datang dari sahabat saya ketua LSM WGAB Provinsi Papua, Yerry Basri Mak, SH. Tapi seakan tak dipedulikan pak Malikidin Soltief dan Pak Rein selaku PPK itu sendiri.” Ungkap Edison Suebu, SH.

Bukan hanya kedua LSM resmi itu yang meminta konfirmasi soal proyek rusun 2 Doyo Baru, permintaan konfirmasi yang sama juga bahkan sudah pernah dilakukan wartawan media nasional ini.

Tapi sama seperti membuang garam ke laut, upaya dan niat baik awak media dalam rangka memberitakan kegiatan fisik pemerintah itu, masih sama sekali tak menggugah hati kepala satuan kerja kantor SNVT bersama staf PPK-nya untuk tampil memberikan konfirmasi di media.

Selanjutnya tambah Mustiaji, dia menyebutkan kantor pusat PT. Panca Duta Karya Abadi berada di Surabaya. Mus juga menjelaskan kalau bangunan rusun tersebut memiliki 42 rumah dengan type 36, yang dirancang untuk keluarga kecil dengan satu atau dua orang anak dari anggota kepolisian.

“Kantor pusat perusahaan ada di Surabaya, tapi cabangnya ada berapa di Papua sini. Kebetulan untuk proyek rusun dua ini, saya yang dipercayakan jadi wakil managernya.

Untuk diketahui, rusun ini memiliki 42 rumah di dalamnya, dengan satu ruang tamu, satu dapur, satu MCK, dan terdiri dari dua ruang tidur. Pokoknya untuk keluarga-keluarga anggota polisi yang baru, yang punya anak satu atau dua oranglah begitu.” Tutur Mus.

Sesamapai di luar dekat gedung tersebut, wartawan bersama ketua LSM BARAPEN mencoba untuk menyapa tiga orang karyawan yang sedang bekerja di lantai 1 bagian luar, dekat saluran pembuangan (parit).

Ucap salah seorang pria ketika ditanyai soal finishing proyek itu, tukang atau pun kulih bangunan yang lupa ditanyai namanya itu menuturkan tinggal pemasangan Keramik dan listnya. Termasuk pemasangan beberapa lembar kaca di sejumlah kosen yang ada.

“Sudah mau selesai memang pak. Ini tinggal dipasang Keramik dan listnya saja. Di sana ada pemasangan kaca di beberapa Jendela, itu saja pak. Desember ini juga selesai semua.” Imbuhnya.

Disampaikan kembali mengenai hasil perjumpaan bersama kontraktor pelaksana di kantor Direksi Kit, atau di kantor Pemasarannya kepada ketua LSM WGAB, Yerry hanya merasa kesal dengan sikap kasatker SNVT dan PPK Rusun yang tidak terbuka.

“Sebenarnya kalau pihak satker terbuka atas kegiatan mereka itu, kami pasti lega dan ikut mendukung program pemerintah daerah, untuk menggunakan jasa rusun milik Polres kabupaten Jayapura nantinya buat iven PON XX.

Namun terkesan pak Soltif sebagai kasatker dan PPK-nya pak Rein terus tertutup sampai sekarang kan?. Ada apa sebenarnya dengan tak transparannya kedua pejabat ini?.

Menurut kami ini sudah merupakan gaya dan contoh pelayanan publik yang kurang bagus, yang sudah dan sedang diperlihatkan ke media dan juga LSM. Begitupun ke masyarakat.

Tadinya kan kami kira rusun itu buat masyarakat, atau buat aset Pemda untuk dikomersilkan menjadi sumber pendapatan bagi daerah. Ternyata baru kami tahu kalau itu buat dihibahkan ke Polres Jayapura.” Bilang Yerry keheranan saat dikabarkan via ponsel.

Rasa keheranan yang sama juga sebelumnya sudah disampaikan pimpinan LSM BARAPEN, pasca pertemuan dengan wakil perusahaan penyedia Mustiaji. Begini kata Edison Suebu, SH:

“Terus terang saya kaget memang ketika mendengar penjelasan dari pak Mustiaji tadi, bahwasanya gedung rusun itu diperuntukkan buat Polres Jayapura.

Tidak ada yang salah memang, mau dibangun untuk institusi mana pun di negara kita, tapi yang jadi pertanyaan besar kami LSM, ada apa dengan tertutupnya pak kasatker dan pak PPK?.

Apakah karena itu gedung buat Polres dan bukan buat Pemda sehingga mereka berdua terkesan berberat hati dan berberat lidah untuk berterus terang memberi keterangan kepada media dan juga LSM?.” Tutup Edy seakan tak habis berpikir tentang sikap pelayanan publik kasatker Malikidin Soltief bersama Yohanes Rein Rumbewas (PPK). {Crew: • Jeffry (Jack), R.W•~Kaperwil}.

News Feed