by

Aksi Demo Damai Bela Peladang di Pangkalan Bun

-Daerah-1,126 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Pangkalan bun, Kobar/Kalteng – Aksi demo lanjutan untuk membela peladang yang di tahan dalam kasus Karhutla berlanjut lagi pada jumat,20 desember 2019 yang di mulai dari kantor PN Pangkalan bun, kemudian berlanjut ke gedung DPRD kabupaten Kotawaringin Barat,dalam hal ini di ikuti oleh beberapa ormas dan mahasiswa Kobar. Demo ini di lakukan untuk menuntut kebebasan 2 orang peladang atas nama Gusti Maulidin dan Sarwani,yang mana kedua orang ini pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai peladang.

Adapun para pendemo meminta kepada pihak DPRD untuk membantu mengambil suatu kebijakan agar kedua peladang yang saat ini sudah menjadi tersangka kasus Karhutla agar supaya bisa di bebaskan dari jeratan hukum, adapun isi dari tuntutan mereka ke DPRD Kobar adalah:

1.Menuntut DPRD segera membuat produk hukum daerah terkait Perlindungan dan Pengakuan Hak Masyarakat Adat ,Termasuk Tradisi Berladang Di Kotawaringin Barat,Sesuai Dengan Amanat Undang-Undang. Dan Harus Di masukkan Dalam Program Legislasi Daerah Dan Di Sahkan Tahun 2020.

2.Meminta Jaksa Agung Republik Indonesia Mengevaluasi Kinerja Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pangkalan bun Dalam Menangani Kasus Karhutla Di Kotawaringin Barat.

3.Mendesak Komisi Yudisial Republik Indonesia dan Badan Pengawas Mahkamah Agung Untuk Mengevaluasi Seluruh Putusan dan Kinerja Hakim Terhadap Peladang Tradisional dan Kasus-Kasus Karhutla di Kalimantan Tengah,Khususnya Kotawaringin Barat.

4.Mendesak Penegak Hukum Untuk Segera Mengadili Kejahatan Kebakaran Hutan Dan Lahan Yang Di lakukan Oleh Korporasi.

Pihak dari DPRD Kobar menyambut para aksi demo ini dengan baik meskipun agak sedikit terlambat dan di lakukan di luar halaman gedung DPRD, yang kemudian para pendemo ini di bawa masuk ke halaman gedung DPRD Kobar, dan kemudian sebagian para pendemo yang berasal dari peladang melakukan aksi cara berladang tradisional,tujuannya agar supaya pihak dari DPRD Kobar bisa melihat bagaimana para peladang ini bekerja di ladang.

Dalam aksi demo ini di hadiri pula Kapolres Kobar AKBP E. Dharma B. Ginting, SH, SIK, MH beserta jajarannya,Dandim dari Kodim 1014 Pangkalan bun Letkol Inf Yudi Rianto Ratu,dan salah satu ormas yang ikut dalam aksi demo ini adalah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) yang di ketuai oleh Dani dan Mahasiswa serta masyarakat adat. Dalam hal ini pihak dari pendemo dengan pihak DPRD Kobar sudah membuat Nota Kesepakatan yang bunyinya adalah:

1.Akan menggelar rapat dengar pendapat membahas seluruh tuntutan yang di sampaikan Aliansi Mahasiswa Kobar,Aliansi Masyarakat Nusantara Kobar dan Solidaritas Peduli Peladang Kobar,khususnya tentang produk hukum tentang perlindungan dan pengakuan masyarakat adat Kobar.

2.Rapat dengar pendapat tersebut di laksanakan secara partisipatif dengan melibatkan organisasi masyarakat adat,akadimisi,praktisi Hukum dan yg terkait lain nya.

3.Rapat dengar pendapat tersebut dilaksanakan selambat -lambatnya dalam masa sidang II tahun sidang 2020.

Berita ini akan berlanjut ke edisi mendatang… Wartawan: Ronny/Laila

News Feed