by

Oknum Anggota Polres Lakukan Penganiayaan di Kobar

-Hukam-615 views

koranpemberitaankorupsi.com | Pangkalan bun, Kobar/Kalteng – Berdasarkan hasil laporan dari korban penganiayaan yang terjadi di desa sungai rangit jaya sp 6,kecamatan Pangkalan Lada, kabupaten Kotawaringin Barat ke Polres Kobar dengan Surat Pengaduan Masyarakat (DUMAS), no: DUMAS/313/IX/RES 7.4/2019.

Penganiayaan ini terjadi karena di latar belakangi rasa sakit hati dengan si korban yang berinisial N kepada pelaku yang berinisial RS Sinaga, RL Sinaga dan ERN Si naga atas sikap N yang melarang ketiga pelaku ini untuk melewati jalan dan jembatan yang di buat oleh korban ini sendiri,yang mana akibat penganiayaan dan penggeroyokan ini si korban mengalami luka-luka di sekujur tubuh dengan beberapa jahitan serta kuku kaki kiri dan kanan dan kuku jari manis tangan sebelah kanan hampir semuanya lepas.

Pelaku melakukan penganiayaan dan penggeroyokan menggunakan kayu sebesar pergelangan tangan orang dewasa sehingga si korban terpaksa di larikan ke rumah sakit Sultan Imannudin dengan pickup jenis kijang milik tetangga korban.Dan akibat luka-luka penganiyaan dan penggeroyokan si korban di rawat inap selama 2 hari di rumah sakit Sultan Imannudin Pangkalan bun, kabupaten Kotawaringin Barat.

Dalam kasus ini pun sudah di limpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Pangkalan bun, dan pada tanggal 16 desember 2019 sudah di lakukan sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Pangkalan bun.Dalam kasus ini,pihak kami dari team media KPK melakukan konfirmasi ke pihak korban dengan menyatakan bahwa, saya selaku korban sangat berharap sekali kepada pihak Pengadilan Negeri Pangkalan bun untuk membuat efek jera kepada si pelaku, agar tidak ada lagi kejadian serupa, ungkap korban N.

Dan lebih mirisnya lagi, salah satu dari pelaku ini merupakan oknum anggota polres yang masih aktif di institusinya, yang berinisial RS.Selain itu kami dari team media KPK juga melakukan konfirmasi ke Kejaksaan Negeri Pangkalan bun yang di wakili oleh Nofan selaku kasi intel dan Nofan membenarkan adanya pelimpahan kasus dan pelaku di kenakan pasal 170 KUHP, terang Nofan.

Dan dalam hal inipun kami dari team media KPK juga melakukan konfirmasi ke waka Polres Kobar menyatakan bahwa,kasusnya ini sudah di limpahkan ke kejaksaan,coba kejar langsung saja ke sana,ungkap waka Polres Kobar Kompol Rohman Yongky,

dan pada tanggal 13 desember 2019 pihak kami juga melakukan konfirmasi ke Kapolres Lamandau ,dan kebetulan pada saat itu Kapolres sedang ada kegiatan di luar,lalu kami pun mencoba menghubungi komandan Propam yang kebetulan juga saat itu sedang berada di Palangkaraya,dan pada akhirnya kami pun menemui kabag opps,tetapi kabag opps pun tidak bisa memberikan keterangan karena dia baru saja bertugas di Polres Lamandau. Wartawan Ronny/Laila.

News Feed