by

DAK Tahun 2019 di SDN 1 Kekatung Diduga Tabrak Petunjuk Teknis

KPK | Tulang, Bawang Lampung – Dunia pedidikan secara kontinyu terus mendapat kucuran dana dari pemerintah melalui program bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 guna melengkapi sarana prasarana untuk meningkatkan mutu pendidikan di setiap daerah hingga merata.

Namun hal ini menimbulkan potensi kasus praktek pelanggaran, dalam pengalokasian dana tersebut sangat rentan korupsi, tak jarang kesempatan ini dijadikan aji mumpung untuk meraup keuntungan pribadi oleh beberapa oknum yang bermental korup.

Seperti halnya yang terjadi di sdn 1 kekatung , kecamatan dente teladas , kabupaten tulang bawang . Kepala sekolah sutixno s.pd

Sutixno s.pd kepala sekolah sdn 1 kekatung mendapat kan rehabilitas dua ruang kelas dengan nilai dana rp,209.456.000

Renopasi dua ruang kelas yang di duga asal jadi tidak mengacu ke petunjuk texnis,seperti pengangtian kusen pintu mau pun kusen jendela yang mengguna kan kayu jenis albasia atau yang di sebut2 Akasia.

Hal itu pun di sampai kan ,”oleh tukang pekerja harian, kepada wartawan koran pemberitaan korupsi (KPK) Kamis 05/12/19 untuk pengerjaan rehab dua ruang kelas yang kami kerjakan ini.

Itu diborong oleh kepala tukang ,bos saya pak Asmari kepada kepala sekolah sutixno Dan kalau kami dengan ,bos kami kepala tukang Asmari, kami upah harian sama dia ,” ungkap para pekerja. Ada ,udin,ada bari,ada deni dan defi.

Menyikapi hal demikian,” untuk konfirmasi dan kordinasi kepala sekolah tidak berada di sekolahan alias bolos Saat beberapa kali di hubungi via telpon genggam dan di SMS oleh wartawan media kpk. Sutixno tidak angkat telpon dan tidak membalas SMS.

Dari itu,”oknum pihak dinas pendidikan kabupaten Tulang Bawang yang membidangi segera harus lebih giat lagi untuk mengawasi dan memberi kan pembinaan dan pengarahan ke pihak sekolahan,agar mereka dapat memahami dengan sepenuh nya,karna kegiatan itu di suwakola kan ke sekolahan.

Bigitu pun dengan kunsultan yang membidangi nya agar dapat lebih giat untuk mengawasi dan memberi pengarahan ke pihak sekolahan ,karna kunsultan ,bagian dari ke pemerintahan daerah mau pun pemerintah pusat.

Sampai saat berita ini di mencul kan di media koran pemberitaan korupsi (KPK)yang mana sekolah tersebut mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2019 untuk dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah dan bukan untuk di pihak ketiga kan alias di borong borong kan.

Dari pantauan media ini dilapangan, senin 05/12/19 Banyak aitem-aitem yang di kerjakan tidak diterapkan sesuai dengan petunjuk texnis mau pun gambar atau (RAB). sebagaimana petunjuk Permendikbud No 1 tahun 2019). (tim)

News Feed