by

WGAB Apresiasi Kinerja Polri Tangkap Teroris dan Jinakan Bom

-Hukam-72 views

KPK | Jayapura, Papua – Penangkapan terduga teroris di Doyo Baru distrik Waibu pada sore hari (kamis 5/12), dan aksi kepolisian dalam mengatasi bom yang terpasang di jembatan pertama Doyo Baru, turut mendapat perhatian ketua LSM Wadah Gerakan Anak Bangsa (WGAB) Provinsi Papua, Yerry Basri Mak, SH.

Dalam pernyataannya yang diberikan di kediamannya sekitar pukul 10.00 Wit (malam di kotaraja), Yerry meminta aparat TNI POLRI bersama pemerintah daerah agar melihat dan menanggapi hal ini secara serius. Dia berharap oknum-oknum terduga teroris itu dihukum seberat-beratnya.

“Teroris adalah musuh negara dan musuh kita semua. Dunia internasional mengutuk keras tindakan-tindakan kejahatan teroris yang sudah merugikan banyak pihak. Ulah teroris banyak orang kehilangan nyawa dan harta benda.

Secara pribadi dan lembaga, saya beri apresiasi yang setinggi-tingginya atas kinerja Kepolisian Repoblik Indonesia, yang mana sudah berhasil menangkap pelaku yang diduga teroris di Doyo Baru distrik Waibu kabupaten Jayapura.

Kami juga bangga atas kerja cepat team Gegana POLDA Papua bersama Polres Jayapura dan Densus 88 Mabes POLRI, yang dengan skill, ilmu dan peralatannya dapat meredam atau menghancurkan bom yang terpasang di bawah jembatan Doyo Baru. Kami sangat bangga buat kepolisian kita.

Saya sebagai ketua LSM sangat meminta dan mengharapkan kerja sama dan sinergi dari Pemda dan institusi TNI POLRI bersama Tokoh Agama, Adat dan Masyarakat, untuk segera melihat serta menanggapi hal ini secara serius. Jangan anggap enteng hal ini.

Jelang momen Natal dan juga Tahun Baru 2020, kenapa peristiwa ini harus terjadi?. Ada rancangan apa dari terduga teroris ini untuk menganggu kedamaian yang sudah terjaga sejak dulu di Papua?.” Tegas ketua LSM.

Menutup pernyataannya Yerry menyampaikan masukannya kepada pemerintah daerah, agar dapat menggodok satu regulasi protektif terhadap Tanah Papua dan Penduduknya dari ancaman bahaya terorisme.

Pimpinan LSM WGAB meminta dirancang, digodok dan ditetapkan, dan diberlakukan sebuah regulasi daerah yang mengatur tentang arus masuk imigran atau orang dari luar wilayah Papua, yang mau datang ke Papua entah lama atau hanya tinggal untuk sementara.

“Kami minta dan serukan kepada bapak Gubernur Papua, DPRP, MRP dan semua Perangkatnya, terutama bapak-bapak dan ibu-ibu dewan kita di DPRP, tolonglah merancang dan tetapkan regulasi daerah yang benar-benar protektif bagi OAP, dan semua warga nusantara yang sudah menjadi orang Papua.

Regulasi itu harus diberlakukan. Bagi masyarakat non asli Papua atau yang bukan orang Papua yang dari luar hendak masuk ke Tanah Papua, baik melalui Udara atau Laut, harus diselidiki secara baik tujuannya dulu baru diperbolehkan masuk ke kota.

Dan dia tidak boleh tinggal berlama-lama di sini jika hanya mau datang kunjungi keluarga. Kalau mau cari kerja pun harus patuhi peraturan di daerah yang sudah diberlakukan. Begitu pun yang beralasan bisnis dan lain sebagainya.

Siapa pun dia yang masuk ke Papua, identitasnya harus lengkap dan benar. Dan orang-orang yang masuk ke Papua itu harus diawasi dan dipantau pergerakannya oleh aparat, jika identitasnya dan tujuannya masih diragukan.

Kuncinya ada di setiap pintu masuk ke negeri ini. Di mana?, ya di Pelabuhan dan di Bandar Udara. Di dua pintu masuk ini proses pemeriksaan yang teliti dan akurat harus dilakukan.

Terakhir dari saya sekali lagi, siapa pun yang baru datang di Papua, harus diawasi ketat!. Jangka waktu tinggalnya pun tidak boleh lama, jika bukan karena tugas negara sebagai ASN atau sebagai aparat TNI POLRI dan BUMN, atau untuk study.” Ungkap ketua LSM menyarankan.

{Crew KPK; Jeffry, R.W {Jack}~Kaperwil}

News Feed