by

Hakordia, Rosidi Salut Terhadap Kinerja Jokowi dan Anies

-Ragam-319 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Jakarta – Hari ini, 9 Desember 2019 merupakan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Pentas #Prestasi TanpaKorupsi, yang digelar di SMK Negeri 57, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (9/12/2019) pagi.

Bicara perilaku korupsi, kedua nama tersebut hingga kini diketahui bersih dari dugaan korupsi.

Presiden Jokowi yang merupakan seorang pengusaha meubel, sejak menjabat sebagai walikota dan gubernur hingga menjadi seorang presiden tak pernah sekalipun tersangkut korupsi.

Begitu pula dengan Anies Baswedan, ketika menjadi menteri hingga mengemban amanat sebagai Gubernur DKI Jakarta, namanya selalu harum.

“Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kinerja Pak Jokowi dan Pak Anies Baswedan. Mereka pekerja keras dan selalu menjaga diri untuk tidak korupsi,” ujar Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Bung Karno Rosidi Roslan ditemui di sela-sela kesibukannya, di Jakarta (9/12/2019).

Lebih lanjut Rosidi mengatakan, kedua tokoh tersebut dapat menjaga diri dari korupsi salah satu sebabnya karena kuatnya iman Islam mereka. Apalagi, seperti diketahui bahwa Gubernur Anies berdarah Arab, negeri kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Sehingga, Rosidi berharap agar kaum milenial saat ini mampu meneladani sifat Jokowi dan Anies Baswedan. “Sebagai orang Indonesia yang beragama Islam, kita harus meneladani Rosululloh sebagai utusan Alloh dan juga meneladani Pak Jokowi dan Pak Anies sebagai pemimpin yang berjuang membela agama Alloh,” jelas Rosidi.

Bicara korupsi, Rosidi mengatakan, mulai dari hal kecil, yang namanya korupsi itu tidak boleh. “Sekecil apapun itu tetap korupsi. Tidak gede, tidak kecil, tidak boleh! Yang kedua yang namanya KKN; korupsi, kolusi, nepotisme tidak boleh,” tegas Rosidi.

Sejak usia dini, lanjut Rosidi, setiap anak harus diajarkan tentang bahaya laten korupsi. “Karena korupsilah yang banyak menghancurkan kehidupan kita, kehidupan negara kita, kehidupan rakyat kita,” pungkas Rosidi.

Rosidi pun mengingatkan, bahwa tidak hanya korupsi masalah uang, korupsi masalah waktu pun juga tidak boleh. Ia menyampaikan, korupsi itu dimulai dari hal-hal kecil. Tapi kalau kita sadar semuanya bahwa itu tidak boleh. Sekecil apapun.

“Karena dari situlah bibit-bibit korupsi itu muncul, dimulai dari yang kecil-kecil. Kalau enggak diperhatikan nanti akan membesar, membesar, membesar dan menjadi betul-betul sebuah korupsi besar betul,” ujar Rosidi.

Oleh sebab itu, Rosidi menyampaikan, kita harus membiasakan sejak kecil untuk berpikir dan bersikap kritis kalau ada hal-hal yang memang tidak baik. Bicaralah itu tidak baik, ini tidak baik. Terhadap teman-teman kita, diingatkan, diberitahu.

Disiplin itu, disebutkannya, penting, tepat waktu itu penting, percaya diri itu penting, optimis itu penting, berpikir produktif itu penting, berpikir kolaboratif sama-sama bekerja penting.

“Karena itu menjadi kunci sukses bagi kita dalam kehidupan ke depan,” ucapnya.

Terakhir Rosidi berharap agar Indonesia bisa terus maju tanpa adanya korupsi dan semoga pemimpin seperti Jokowi dan Anies diberi umur yang panjang agar dapat terus bekerja menjalankan amanah rakyat.

News Feed