by

Tidak Terima Diberitakan, Oknum Pejabat Diskominfo Tuba Diduga Sewa Preman

-Daerah-385 views

KPK | Tulang Bawang, Lampung – Dengan ada nya Terkait Penyajian Pemberitaan yang di Publikasikan wartawan salah satu Media di Tulang Bawang beberapa hari yang lalu tentang Pembayaran Dana Publikasi dan Advetorial Diskominfo Tulang Bawang Yang Bermasalah.jumat (22/11/19) Oknum Diskominfo Tulang Bawang, Diduga Sewa Preman untuk menemui Wartawan media tersebut. Selasa (3/12/19)

Saat itu sekira pukul 11.30 WIB Senin (2/12/19) seseorang yang tidak di kenal mengaku masih famili dari seorang Oknum Dinas Pegawai Negri Sipil (PNS) Diskominfo Tulang Bawang menemui wartawan Sebuah Media Di Tulang Bawang Lampung. Iya mengatakan “itu orang kita, jadi apa permasalahan sampai muncul pemberitaan yang tidak di harafkan”.

Wartawan sebuah Media tersebut Menjelaskan bahwa kami dari media hanya menyampaikan aspirasi dan keluhan kami tentang cara pencairan dan pembayaran dana publikasi mau pun dana advetorial yang selama ini sudah menjalin kemitraan Diskominfo kepada awak media yang bertugas di wilayah kabupaten Tulang Bawang yang kami anggap tidak sesuai dengan perjanjian dan bermasalah.

Karna menurut kami dari awak media pencairan yang akan di bayarkan itu tidak sesuai dengan perjanjian atau MOU. Sementara itu pihak perusaan tidak mau tau hal itu,karna semua awak Media punya perusahaan dan tanggung jawab kepada Pimpinan Prusahaan,” ungkap wartawan kepada seseorang yang menemuinya,senin (2/12/19)

Jelasnya kembali,kami dari Media tidak ada unsur untuk saling menjatuhkan siapa pun ,kami hanya menyampaikan keluhan dan aspirasi kami sebagai insan Pers dan tujuan kami agar kemitraan itu bisa dipenuhi sesuai dengan MOU nya dan bisa bermitra dengan baik supaya semua nya bisa terakomodir dan berjalan dengan baik kedepannya.

Hal senada,” kami dari awak media merasa bertanggung jawab dan punya kewajiban dengan perusahaan media kami.

Maka dari itu Pembayaran Dana kemitraan Publikasi, Advetorial Diskominfo Tulang Bawang kami Anggap Bermasalah.

Sekira nya tagihan berkisar Rp 78 juta dalam satu tahun dan di tambah sisa tahun kemarin Hanya bisa terbayarkan berkisar Rp 2 juta 500 ribu Rupiah sampai 3 juta Rupiah. Itu belum termasuk potong pajak. Sementara itu kegiatan tahun 2019 akan berakhir.

Selang beberapa waktu kemudian,sekira pukul 20.30 wib malam hari, selasa (3/12/19) Seorang yang diduga Pesuruh oknum Diskominfo, menghubungi wartawan via telepon genggam, mengatakan bahwasanya telah saya sampaikan kepada humas kominfo tentang pencairan atau pembayaran dana kemitraan Publikasi maupun dana Advetorial itu belum bisa terpenuhi pembayarannya untuk tahun 2019, melainkan akan dibayar di tahun mendatang tahun 2020,” jelasnya (tab dan tim)

News Feed