by

Dua LSM Besar Minta Cabup 11 Kabupaten Harus Asli OAP

-Politik-106 views

KPK | Jayapura, Papua – Dua LSM besar yang sudah dikenal publik Papua: WGAB dan BARAPEN, akhirnya angkat bicara soal Bakal Calon (Balon) Bupati dan bakal Calon Wakil Bupati, yang akan bertarung dalam kontestasi politik tahun depan (2020).

Ajang pertarungan politik Pilkada serentak nanti, dikabarkan bakal ada figur-figur yang secara genetika bukan orang atau suku asli Papua, tetapi berkeinginan juga untuk maju sebagai calon kepala daerah.

Benar kah demikian?. Ternyata hal itu justru bukan kabar angin. Rumor akan ada sosok orang non asli Papua yang berkeinginan maju itu, dibantah keras oleh kedua aktifis yang mengetuai LSM BARAPEN dan LSM WGAB Provinsi Papua.

Apa kata Yerry Basri Mak sendiri selaku pucuk pimpinan LSM WGAB?. Berikut pernyataannya yang disampaikan langsung melalui sambungan telepon kemarin;

“Jelas kami bantah habis-habisan. Ini tidak adil kalau ada pribadi suku non asli Papua berdasarkan genetika yang mau ikut maju dalam Pilkada. Oh jelas tidak boleh. Sisa Otsus ini kalian lagi kasih penghargaan buat OAP, biar seratus persen OAPlah yang memimpin di 11 kabupaten itu.

Seruan kami ini bukan ditujukan buat calon bupatinya saja, tetapi termasuk untuk calon wakil bupatinya juga. Baik calon bupati, calon wakil bupati, keduanya sama-sama harus Orang Asli Papua atau OAP. Tidak boleh ada suku non OAP yang mau ikut maju lagi.

Kasih kesempatan dan penghargaan dong buat anak-anak asli Papua ini, mereka naik memimpin di daerahnya sendiri di sebelas kabupaten di Tanah Papua.

Kami juga sangat menolak ada figur-figur yang karena kepentingan politik semata, lalu memakai kendaraan ‘Penobatan sebagai Anak Adat’ untuk bisa diakui maju dalam Pilkada.

Kami WGAB harus serukan, tolong KPUD yang ada di sebelas kabupaten supaya menghargai maklumat yang dikeluarkan MRP, terkait siapa-siapa yang harus maju di 11 kabupaten.

Ini Otsus periode terakhir, jadi pribadi-pribadi yang merasa sebenarnya dia bukan orang asli Papua, darahnya dan gennya itu bukan asli Papua, haruslah hargai orang asli pribumi pemilik tanah Papua.

Sekali lagi saya mewakili seluruh aktifis saya di WGAB, kami mengingatkan KPUD yang ada di sebelas kabupaten supaya bekerja jujur, adil, takut akan Tuhan dan benar-benar ada keberpihakan kepada OAP.

Ini periode terakhir. Otsus akan berakhir, jadi kami berharap penyelenggara KPUD yang ada di sebelas kabupaten nanti juga punya hati dan memahami hal ini. Cabup dan Cawabup harus orang asli Papua. Titik!.

Pernyataan tegas dari Edison Suebu, SH pun tidak jauh beda soal seleksi bakal cabup dan cawabup nanti. Ini dia ungkapannya via seluler (25/11);

“Saya tidak panjang lebar memberi statemen saya soal itu. Sebagai pimpinan LSM BARAPEN Provinsi Papua, saya hanya mau berpesan dan juga mengingatkan KPUD yang bekerja, begitu pun kembali ke Parpol yang akan memberikan SK.

Partai politik yang melakukan seleksi balon bupati dan balon wakil bupati, kami minta fokuskan figur-figur orang asli Papua, mengingat sisa waktu Otsus yang tersisa satu periode ini.

Jangan karena motivasi uang atau money politik, siapa saja meskipun bukan ras asli Papua, dia bisa direkomendir partai untuk maju bupati dan wakil bupati.

Semoga ini juga menjadi perhatian penyelenggara KPU, meskipun mungkin sedikit bertentangan dengan ketentuan UU Otsus 21 Tahun 2001, yang hanya mewajibkan Gubernur dan Wakil Gubernur adalah OAP.

Untuk sisa Otsus yang berjalan ini, kami sangat mengharapkan dan meminta ada perhatian dari semua pihak. Baik para tokoh LMA di Papua, Dewan Adat, terlebih pejabat-pejabat daerah yang adalah orang asli Papua.

Baik di eksekutif maupun di legislatif, dan pula masyarakat adat itu sendiri, supaya satu hati dan satu jiwa menyerukan dengan tegas, agar Parpol dalam perekrutan mau memahami isi hati OAP.

KPUD juga kiranya bisa ikut memahami hal ini dan membahasnya, dan memberi kebijkan khusus di sisa waktu periode terakhir kami orang asli Papua. Yaitu supaya tidak boleh lagi ada sosok-sosok non asli Papua yang mau bawa diri maju dalam Pilkada 2020 besok, ikut diterima.

Pokoknya untuk sisa Otsus yang cuma berapa tahun ini saja, jangan lagi Parpol dan Penyelenggara terima yang non OAP untuk ikut maju. Lolos nanti atau tidak dipilih rakyat, biarkan kami orang asli Papua yang saling berkompetisi dalam proses Pilkada mendatang.” Pinta Suebu mengingatkan. Crew: •Michael, Nando, Jeffry~Kaperwil

News Feed