by

Tembok Cipta Karya Dinas PU Jadi Sasaran Ludah Pinang

-Daerah-442 views

KPK | Kota Jayapura – Sungguh suatu pemandangan yang terlihat tidak menarik di instansi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua, di mana di lantai tiga tepatnya di luar ruangan bidang Cipta Karya samping kiri, terlihat jelas noda dan kotoran ludah pinang yang disemburkan dari mulut orang yang tidak dikenal.

Pemandangan jelek dan kotor itu menarik banyak perhatian, bukan saja pegawai tetapi juga para pengusaha yang hendak berurusan di bidang Cipta Karya. Hal ini membuat beberapa pengusaha dari kalangan ibu-ibu sempat bertanya-tanya. Selasa (19/11/2019).

Ludah pinang jorok ini kenapa dibiarkan?. Kenapa tidak segera dibersihkan atau dicat ulang temboknya?. Inikan memalukan!. Padahal pemandangan kotor ini berada tepat di depan pintu masuk ruangan cipta karya. Seharusnya sudah dibersihkan bekas ludah pinang yang sudah mengering ini, karena merusak sekali pemandangan kantor ini.” Sindir salah seorang ibu berinisial RD.

Salah seorang ibu pengusaha lain yang keberatan menyebutkan namanya, di hadapan wartawan media koran pemberitaan korupsi, ibu ini ikut menyikapi tembok yang dihiasi warna ciri khas buah pergaulan dan tradisi orang asli Papua itu.

Ibu pengusaha ini bahkan sedikit menyindir kepala bidang di ruangan tersebut yang notabene seorang perempuan. Dia juga menyayangkan jika semua mata staf ASN di ruangan itu, baik kepala bidangnya sendiri,  maupun stafnya yang sudah melihat dan mengetahuinya serta berlalu lalang di situ, tetapi seakan membiarkan saja hal itu.

“Apa kepala bidangnya tidak melihat pemandangan yang jorok ini?. Padahal inikan berada tepat di depan ruangan cipta karya. Kenapa sampai terjadi pembiaran untuk pemandangan jelek seperti ini?. Dan kami lihat, seakan semuanya malas tahu dengan kotoran ludah pinang ini.

Terus kepala bidangnya kan perempuan. Kok kebersihan kantor ini kenapa tidak dipedulikan ya?. Staf bawahannya kenapa sampai pada malas tahu serta tidak peduli dengan kebersihan dan keindahan ruangan ini ya…?. Inikan tidak bagus untuk dipandang. Tidak elok dilihat.” Ujarnya merasa heran.

Kembali sindir ibu paruh baya berinisial RD ini demikian; “Bukan di luar ruangan cipta karya saja. Ada juga semburan ludah pinang yang menempel di luar dinding bidang Bina Marga yang bersebelahan dengan Cipta Karya, dan kotoran ludah pinang itu malah dibiarkan begitu saja.

Masa beli satu Kaleng Cat saja kalian rasa berat?. Kenapa tidak ada yang mau peduli dengan kebersihan dan keindahan di ruangan ini?. Seharusnya kotoran seperti ini tidak boleh mengotori dinding kantor dan dibiarkan begitu saja terus.

Ini jelas sangat memalukan kita semua yang datang ke sini dan melihatnya. Nanti dibilang apa sama saudara-saudara kita yang tidak tahu makan pinang?!. Benar kan?. Sayang sekali jika tidak cepat dibersihkan kotoran ini.” Tutur RD seakan tak menerima pemandangan jorok itu.

Pesan wartawan tentunya, setelah mengamati langsung keberadaan kotoran hasil semburan ludah pinang yang masih melekat menghiasi dinding ruangan Cipta Karya, media juga mau menyarankan kepada kepala dinas PU sendiri.

Semoga pucuk pimpinan di instansi PU dapat menindak-lanjuti berita ini, dan selalu mengimbau kepada seluruh stafnya supaya bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan kantornya.

Termasuk para tamu yang berdatangan ke Dinas PU di Dok 4 distrik Jayapura Utara, supaya bisa ikut merawat dinding dan areal kantor. Tujuannya, tidak lain demi keindahan dan kenyamanan ASN Dinas PU itu sendiri, bahkan para pengusaha atau kontraktor dan masyarakat yang punya kepentingan di OPD tersebut.

(Crew: Nando, Michael, Jeffry, R.W~Kaperwil)

News Feed