by

BARAPEN Minta Kasubag Pengendalian APBD di Kantor BPKAD Keerom Diganti

-Daerah-475 views

KPK | Jayapura, Papua – Banyak surat yang mengendap di ruangan Kasubag. Pengendalian APBD ditambah pelayanan publik yang dirasa jelek dari seorang Yohanes Patrick Arim, A.Md.Keu, ketua LSM BARAPEN Provinsi Papua meminta yang bersangkutan supaya segera diganti.

Pernyataan itu dikemukakan, menurut pimpinan LSM Edison Suebu SH sendiri (Sentani 18/11), adalah berdasarkan pengamatan langsung di kantor BPKAD Keerom selama beberapa kali dia berkunjung ke instansi tersebut.

“Banyak sekali keluhan masyarakat termasuk pegawai sendiri yang sudah kami dengar, tentang kelakuan pak Jack Arim bersama stafnya bernama ibu Vena, yang dipercayakan tangani surat.

Banyak surat permohonan atau proposal yang ternyata mengendap di ruangan pak Jack, tidak dilanjutkan ke kepala badan sendiri. Kenapa?, ya karena staf yang bersangkutan jarang masuk di kantor.

Kasihan, kalau ada surat yang sudah didisposisi Bupati untuk dibantu misalnya, dan waktu kebutuhannya itu sudah dekat, tapi karena mengendap suratnya, kasihan kan?. Terpaksa batal menyelesaikan atau tidak bisa menjawab kebutuhannya.

Begitu pun surat-surat yang belum jelas perintah bupati dengan disponya seperti apa, masyarakat kan ingin tahu. Tapi apa yang dia dapat?. Masyarakat kadang datang ke kantor, pak Jack tidak ada di ruangan. Dia ada juga, dia bilang yang tangani surat tidak masuk kantor. Masuk juga, dia bilang; “suratnya belum sampai atau belum dinaikkan ke saya (Jack),” dan lain-lain alasan.

Setiap kali kami datang, selalu tidak ada alasan yang jelas. Dan kalau pak Jack sebagai Kasubag jika dia peduli, seharusnya dia menelpon ibu Vena atau siapa pun yang tangani suratnya, untuk memastikan kapan ibu itu bisa datang ke kantor.

Jika bukan karena sakit atau alasan yang benar-benar urgen, pak kasubag langsung panggil saja ke kantor. Suruh ke kantor!. Dia kan bawahannya. Apakah ini ada hubungannya dengan lidik dan sidik di Kejati soal Bansos dan Hibah sehingga mereka baku lempar, dan seperti mau saling menghindar?. Jujur kami sangat heran.” Ungkap Edy kesal.

Lagi ketua LSM menuturkan, dalam pantauannya sendiri ketika beberapa kali berkunjung ke kantor BPKAD Keerom minggu lalu, di depan matanya ada beberapa orang dari masyarakat dan pegawai sendiri yang datang dan mengeluh, karena sikap pelayanan yang dirasa kurang baik di OPD yang dipimpin kabannya, bernama Trisiswanda Indra itu.

Saya datang dan melihat sendiri bagaimana pelayanan publik di ruangan pak kasubag Arim. Beliau ini kan yang menangani bantuan-bantuan. Masa saya masuk di ruangannya, dia sedang bermain kartu bersama beberapa orang staf bawahannya.

Lah, ini di saat jam kantor sedang berlangsung. Apakah tradisi ini pak Kaban juga tahu?. Sekda juga tahu?, Bupati juga tahu?. Wah ini sudah keterlaluan sebagai seorang ASN. Kami rasa ini sudah merupakan pembawaan di rumah yang dibawa lagi ke kantor.

Kami sempat berdiri di luar kantor itu dan dengar sendiri keluhan dari beberapa orang anggota masyarakat, bersama beberapa orang pegawai yang protes dan mengeluh, terhadap cara pelayanan dari pak Jack Arim sendiri bersama stafnya.

Dia dan stafnya harus mengerti pelayanan publik yang baik. Melayani orang atau masyarakat itu harus ramah, disertai dengan senyuman, jujur, transparan, dan tidak boleh bosan. Jadi kalian saja yang harus kita hargai ya?. Justru karena masyarakat yang harus kalian layani, kalian diangkat duduk di situ!.

Perlu diketahui, kami LSM akan tetap memantau kinerja pelayanan publik Organisasi Perangkat Daerah BKPAD Keerom. Kami juga akan mendorong hal ini ke Ombudsmen RI Perwakilan Papua, supaya turun lapangan memantau instansi yang dikepalai pak Indra itu.” Turut Edy dengan nada kecewa.

Ketua LSM menambahkan serta menutup pernyataannya dengan meminta secepatnya ada perhatian serius dari kepala BPKAD Keerom, juga dari Sekda Keerom, bahkan ada perhatian serius dari Bupati Keerom sendiri, agar segera mencari dan mengangkat figur ASN yang memiliki kharakter dan sikap pelayanan publik yang baik dan tepat, untuk menggantikan posisi Jack Arim.

Wartawan media koran pemberitaan korupsi ketika hendak meminta konfirmasi kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah kabupaten Keerom, nomor whatsapp kaban Indra ternyata tidak aktif.

{Crew; •Nando, Michael, Jeffry, R.W~Kaperwil•}

News Feed