by

Tarif Naik, Rokok Ilegal Marak di Aceh

-Daerah-489 views

KPK | Aceh – Isu harga rokok naik menjelang Januari 2020, sejumlah jenis rokok ilegal marak di Aceh khususnya Aceh Timur.

Ironisnya ada rokok ilegal yang tidak bermerek alias polos pada kotak bungkusan, atau menggunakan bungkusan putih polos beredar di tanah rencong ini.

Pantauan koranpemberitaankorupsi.com Sabtu 9 November 2019. Rokok ilegal itu dibandrol dengan harga Rp7000 sampai dengan Rp10 ribu per bungkusnya, rokok itu dijual secara sembunyi-sembunyi alias tidak dipajangkan oleh pedagang.

Pendistribusi rokok ilegal itu tidak seperti rokok berbandrol pada umumnya, atau bandrol resmi lainnya.

Anehnya, dalam penelusuran itu ada jenis rokok ilegal dengan bungkusan putih polos, tidak ada merek yang tertera.

“Harga rokok saat ini mahal, jadi kami cari aja rokok yang murah, seperti rokok ini, kami beli dangan harga Rp7000/bungkus” kata warga Aceh Timur pada koranpemberitaankorupsi.com yang enggan namanya di tulis.

Menurutnya. Rasa rokok ilegal itu tak jauh beda dengan rokok pada umumnya”sama juga rasanya yang penting berasap,” lanjutnya.

Sementara itu pengakuan para perokok aktif disalah satu warung saat bercengkrama dengan awak media, menyebutkan bahwa mereka memperoleh rokok itu di kios-kios di daerahnya.

Sementara alamat kios tempat rokok itu dijual, mereka engan memberi tahukan kepada awak media.

Dari penulusuran media ini bukan saja jenis rokok filter biasa yang beredar ditengah-tengah masyarakat daerah ini, akan tetapi ada juga rokok ilegal berjenis mild dan kretek lainya, hanya saja haraganya beda.

Anehnya rokok ilegal itu tidak tertera berapa kadar, Tar, Nikotin dan peringatan bahaya merokok, seperti rokok-rokok legal yang mudah di dapat.

Tidak diketahui dari mana asal rokok tersebut, isu yang beredar ditengah-tengah masyarakat rokok itu berasal dari luar negeri, atau produk rumahan.

Istanjoeng

News Feed