by

Stop Money Politic!

-Politik-483 views

KPK | Sulut – Jelang Pilkada di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) terpantau para calon kepala daerah baik untuk Provinsi serta daerah kabupaten dan kota gencar melakukan sosialisasi menarik dukungan masyarakat.

Agenda Pelaksanaan pemilukada akan berlangsung Tahun 2020, oleh karena tahapan penjaringan Partai akan dimulai Akhir tahun 2019, kontestasi kali ini terlihat lebih seru kepedulian masyarakat sehingga para calon dan tim sukses giat gelontorkan kehebatan masing-masing.

Terpantau di daerah Minahasa Selatan (Minsel) para tim sukses serta pendukung bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Minsel gencar mensosialisasi.

Beberapa anggota tim sukses salahsatu balon perseorangan (Independen) Mickael Rantung mengatakan, “Torang pe calon so berbuat deng dia banya doi, so ndak mungkin mo kurupsi” tegas Mickael Rantung dengan logat Manado.

Lain dengan Donnie Dotu berpendapat, “Torang pe kuda sangat berpengalaman dalam pemerintahan, tidak ragu lagu jika warga Minsel ingin maju pilih Recky” ujar Dotu.

Dotu menambahkan “Torang so ketinggalan jadi harus pilih orang yang mampu menjalankan roda pemerintahan kedepan agar masyarakat tidak lagi ketinggalan dengan daerah lain”. Ucap Dotu.

Dilain pihak masih ditempat yang sama Micael Bajak tidak kendor “Calon saya sudah terbukti peduli masyarakat dan tidak angkuh dan rendah hati dalam menjalankan tugas dan selalu blusukan dekat dengan masyarakat, FDW top”. Singkat Bajak.

Berbeda pendapat dengan Jimly Lois “MEP calon 0aling disukai rakyat, orangnya tidak sombong sebagai pelayan dan setiap tiga bulan kerja nyata program donor darah dan pengobatan gratis, itu baru mantap”, Tukas Lois optimis.

Namun, di tengah hiruk-pikuk sosialisasi Pilkada, segala cara mulai dilakukan untuk mendapatkan dukungan dan simpati masyarakat.

Cara-cara yang tidak sehat pun mulai dipraktekan se-sekali bermunculan, terkait bahaya laten “Money politic” dan “sembako” terindikasi melalui tim.

Nama yang disingkat “AGK”, seperti telah merasuk kalbu warga masyarakat Minsel, profesionalisme kekompakan tim yang terjadi selama ini tak disanksikan, sosialisasi program pembelajaran berpolitik santun dan program kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menciptakan hubungan hati yang baik, sehingga para tim tidak ragu dengan praktek-praktek yang kurang mendidik.

Tim “AGK” optimis dengan santun perempuan paru baya berkata “Kami ingin masyarakat jadi lebih baik, bakal calon kami tidak pernah berpolitik uang sehingga mencontohi baik bagi kami dan kami akan memberikan yang terbaik untuk kemajuan Minsel kedepan dan pasti akan menjadi pilot kabupaten di Sulawesi Utara”, Ucap Femny Wangko.

Tutur serupa dengan Femmy, sosok yang sering dipanggil mner Bryan Basten Walean “Money politics adalah praktek yang menjerumuskan masyarakat pada pandangan perpolitikan kehancuran, “AGK” calon bernisial yang alergi dengan politik uang, beliau pencetus program kerja bersih untuk pembangunan Sulut apalagi untuk Minsel kedepan, so pasti Minsel hebat dan warga akan lebih baik” Tegas Bryan.

Bryan menambahkan Money politics merugikan diri sendiri dan orang lain. Bakal Calon lain lantaran, diduga tak mampu bersaing secara sehat dan kuatir saingannya terlalu disenangi masyarakat sehingga merancangkan politik uang.

“Bukan mau membangun jika terpilih nantinya, malahan mengkorup Uang Negara dan yang rugi adalah warga Minsel sendiri”, tutup Bryan. (**Reynold)

News Feed