by

Sudah Terima Uang, Yulius Numberi Ingkar Janji

-Berita-132 views

KPK | Jayapura, Papua – Siapa sangka awak media atau wartawan bisa kena tipu dari seorang manejer atau sponsor yang memberi donasi kepada team atlit Nabire, yang notabene merupakan mantan atlit dan juga seorang ASN?.

Hanya karena ingin memancing perhatian publik khususnya yang berada di Pemda dan KONI kabupaten Nabire, atas segala upaya Yulius Numberi terhadap tuntutan pengembalian uang pribadinya kepada Yahya Waita di Nabire, media pun dijadikan alat bantu.

Pasca dua berita yang pernah diekspos media , yang bertujuan mengungkapkan unek-unek sponsor ataupun manajer team atlit Nabire yang menjadi juara umum pada oktober 2018 lalu, barulah terkesan ada keseriusan Yahya Waita untuk proses pengembalian uang pinjamannya, termasuk salah satu alat bantunya yaitu adanya laporan ke Polres Nabire sendiri.

Beginilah isi pernyataan kekecewaan wartawan media ini yang juga menjabat kepala perwakilan wilayah {kaperwil} untuk provinsi Papua dan Papua Barat;

“Kami bukan kecewa karena tidak dikasih uang. Harus dipahami!. Tapi yang kami kecewa, kenapa kami hubungi, baik lewat kontak telepon, sms, untuk mempertanyakan hasil pertemuan hari sabtu tanggal 2 November 2019 kemarin, sama sekali tidak dihargai pak Yulius sendiri?.

Pertemuannya dilakukan di Polres Nabire. Dan sudah ada komunikasi yang intens dibangun dengan media, agar kasusya pak Yulius itu bisa diberitakan lagi bilamana menuai jalan buntu, bahkan bila sudah ada penyelesaian, atau jika masih tidak puasnya pak Yulius kepada pak Yahya.

Bahkan untuk memberitakan bilamana mereka sudah berdamai, begitu pun bila ada pernyataan yang dibuat termasuk BAP penyidik, apabila kasusnya pak Yulius minta dinaikkan ke Kejaksaan untuk diadili di Pengadilan.

Yang kami rasa aneh, setelah ada pengembalian uang entah 40 juta rupiah atau berapa jumlahnya saat pertemuan sabtu kemarin lalu tanggal 2 November 2019, sampai berita ini terbit, kami kontak dan juga sms pak Yulius sama sekali tidak tanggapi.

Aneh!. Mau terima uang seberapa besar pun kami sadar itu bukan milik kami, tapi kan berkesan begitu mau pengembalian uang, wartawan tak lagi dihiraukan. Ini ada apa?.

Sekali lagi yang kami sangat pertanyakan, kenapa pak Yulius dalam beberapa kali komunikasi ponselnya itu selalu memberikan janji untuk wartawan, bahwa akan diberikan tanda terimakasih?!.

Bahasanya kan demikian; “Om dorang punya bagian tetap saya ingat, sudah saya siapkan!!!”. Kami ada rekamannya.” Ungkap Jeffry, kesal.

kaperwil atau kordinator media nasional (cetak dan online) ini  sangat mengharapkan, agar kharakter ASN seperti yang dibuat Yulius Numberi tidak lagi dilakukan ASN yang lain.

“Kenapa demikian saya katakan?, alasannya karena media juga memiliki eksistensi dan tidak bisa dipermainkan begitu saja oleh siapa pun, apalagi ASN yang adalah mitra kerja. Jangan karena kepentingan atau dijadikan alat bantu sementara, lalu kemudian diabaikan.

Kami juga pahami kalau pengembalian dari pak Yahya Waita itu tidak sesuai harapan, tapi bukan berarti langsung menutup diri dari media. Iya kan?. Saya kontak tak mau dijawab, sms pun malas dibalas. Ada apa sebenarnya?.

Kalau pak Yulius itu punya penghargaan pula buat media karena media juga sudah membantunya, biar tidak dikasih tanda terimakasih pun, dia pasti langsung menghubungi balik ke awak media yang dia pakai usai pertemuan hari sabtu kemarin, dan selanjutnya menjelaskan perihal pertemuan di Polres.

Tapi ini kan tidak sama sekali, bahkan sampai sudah 3 hari ini. Saya tinggal menghubungi pak Yahya pun tidak pernah ditanggapi. Siapa pun pasti kesal atau kecewa selaku manusia biasa.

Sebagai kaperwil koran pemberitaan korupsi bersama dengan cru wartawan saya yang ada di media KPK sekarang, kami jelas sangat kecewa sekali dengan sikap pak Yahya  Numberi, selaku ASN pada Dinas PU Provinsi Papua yang juga merupakan manajer atau sponsor donasi buat team atlit Nabire.” Ujar Jeffry panjang lebar mengakhiri rasa kekesalannya.

{Penulis: Jeffry, R.W~Kaperwil Papua & Papua Barat, Cs}

News Feed