by

Maraknya Penambang Emas Warga Negara Asing di Kobar

-Daerah-1,632 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Kobar, Kalteng – Pada tanggal 31oktober 2019, kami team dari media KPK melakukan pantauan ke lapangan terkait adanya informasi dari masyarakat tentang maraknya tambang mas di wilayah desa Sambi,kecamatan Arut utara,kabupaten Kotawaringin Barat,propinsi Kalimantan Tengah,

saat kami team dari Media KPK tiba dilokasi,ternyata benar adanya bahwa WNA tiong hoa sedang melakukan aktifitas pembukaan lahan untuk menambang tersebut, dan bahkan mereka juga merusak hutan yang ada di sekitarnya dengan menggunakan alat berat berupa exavator. Kami dari media KPK pun mencoba melakukan konfirmasi ke WNA tersebut,

dan ternyata mereka sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia,dan pada akhirnya kami menemui juru bicaranya,ironisnya lagi saat kami mempertanyakan masalah dokumen mereka, juru bicaranya Atik mengatakan bahwa, dia sendiripun tidak pernah ketemu dengan orang yang mengajaknya bekerja di tambang ini, karena saya komunikasi melalui via telepon saja, dan saya juga tidak tahu tentang dokumen-dokumennya ,ungkap Atik.

Dan dia pun mengarahkan kami team media KPK untuk konfirmasi ke pihak selaku pengawas lapangan yaitu Yansyah,dia yang lebih tahu tentang dokumen-dokumen mereka ini,terang Atik.Dengan waktu bersamaan kamipun menemui Yansyah dan langsung mempertanyakan dokumen-dokumennya,Yansyah mengatakan bahwa,lokasi tambang mas ini adalah milik warga setempat dan menggunakan ijin IPR (Ijin Pertambangan Rakyat), dan perusahaan tambang mas ini bermitra dengan PT.Batu Unggul Pertiwi(BUP).

Yang lebih ironisnya lagi, terutama di kecamatan Arut Utara,masyarakat kecil yang pencahariannya serta yang hidup dari bekerja menambang mas dan menggunakan alat seadanya atau manual justru banyak yang di tangkap dan bahkan di pidanakan oleh aparat penegak hukum, namun perusahaan tambang yang menggunakan alat berat seperti excavator dan bekoloder serta mempekerjakan WNA dan ijinpun menggunakan ijin IPR (Ijin Pertambangan Rakyat)justru semakin marak,hal ini tidak menutup kemungkinan hutan serta ekosistem yang ada di sekitarnya akan semakin hancur.Dari kronologis ini di minta kepada pihak penegak hukum serta instansi terkait untuk menindak tegas perusak hutan dan ekosistem khususnya di kecamatan Arut Utara, kabupaten Kotawaringin Barat, propinsi Kalimantan Tengah, terlebih lagi pelakunya adalah WNA.

Masyarakat setempat merasa kecewa terhadap penegakan hukum yang seolah-olah tidak berpihak kepada masyarakat kecil yang hidupnya hasil dari menambang mas manual.Dan sebelumnya kami dari media KPK sudah pernah menerbitkan berita tentang perusahaan pertambangan yang ada di kecamatan Arut Utara,tetapi ironisnya, justru masyarakat kecil yang bekerja tambang manual yang di tindak,dan bahkan perusahaan tambang yang mempekerjakan WNA ini malah semakin marak saja.Ada apa sebenarnya yang terjadi???

Berita kami inipun akan tetap berlanjut ke edisi mendatang sampai ada tindakan dari pemerintah daerah maupun penegak hukum khususnya di kabupaten Kotawaringin Barat.

Wartawan:Ronny Lase/Laila.R

News Feed