by

190 Juta Lebih Hilang, Yulius Lapor Yahya Waita ke Polres Nabire

-Hukam-513 views

KPK | Jayapura, Papua – Yahya Waita pelatih para atlit yang menjuarai kejuaraan Pemuda dan Pelajar Nabire di Jayapura pada 2018 lalu, akhirnya dilaporkan ke Polres Nabire.

Manajer atau sponsor yang diminta tangani atlit Nabire dan yang berhasil menopang keberhasilan para atlit setempat bernama Yulius Numberi, kepada media ini mengungkapkan rasa kekecewaannya.

Pasalnya, dana pribadinya yang sebesar kurang lebih 73 juta plus biaya tambahan lain untuk membiayai akomodasi, transportasi dan biaya lainnya buat para atlit Nabire, ludes tak tergantikan hingga sekarang.

Ditaksir sekitar kurang lebih 190 juta sebut Numberi kepada wartawan via Whatsapp (27/10), siang tadi. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh manejer, alhasil masih tetap saja belum ada titik terang.

“Beliau (Yahya) terkesan tidak serius mau ganti uang saya. Dia katakan kalau tinggal tunggu jawaban dari proposal yang diajukan ke bupati Nabire saja.

Pak mantan kadis Pemuda dan Olah Raga pun lari-lari dan suka menghindar!. Dari bulan Oktober 2018 lalu kejuaraan pemuda dan pelajar di Jayapura, sampai detik ini sama sekali belum ada pengembalian uang saya.

Itu murni uang pinjaman pak Waita kepada saya. Ada saksi-saksinya, termasuk ketua KONI kabupaten Nabire sendiri dan pak mantan kadis juga saya yakin pasti sudah tahu. Waitta, mantan kadis, juga ketua KONI saya duga tidak punya niat baik untuk kembalikan uang saya.

Dana tersebut dalam rangka membiayai para atlit untuk biaya transportasi, akomodasi dan lain-lain. Berkat bantuan pribadi saya, atlit Nabire juara umum dan mengantongi 8 medali emas.” Ujar Yulius dengan nada kesal.

Tambah manejer ataupun sponsor yang rela mengorbankan uangnya demi keharuman nama baik Pemda Nabire ini, saat itu KONI dan Disorda lagi tidak punya dana.

Karena waktu yang mepet (H-1) sedang proposal yang diharapkan baru diusulkan ke Bupati Nabire, solusi yang ditempuh yaitu meminjam dana pribadi ke manejer atau pihak sponsor.

“Yang bikin proposal itu sendiri adalah pelatih kepala, bapak Yahya Waitta. Alasan proposal yang sudah pasti akan dijawab pak bupati itulah saya bersedia meminjamkan uang saya.

Kemudian waktunya sudah sangat mepet, jadi terpaksa saya meminjamkan uang saya pribadi kepada bapak Waita selaku pelatih. Kini beliau sudah bingung dan pusing karena saya datang untuk menuntut lagi hak saya.

Nah ketika saya datang di Nabire dan mencari-cari pak NM selaku mantan kadis, orangnya menghindar terus dari saya. Akhirnya saya jumpa dengan bapak Bupati Nabire untuk melaporkan hal ini.

Pak Bupati menyampaikan kalau proposalnya sudah dijawab. Setelah dana tersebut cair, saya sama sekali tidak dihubungi untuk proses pengembalian uang saya yang pak Waita pinjam.

Saya juga sudah dua kali bertatap muka dengan bapak Wakil Bupati Nabire, dan beliau berjanji akan menyampaikannya ke pak Bupati.” Beber Numberi.

Lagi tutur Numberi, dirinya sudah resmi membawa persoalannya ke Kepolisian Resort {POLRES} Kabupaten Nabire. Dia sangat berharap penegak hukum setempat bisa menyelesaikan kasusnya secepatnya.

“Saya sudah laporkan kasus ini ke Tipikor Polres Nabire. Tapi saya sempat dengar kalau pak NM ada ke polres. Pak NM sendiri kalau merasa tidak bersalah, kenapa sekitar sembilan kali saya datang cari dia di Nabire mau ketemu selalu dia menghindar?. Apakah dia dipanggil beberapa hari lalu ke Polres, yang jelas saya minta uang saya harus segera dikembalikan!.” Bilang Yulius.

Dalam keterangan yang diberikan manejer ini, Yulius bahkan berkomitmen akan memboikot para atlit Nabire untuk iven TC POPNAS dan PON XX, jika uangnya tidak dikembalikan.

“Oh saya jelas akan boikot atlit-atlit saya tersebut jika tidak dikembalikan semua uang saya. Ada juga 25 Orang atlit yang masih belum menerima uang saku mereka, padahal kasihan mereka sudah dijanji waktu itu untuk dibayar.” Kata Numberi.

Sayangnya, wartawan koran pemberitaan korupsi (kpk) sampai berita ini dipublis, masih juga belum bisa mendapat akses komunikasi seluler ke Bupati Nabire dan pula ke NM, mantan kadis Pemuda dan Olah Raga.

Konfirmasi yang diperoleh langsung via kontak ponsel dengan wakil bupati Nabire Amirullah Hasyim, S.IP. MM, hanya membuahkan sedikit keterangan kalau masalah kerugian Yulius Numberi kembali kepada prerogatif bupati.

“Itu hak prerogatif bupati. Saya ini tidak punya kewenangan ke keuangan. Saya tidak punya kewenangan untuk bikin disposisi. Itu urusannya bupati.” Terang wabup.

Disinggung apakah ada upaya hukum lain yang akan ditempuh, seandainya saja di Polres Nabire belum bisa membuahkan hasil, Numberi bertekad akan meneruskan tuntutannya itu ke Polda Papua dan ke Mabes Polri, Kejaksaan bahkan ke KPK.

“Saya pasti akan menindak-lanjuti tuntutan saya ini ke tingkat yang lebih tinggi lagi, baik ke Polda Papua sendiri, Kejati Papua, Mabes Polri bahkan ke KPK jika uang saya tidak dikembalikan. Ini uang bukan sedikit. Ini uang pribadi saya.” Tekan Yerry menutup pernyataannya.

{Jeffry, R.W~Kaperwil Papua & Papua Barat}

News Feed