by

Dikonfirmasi, Kejari Way Kanan Diduga Menghidar

-Hukam-1,075 views

KPK | Way Kanan – Terkait sejumlah komentar Netizen di salah satu akun Facebook, yang mempertanyakan proses tindak lanjut dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Way Kanan, tentang Sepuluh Kepala Kampung yang disinyalir menyalahgunakan Alokasi Dana Desa (ADD/ADK) tahun 2018 lalu.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Kejaksaan Negeri setempat, belum bisa ditemui.

Hal itu diketahui ketika sejumlah awak media yang menyambangi Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Way Kanan, Senin 28/10/2019.

Mochamad Judhy Ismono, SH. MH selaku Kepala Kejaksaan setempat, tidak ada di Kantor.

Menurut Keterangan Ami yang mengaku sebagai Sekretaris di Kejaksaan tersebut, ” Bapak sedang Keluar, menghadiri Bulan Bhakti Karang Taruna, untuk persiapan di Curup Gangsa”.

Berawal dari Akun Facebook milik Sam’um yang meng upload berita salah satu online di Kabupaten Way Kanan pada hari Minggu 20, Oktober, 2019 pukul. 04:45 wib yang berjudul “Penyelewengan dana Kampung tahun 2018 Sepuluh Kakam siap – siap masuk bui”

Di kutip dari isi berita media online beraninews.com yang telah tayang pada 14/Mei/2019, dan diupload oleh Facebooker, ” Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan benar – benar serius menindak lanjuti ada temuan inspektorat 10 Kepala Kampung tentang penyalahgunaan dan penyelewengan Dana Kampung yang ada dengan memproses kejalur hukum.

Hal itu dikatakan oleh Bupati setempat, dimana menurut Raden Adipati Surya mengatakan Pekerjaan Kepala Kampung ada yang tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) bahkan ada yang piktif.

Ada pula Kakam yang menyelewengkan dana Kampung sebesar 687 juta rupiah pada tahun 2018 lalu, bahkan berkas sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Way Kanan, kata Raden Adipati Surya di Negara Batin 13/05/2019 lalu.

Namun hingga kini berkas tersebut belum diketahui, bagaimana proses penyidikan yang dilakukan oleh pihak kejaksaan.

Adapun komentar Netizen yang menggunakan bahasa daerah setempat (Lampung) tentang kinerja Kejaksaan Negeri setempat.

Seperti komentar dari Harlan Hartanto “Ay Radu – Radu ana nakan, ujung – ujung na 86 selesai bak selawat” (Ay sudah – sudah keponakan, ujung – ujung nya 86 selesai dengan uang)

Sementara Lia Fitri berkomentar mereka – mereka sudah terlindungi, jadi tidak mungkin masuk sel pak, hal – hal seperti itu memang …bagi Kakam.
dan berkomentar kembali, Pintarlah maling, kalau benar coba tuntaskan.

Sedangkan Imam Basori menulis komentar, hanya wacana gawoh.
(Hanya wacana saja)

Begitu juga Akun Facebook Sadipa yang menulis, kk way kanan hampir rata tilap dana desa.

Akun Facebook Opan pan mengatakan sampai hari ini enggak ada kabarnya lagi.

Berbeda dengan akun Indro Wibowo yang hanya menulis mulai mempertanyakan.

Dari beberapa komentar berita online itu, ada sebanyak 109 Netizen memberikan Like nya.

Disinyalir komentar itu ditujukan pada Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Way Kanan, yang mana menurut statement dari orang nomor satu (Bupati) di daerah tersebut.( sm/team )

News Feed