by

Diduga Main Mata Rehab SDN 1 Medasari, Kepsek Hindari Wartawan

KPK | Tulang Bawang, Lampung – Tahun 2019 ,untuk mempercepat pertumbuhan pembangunan di segala sektor di bidang dunia penddidikan, pemerintah pusat,maupun pemerintah daerah .

Melalui dinas pendidikan dan kebudayaan di berbagai kabupaten kota
Mengalokasi kan berbagai pembangunan kesekolahan baik ,untuk tingkat sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).

Melalui Dinas pendidikan Tulang Bawang mengalokasi kan berbagai pembangunan, baik itu renofasi ruang kelas belajar (RKB) Pembuatan jamban, serta pembuatan ruang kelas baru ( RKB ).

Dalam hal itu,”kegiatan dana Alokasi khusus (DAK) .T.A 2019. Baik itu untuk sekolah dasar (SD) mau pun untuk sekolah menengah pertama (SMP). Di swakola kan langsung ke pihak sekolahan, Yang arti nya pihak sekolahan yang mengelola dan tukang yang mengerta kan.

Maka hal itu hasil mupakat dan musawarah . Di bentuk kepanitian pelaksana pembangunan sekolah (p2s)

Susunan :
Panitia
Sekertaris
Bendahara
Anggota
Komite sekolahan

Dalam hal tersebut pihak pihak yang di libat kan mempunyai rasa keber samaan dan tanggung jawab,untuk ikut serta berperan mengawasi pembangunan tersebut. pemerintah mengharap , agar pelaksanaan pembangunan bisa sesuwai petunjuk texnis dan harapan

Namun aneh nya, di sekolah SDN 1 meda sari ,kecamatan rawa jitu selatan ,
kabupaten Tulang Bawang Mendapat kan , pembangunan Rehabilitasi tiga ruang kelas senilai rp ,339.156.000

Satu paket pembangunan jamban rp.95.000.000 Itu semua di suwakola kan dari dinas ke pihak sekolahan.

Namun aneh nya kepala sekolah SDN 1 meda sari Tumari ,engan temui wartawan baik di hubungi via telpon mau pun di whatsapp engan membalas,dan dengan sengaja menutup nutupi ,suwatu permasalahan.

Menyikapi hal demi kian ,”terkait dengan pemasangan rangka baja ,menurut pemantauwan awak midia sabtu (19/10/19)

Terlihat dengan rangka baja / baja ringan yang terpasang di duga ada kejanggalan Tidak di temukan tulisan di rangka baja .075 SNI Hanya ada tempelan kertas 075.SNI

Hal itu,”kuwat dugaan pihak sekolahan dan kunsultan bekerja sama dengan sengaja menutup nutupi,kepada media ,agar mereka memperoleh ke untungan yang sangat memadai. Seharus nya kunsultan memberikan solusi dan pengarahan jika ada kegiatan yang tidak sesuwai dengan petunjuk texnis dan (RAB) Karna pihak kunsultan sudah di kontak pemerintah untuk memandu pekerjaan itu. ke pihak sekolahan .

Padahal semesti nya ,mereka pihak sekolahan, memahami hal itu,karna mereka sudah mempunya petunjuk texnis mau pun (RAB) di dalam pengelolaan bangunan tersebut

Sampai saat ini ,”kepala sekolah Tumari enggan di konfirmasi.(tab)

News Feed