by

Belajar dari Sumpah Pemuda

-Ragam-646 views

KPK | Kediri – Sembilan Puluh Satu Tahun lalu tepatnya 28 Oktober 1928 di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta Pusat, untuk pertama kalinya Sumpah Pemuda di ikrarkan, hati bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam membangun landasan utama gerakan kebangkitan Nasional sekaligus perekat yang mempersatukan anak Bangsa dari berbagai suku dan Agama.

Belajar dari Sumpah pemuda adalah catatan sejarah yang sangat berharga didalamnya, butir-butir dalam sumpah pemuda itu tidak hanya disusun untuk menjadi hasil kaum muda menjawab kebutuhan kemerdekaan dari penjajah saat itu melainkan lebih dari itu, Sumpah pemuda telah menjadi spirit yang terpatri atas dasar kesamaan nasib dan cita-cita yang kemudian di bungkus dengan komitmen untuk senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa, satu tanah air yang pertama-tama di tandai dengan disepakatinya bahasa universal bahasa Indonesia.

Pemuda dalam lembar sejarah merupakan aktor kunci sebagai katalisator perubahan sosial, ekonomi dan politik. Menjadi kesimpulan yang tak terbantahkan apa yang di katakan Indonesian is “BENEDICT ANDERSON” bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah pemudanya.

Pemuda menyimbolkan semangat Idealisme, Progresif, dan berpikir Radikal. Pemuda adalah sosok yang dianggap membawa perubahan atas kondisi-kondisi yang butuh perubahan. Namun sungguh menjadi ironi sejarah ketika hari ini kiprah pemuda tenggelam dalam arus besar hedonisme, criminal, dan pragmatis.

Kini setelah 91 Tahun Sumpah Pemuda di Ikrarkan ternyata kita belum sepenuhnya merdeka dari pertikaian internal, sumpah pemuda belum sepenuhnya di aplikasikan dalam kehidupan sehari hari dalam berbangsa dan bernegara.
(Biro Kediri)

News Feed