by

Renovasi Jembatan Jalan Cakat Raya Diduga Kangkangi Aturan

-Daerah-741 views

KPK | Tulang Bawang, Lampung – Proyek rehabilitasi jembatan jalan lintas sumatera Cakat Raya Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang di soal masyarakat.

Pasalnya, dari awal pengerjaan hingga saat ini proyek tersebut di kerjakan tanpa memampangkan papan informasi kegiatan.

Selain itu, proyek rehabilitasi jembatan itu dinilai masyarakat di kerjakan asal – asalan tidak sesuai dengan petunjuk tekhnis sebagaimana mestinya, lantaran pada saat proses pembongkaran seluruh bongkahan badan jalan jembatan sengaja di jatuhkan kedalam sungai sehingga menyebabkan kedangkalan sungai yang berpotensi mudah kebanjiran.

Hal tersebut di sampaikan oleh salah satu warga kampung setempat, Ahmad Taufik mengaku kecewa atas ulah yang di lakukan oleh pihak pelaksana kegiatan tersebut.

“seharusnya sungai Tulang Bawang ini di jaga kebersihannya, jangan malah justru merusak seperti ini. otomatis jika sungai ini mengalami pendangkalan maka akan lebih berpotensi menyebabkan kebanjiran terlebih di daerah ini merupakan dataran rendah yang rawan banjir,” ucap Taufik, Jum’at malam (25/10/19).

Lebih jauh Taufik mengatakan, dalam hal ini dirinya berharap terhadap pemerintah daerah Tulang bawang untuk memberikan teguran terhadap pihak pelaksana kegiatan tersebut.

“selaku masyarakat kampung setempat, saya merasa dirugikan atas ulah para oknum pelaksana kegiatan ini. Sebab yang di khawatirkan ketika musim banjir tiba akibat pendangkalan ini air akan semakin meluap besar merendam pemukiman masyarakat, oleh sebab itu saya minta kepada Pemda Tuba untuk ambil sikap tegas dan memberikan teguran pada pihak kontraktor kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara, Nurman dan beberapa pekerja lainnya saat di temui di lokasi pekerjaan membenarkan jika reruntuhan bangunan jembatan lama memang sengaja di jatuhkan ke dalam air sungai Tulang Bawang dengan alasan tidak mampu menadah reruntuhan material yang di hancurkan menggunakan alat berat pada saat pembongkaran beberapa waktu lalu.

“pekerjaan ini sudah hampir mencapai tahap penyelesaian dan sudah berjalan kurang lebih dua bulan lamanya. terkait papan informasi memang disini tidak ada, setau kami di pasang di jembatan yang di mesuji. Mungkin setengah bulan lagi rampung perkerjaannya,” jelasnya.

Disinggung terkait kontraktor kegiatan dirinya mengaku tidak mengetahui jelas siapa pemilik perusahaannya dan apa nama perusahaan yang mengerjakannya.

“kalau kontraktornya saya kurang tau, tapi kalau pengawas setau saya pak Andra yang di utus dari perusahaan. kalau kami hanya sebatas pekerja saja tidak tau banyak tentang hal ini,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua dewan perwakilan cabang(DPC) persatuan wartawan republik indonesia (PWRI) Tulang Bawang Tabrani, sangat menyayangkan kegiatan sekala besar seperti ini tidak memampangkan papan informasi terhadap publik.

“dari hal sekecil papan informasi mereka sudah tidak terbuka, kami duga kegiatan ini anggaran nya tidak sesuai dan di mark up oleh pihak rekanan, terlebih sistem pengerjaannya diduga kuat merusak kelestarian sungai Tulang Bawang, maka dari itu saya meminta kepada pemerintah Kabupaten Tulang Bawang segera ambil sikap tegas terkait hal ini sekalipun kegiatan ini berasal dari provinsi maupun pusat yang jelas kegiatan ini titik lokasinya berada di Tulang Bawang dan pihak pemerintah setempat berhak untuk untuk memberikan teguran,” tegas Tabrani.

Hal senada di sampaikan Kabid Investigasi lembaga investigasi badan advokasi penyelamat aset negara LI (BAPAN). provinsi Lampung, Herry Wansyah menuding kegiatan ini telah melanggar UU 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

“kegiatan seperti ini tidak benar, saya berharap kepada pemerintah harus memberikan teguran keras kepada pihak rekanan, karena hal ini dapat berdampak buruk dan merugikan masyarakat,” tukasnya. (PWRI tuba)

News Feed