by

Warga Merasa di Zolimi Minta Wartawan Geruduk ke Dinas Terkait

-Daerah-773 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Lampung utara – Punya rumah, tapi sudah reot? Atau sama sekali belum memiliki hunian sebagai tempat tinggal Tenang,ada program bedah rumah dari pemerintah bagi Anda yang tergolong kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 07/PRT/M/2018, BSPS atau bedah rumah adalah bantuan pemerintah bagi MBR untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah, beserta prasarana, sarana,dan utilitas umum,

BSPS atau bedah rumah ini ada dua kategori, Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) dan Pembangunan Rumah Baru Swadaya (PBRS).Tujuan PKRS dan PBRS berbeda.PKRS ditujukan untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni Sementara PBRS untuk Pembangunan rumah baru pengganti rumah rusak total Pembangunan rumah baru di atas kavling tanah matang,

Akan tetapi di dalam pengelolaan program tersebut adanya indikasi permainan licik yang di perbuat oleh oknum-oknum yang terkait baik itu pengurus dari desa atau pengurus dari  kecamatan atau lebih pengurus dari kabupaten (Pasilitator) ditahun 2019,

Hal tersebut terkuak adanya beberapa warga desa kemala raja kecamatan tanjung raja Kab.Lampung utara,yang mengeluhkan terhadap peraturan yang di tetapkan oleh pengurus terhadap masyarakt yang mendapatkan program bedah rumah,yang mana di desa kemala raja menerima bedah rumah sejumlah 15 KK yang sebelumnya sudah ada tahapan-tahapan peroses pengajuan dan peninjauan layak atau tidak nya keadaan penerima bantuan bedah rumah tersebut,baik dari tingkat desa maupun dari tingkat kabupaten sehingga tercatat ada 15 nama kepala rumah tangga yang berhak menerima,

diantaranya,Arnasa,Edi suata,Lati Saleh,Hasanudin dan Nilhadi mereka kecewa karena gagal menerima Hak mereka di karnakan,ada syarat yang harus di kelurkan uang sebesar Rp.5000.000,- kalaw tidak ada,bagian bedah rumah bapak di alihkan ujar narasumber kepada awak media kamis 24/10/19,

Dilanjutkanya,semata mata kami dapet bantuan bedah rumah karena kami orang gak mampu pak,ini malah pengurusnya mendesak kami kalaw kami tidak bisa mengadakan uang 5juta bagian kami akan di alihkan ke yang lain,yang katanya uang 5juta tersebut SWADAYA untuk menambah membeli matrial kan aneh,dan sekarang kami tidak mendapatkan hak kami lagi , karena sudah dialihkan ke warga yang lain yang bisa mengadakan permintain mereka,

Saya sangat kecewa dengan adanya aturan yang gak masuk akal kayak gitu, kami sudah orang gak mampu malah di Zolimi,saya warga desa kemala raja Rt 01, minta bantuan bapak bapak agar bisa membantu kami, mempertanyakan di kantor kotabumi supaya kami orang kecil tau yang sebenernya, karena  yang seharusnya dapet bantuan itu kami, karena data itu pasti nama kami yang terdaftar,

kalau pun bantuan bedah rumah itu supaya hasil nya bagus dan besar itu mah hak pribadi bukan kepengurusanya yang ngatur harus ada dana tambahan apalagi jumlah nya sangat besar,ungkapnya (Aan S.T)

News Feed