by

Kepala SDN 4 Bayongbong Diduga Selewengkan Dana BOS dan KIP

KoranPemberitaanKorupsi.com | Garut – selasa 22/10/2019 berawal dari adanya informasi masyarakat,bahwa kepala sekolah SDN 4 bayongbong garut yang bernama yayat hidayat S.Pd ‘ diduga telah melakukan tindakan melawan hukum.

“Untuk mencari tahu lebih jauh,awak media melakukan penelusuran kelokasi sekolah SDN 4 bayongbong berada, tepatnya dikampung sukasari desa bayongbong kecamatan bayongbong garut.

“sesampainya dilokasi, awak media meihat ada papan informasi, bahwa SDN 4 bayongbong saat ini sedang melaksanakan pembangunan ruang kelas yang didanai oleh CSR,pelaksana kegiatanya oleh PT.sarana multi infrastruktur (persero).

“Sejenak awak media melakukan pengambilan gambar, dikarenakan situasinya hening, nyaris tidak terlihat adanya aktifitas kegiatan belajar mengajar disekolah tersebut.

“untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,awak media melakukan wawancara kepada warga sekitar sekolah tersebut,yang anaknya terdaftar sebagai siswa di SDN 4 bayongbong.

“Menurut keterangan beberapa orang wali murid, sekarang ini anaknya dititipkan di SDN 1 Cinisti oleh kepala sekolah yayat, ujar walimurid yang tidak bersedia disebutkan namanya.

;akan tetapi menurut keterangan kepsek SDN 1 Cinisti yang bernama Darwis S.Pd ketika dikonfirmasi oleh tim awak media,menyatakan bahwa ke 34 siswa tersebut mutlak sudah mengurus kepindahan sekolah dari SDN 4 bayongbong ke SDN 1 Cinisti, jadi ‘ sejak awal juga bukan dalam kontek titipan, namun pindah ujar kepsek darwis, dan sudah di tempuh sesuai prosedur bahkan didalam laporan Dapodik telah terdaptar pungkas darwis.

“Narasumber lainya adalah salah satu komite sekolah yang juga tidak bersedia disebut namanya,dalam wawancaranya dia menerangkan, bahwa, memang beberapa peristiwa sejak bapak kepsek yayat hidayat S.Pd menjabat kepala sekolah pernah terjadi.

“contoh kongkret ; pernah dalam waktu lebih kurang 3 bulan kepsek tidak masuk ngantor, sampai – sampai saya pernah bicara langsung kepada korwil yg terdahulu, agar kepsek yayat ini diganti ujarnya, lalu saya juga pernah menerima aduan dari walimurid, tentang penyaluran program KIP tahun 2018,dari jumlah 34 siswa, 29 orang penerima KIP, awalnya tidak disalurkan, namun ketika suatu hari para wali murid melakukan aksi demo, akhirnya kepsek yayat,dengan sedikit dipaksa oleh komite sekolah, memberikan apa yang menjadi hak siswa, itupun hanya 18 oang dari total 29 orang tambahnya.

“urusan dana bantuan, baik dana BOS maupun bantuan KIP selaku salah satu komite saya tidak pernah diberitahu oleh kepsek yayat ujarnya, sangat miris tindakan kepsek yayat ini , benar apa kata komite sekolah SDN 4 bayongbong ini, waktu awak media melakukan pengambilan gambar, terlihat jelas sarana prasarana belajar seperti : meja,kursi,lemari dan perlengkapan belajar lain, kondisinya sangat memprihatinkan (sudah rusak berat) lantas dipakai untuk apa saja dana BOS SDN 4 bayongbong sejak yayat hidayat menjabat kepsek ???

“dengan adanya beberapa peristiwa tersebut diatas, patut diduga kepsek yayat telah melakukan penyelewengan dana bos tahun 2017-2018 dan tahun 2019, dan patut juga untuk menduga, bahwa kepsek yayat telah menggelapkan dana KIP untuk 11 orang siswa ditahun 2018.

“Untuk lebih jelasnya, awak media juga melakukan konfirmasi kepada ketua korwil dinas pendidikan kecamatan bayongbong bernama pahrudin S.Pd.M.Pd. dikantornya.

;dalam wawancaranya korwil pahrudin menerangkan, bahwa dirinya baru saja dipindah tugaskan ke kecamatan bayongbong, sepengetahuan saya, masalah KIP itu sudah dibereskan dengan komite ujar pahrudin, sedangkan masalah dana bos triwulan III tahun 2019 ini, saya sudah memberikan saran kepada kepsek yayat, jangan dulu dipergunakan untuk apapun, karena memang selama triwulan III tidak ada kegiatan belajar mengajar di SDN 4 bayongbong, alasanya sekolahnya sedang dibangun,dan siswanya untuk sementara dititipkan ke SDN 1 Cinisti tambahnya.

“selanjutnya ‘ untuk menjaga hal – hal yang tidak diinginkan terkait penyaluran dana bos triwulan IV, pihaknya bersama korwas telah melakukan penarikan rekening atas nama sekolah SDN 4 bayongbong, karena kepsek yayat hidayat pada awal bulan nofember nanti sudah pensiun, tutur korwil.

“Sedangkan terkait kegiatan pembangunan sekolah,itu anggaranya benar bersumber dari CSR, mengenai waktunya seharusnya kegiatan tersebut dalam waktu 60 hari kalender sudah selesai,sampai saat ini saya sendiri tidak tahu bagaimana kelanjutan pembangunan tersebut, pungkas korwil pahrudin.

“Sistim pengawasan seharusnya dilaksanakan dengan ketat, agar dunia pendidikan tidak menjadi sarang penyamun anggaran, siapapun yang terbukti melanggar hukum harus ditindak oleh penegak hukum, masyarakat berharap, dengan dirilisnya berita ini, dapat dijadikan pintu masuk bagi APH, agar melaksanakan fungsinya sebagai penegak hukum, baik institusi kepolisian,maupun kejaksaan.

“Selanjutnya agar segera dilakukan penyelidikan, tehadap pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

Sampai berita ini ditayangkan, kepsek yayat hidayat S.Pd tidak dapat dicari tahu keberadaanya.

Pewarta : solihin afsor/tim

News Feed