by

Ormas LAKI Pertanyakan Kasus Terdakwa SW

-Hukam-387 views

KPK | Sulut – Perkara Kepemilikan Sabu-Sabu Tahun 2003 diduka dininabobokan.

Organisasu Masyarakat Laskar Anti Korupsi Indonesia (Ormas Laki) lewat Ketua DPD Sulut Firdaus Mokodompit menanggapi perkara kepemilikan Sabu-sabu di tahun 2003 yang akan disidangkan PN Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara.

Ketua LAKI mendesak pihak Kajati Sulut agar membuka kembali perkara buronnya terdakwa SW alias San saat itu.

Pengusutan perkara 16 tahun silam itu perlu ditinjau kembali. Mengingat SM bagaikan kebal hukum itu sekarang sudah berada di bumi Totabuan.

“Perkara kepemilikan Narkoba pada tahun 2003 Pengadilan Negeri kotamobagu dimana oknumnya bisa melarikan diri sebagai tahanan Kejari. Dan hingga kini didiamkan oleh pihak kejaksaan Negeri Kotamobagu.” Tegas Firdaus.

Kronologisnya pada tahun 2003 silam, Polres Bolmong, membekuk 2 orang tersangka pemilikan sabu-sabu. Salah satu tersangka yang kemudian menjadi  terdakwa  inisial SW alias Sani.

Hanya saja, ada keanehan, ketika terdakwa Sani akan disidang. Kejaksaan Negeri Kotamobagu tak mampu menghadirkan terdakwa. Sani hilang dan menjadi Boronan Negara.

Diperkara itu, rekan atau sahabat Sani, bernama Michail yang menjadi terdakwa tunggal. Menarik sekali memang perkara sabu-sabu ini. Setelah beberapa tahun, Sani muncul di Kotamobagu. Bahkan, dia berhasil menjadi anggota legislatif DPRD Kotamobagu.

“Kami meminta pihak Kejaksaan Tinggi Sulut membuka perkaranya, sebab yang bersangkutan sudah lama kembali ke Kotamobagu namun tidak tersentuh Hukum seakan Kebal Hukum. Kenapa perkaranya didiamkan? Ada apa dengan perkara ini.

Isu ini sudah menjadi konsumsi dikalangan masyarakat sehingga Jurnalis KPK Sulut mencoba untuk konfirmasi Senin (14/10/2019) tapi tidak bertemu bersangkutan sampai berita ini diturunkan. (Reynold ST)

News Feed