by

Hamsah: Hukuman Terberat untuk Pemimpin yang Zhalim adalah Sanksi Sosial

-Hukam-740 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Hingga malam ini, sebagian warga Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara masih larut dalam suasana euforia pasca tertangkapnya Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) yang tak lain merupakan orang nomor satu di kabupaten setempat.

Diketahui, pada Minggu malam (6/10/2019), dirinya (AIM.red) beserta orang-orang terdekatnya, tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, di rumah jabatan Bupati Lampung Utara.

Luapan euforia sejumlah warga Kotabumi itu ditunjukkan dengan berbagai perilaku sebagai simbol dari perwujudan rasa syukur serta apresiasi atas kinerja KPK RI mengamankan AIM berikut barang bukti sejumlah uang yang disinyalir sebagai gratifikasi untuk sejumlah proyek prestisius di lingkup Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Lampung Utara.

Berdasarkan hasil pantauan di sejumlah lokasi, warga Kotabumi meluapkan kebahagiaanya dengan menyembelih sejumlah hewan ternak, memotong rambut, bahkan mengarak kambing yang telah dikuliti di sepanjang jalan protokol hingga ke depan rumah jabatan bupati.

Sesampai di depan rumah jabatan bupati, sejumlah warga bahkan mengeluarkan yel-yel dengan nada jenaka “Agung ketangkep, Agung ketangkep” secara berulangkali.

Terkini, seorang warga yang berada di bilangan Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Hamsah, juga turut meluapkan kegembiraannya atas keberhasilan OTT KPK-RI mengamankan Agung Ilmu Mangkunegara beserta kerabatnya yang dinilai lebih banyak memberikan mudharat daripada manfaat bagi laju pertumbuhan dan pembangunan daerah di Lampung Utara.

“Selama ini selama hampir enam tahun lamanya, secara pribadi saya menilai, Agung Ilmu Mangkunegara hanyalah pemimpin yang penuh kepalsuan. Penuh dengan intrik untuk membodohi publik,” tegas Hamsah, kepada Awak media , Senin sore, (7/10/2019), sesaat sebelum dirinya menyembelih seekor kambing.

Tidak jauh berbeda dengan beberapa warga lainnya, kata Hamsah, ia menyembelih seekor kambing itu sebagai bentuk nazar serta ungkapan apresiasi atas keberhasilan KPK-RI melakukan OTT di Bumi Ragem Tunas Lampung.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran dan tim OTT KPK-RI yang telah sukses melepaskan belenggu masyarakat dari sosok pemimpin yang tidak bijaksana. Dan ini adalah nazar saya,” kata Hamsah seraya menunjukkan seekor kambing yang akan disembelih.

Dirinya juga menerangkan, selama ini bukan tanpa alasan jika ia menyebut AIM sebagai sosok pemimpin yang tidak amanah.

“Bayangkan saja, dana ADD yang diperuntukkan bagi perangkat desa tak kunjung terselesaikan, tunjangan BK bagi ASN yang kerap tidak dapat dicairkan bahkan lenyap sehingga mereka harus bekerja guna memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan menggelontorkan uang pribadi, juga gaji honorer yang tidak jelas,” keluhnya.

Selain itu, dirinya juga mengatakan, dana kontraktor lokal yang ada di Kabupaten Lampung Utara untuk proyek di tahun 2018 tidak ada titik temu hingga saat ini.

“Dana kontraktor untuk proyek tahun anggaran 2018 dipermasalahkan secara hukum oleh mantan Kadis PUPR, Syahbudin, sehingga terkatung-katung pembayarannya. Sementara, pekerjaan telah terselesaikan. Bahkan, beberapa diantaranya (kontraktor lokal.red) harus meninggal dunia sebelum sempat menikmati hasil kerja keras mereka,” sesal Hamsah, seraya mengatakan, lebih banyak lagi saat ini para kontraktor lokal yang ‘gulung tikar’ akibat terlilit hutang serta tidak mampu membayar jasa para pekerjanya.

“OTT KPK-RI harus medapatkan apresiasi serta support yang luar biasa. Ini hanya sebentuk ungkapan rasa syukur,” paparnya.(*Aan S.T)

News Feed