by

Samsi Imbau Netizen di Medsos Agar Tidak Sembarangan Bicara

-Hukam-1,384 views

KPK | Lampung utara – Unjuk rasa Perawat Se-Provinsi Lampung, yang mana tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Kantor Pengadilan Negri (PN) Kotabumi dan Pemkab Lampung Utara, dalam rangka menuntut pembebasan rekan seprofesinya yang mendekam dalam sel, dalam aksi itu mereka meneriakan bebaskan rekan kami yang mana telah 10 hari mendekam dalam sel, (5/10/2019).

Dengan ada nya aksi Solidaritas gabungan perawat Se Lampung, kuasa hukum dari pihak korban, yang telah meninggal dunia, Samsi eka putra,SH.Direktur YLBH Awalindo Kab. Lampung utara, angkat bicara. “iya untuk menanggapi aksi teman-teman dari ikatan perawat Indonesia, yang kemarin sumber aksinya. “kami selaku kuasa hukum dan penasehat hukum dari pihak keluarga korban tentunya mengapresiasi solidaritas tersebut, dan kami bangga artinya terbentuk dari ikatan perawatan demikian begitu tinggi solidaritasnya terhadap aksi kemanusiaan” terhadap nasib sesama perawat, namun dalam hal ini tentunya kami hanya memberikan himbauan jangan berlebihan karena aksi solidaritas itu sah-sah saja tapi harus pada pokok permasalahannya bagi temen-temen yang memang belum paham betul apa sebenarnya yang terjadi, lebih baik jangan terlalu banyak bicara, ujar Samsi.

Apalagi, sampai menghujat membangun opini, karena itu akan menyesatkan kasihan dong kepada saudara temen-temen kita bapak kepolisian yang memproses masalah ini karena kasus ini tidak sekonyong-konyong tiba-tiba dihukum, tidak tiba-tiba langsung diproses gitu ini melalui penyelidikan dan sidik.

Tentunya sepanjang penyelidikan dan sidik ini sudah ada beberapa hal-hal yang disampaikan oleh pihak perusahaan bahkan kami sendiri dari pihak kuasa hukum sudah sempat mengirimkan surat somasi, kepada pihak jumraini dan kami pula sudah sampai koordinasi sama kepala Dinas kesehatan, agar artinya persoalan ini segeralah di selesaikan dengan pihak keluarga berikanlah perhatian kepada pihak korban ini karena korban ini merasa berduka.

Lanjut Samsi, itu karena meninggalnya korban ini tentunya ada sebab salah satu sebab yang paling meyakinkan dari pihak keluarga ini adalah penanganan, kesehatan yang tidak tepat, tidak benar oleh Jumraini, ini namun Jumraini ini sendiri ngotot nah ini yang menjadi persoalan dia bukanya mau menyelesaikan masalah, justru dia kumpulkan teman-teman dari LSM mengumpulkan yang dari wartawan/perss dalam tanda kutip ya, ada temen-temen akrab dia mungkin dukungan secara pribadi bahkan ada preman intimidasi pihak korban, keluarga korban itu bukan hanya sebatas intimidasi terhadap pihak korban tapi kami selaku ph-nya pun itu artinya kami diintervensioleh orang-orang suruhan dari Jumraini.

Ini yang harus dipahami oleh teman-teman artinya Jumraini ini bercerita kronologis itu tidak bohong, “tapi dia tidak mengatakan yang sebenarnya” itu dan jika kita melihat kronologi artinya tindakan praktek di sini yang dilakukan oleh Jumraini ini, menyalahi undang-undang karena dia tidak memiliki izin untuk melakukan praktik mandiri perawat.

memang boleh melakukan praktek itu ketika diminta tolong oleh korban tolong oleh pasien, tapi dalam kondisi gawat darurat nah kalau ini kan artinya dia kena bisul bukan tertusuk paku,

itu sih bisul harus ditangani oleh dokter, apa perawat itu kan, jadi ini yang harus artinya teman-teman menyerap informasi berimbang jangan hanya mendengar bahasa-bahasa informasi yang sifatnya provokatif harus berimbang kalau perlu ya dia bertanya langsung pada sumber nya, papar Samsi.

tentu nya kami selaku kuasa hukum dari keluarga korban, atau dari pihak kepolisian yang meneliti yang memproses kasus ini karena kasus ini diteliti diproses oleh polisi sesuai dengan prosedur, kalau dia tidak prosedural tentunya pada saat keluarga jumraini melakukan pra peradilan beserta dasar hukumnya tentunya praperadilan itu akan diterima oleh pengadilan negeri Kotabumi. tapi nyatanya ditolak artinya proses ini sudah dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan undang-undang itu, jadi kalau kita jangan melihat ini Jumraini ini nolong orang tapi kok dia yang malah susah, nolong orang itu ada ketentuan yang dilindungi oleh undang-undang karena kapasitas dia sebagai perawat kesehatan yang tentunya ada tata cara yang diatur oleh undang-undang tata cara ini syarat yang diatur oleh undang-undang tidak terpenuhi oleh Jumraini ini peralatannya tidak steril ya kan, tempatnya tidak memadai keilmuannya pun sangat terbatas kita ambil contoh sedikit saja Jumraini ini mengatakan bahwasanya dia tidak buka praktek. buktinya ketika polisi melakukan penyelidikan ke rumahnya menemukan alat-alat praktek di rumahnya kenapa menyimpan alat-alat untuk praktek?

kami sendiri sedang melakukan investigasi ke seputaran tempat tinggal jumraini itu banyak yang mengaku pernah berobat sama Jumraini ini artinya dia buka praktek di situ, kami artinya tidak terlalu jauh kalau memang mau buka praktek ya silakan saja lengkapi segala sesuatunya sesuai dengan prosedur undang iya, ini karena permintaan pasien loh di situ kan ada Puskesmas justru harusnya perawat kesehatan itu bisa memberikan penjelasan kalian ke Puskesmas dan begitu karena ini saya belum mempunyai kewenangan untuk ini.

“Ini salah secara undang-undang nah kalau kita bicara kemanusiaan ini hanya kemanusiaan justru harusnya teman-teman itu melihat juga sudut kemanusiaan dari sisi pihak korban, pihak korban ini keluarga miskin miskin Semiskin nya,” iya walaupun dia kenapa dia disarankan oleh Jumraini, ke rumah sakit mereka nggak sanggup nah bukan nggak sanggup bayar rumah sakitnya, biaya operasional mereka membawa ini ke rumah sakit itu sudah tidak ada ini memang keluarga miskin.

Jika ada isu pengacaranya sudah dibayar oh ini karena pengacara mata duitan, itu sampai pada kami tolong teman-teman hati-hati itu nanti menyusahkan diri sendiri karena pihak korban ini adalah orang miskin yang membayar kami siapa ini benar-benar dari sisi kemanusiaan justru kami berpikir dari sisi kemanusiaan ini orang miskin harusnya kita bantu, kenapa pihak jumraini yang menangani kasus ini berawal dari dia-dia menelantarkan begitu saja nengok pun sudah tidak itu kan dari sisi kemanusiaan juga kita harus melihat dari sisi ini ini kan anak satu-satunya laki-laki dari keluarganya Karim. “itu kan meninggal pupus sudah harapan untuk masa depan” ini sisi kemanusiaan yang harus kita lihat dan jumraini ini ketika melakukan tindakan medis itu tidak manusiawi terhadap korban kenapadia melakukan tindakan medis itu di teras rumah, artinya apa mungkin dia merasa jijik, ucap Samsi.

masih kata Samsi, “Apa karena ini orang miskin nggak dipersilahkan nya masuk, padahal ada tempat praktek di dalamnya itu,” itu kan kenapa dia nggak mau masuk karena mungkin dia takut nih pasien ini nggak ada uang ngapain bantu gitu kan, di sisi kemanusiaan yang harus kita lihat juga artinya Jumraini inilah yang mengawali tidak bisa menghargai hak asasi manusia, itu tadi kalau memang dia benar dia ingin membantu tidak begitu caranya dia lakukan tindakan medis semampunya dengan peralatan yang ada di teras dan yang membersihkan luka itu teman-teman itu bukan Jumraini tapi adiknya yang mengantar korban, Jumraini ini hanya mengasih air hangat kalau dia seorang perawat seharusnya dia yang membersihkan tapi ini dia nyuruh adiknya membersihkan itu nah itu artinya ini sudah tidak manusiawi perlakuan tidak manusiawi ini kenapa tidak dilihat dari sisi itu makanya perlu kita informasi yang berimbang jangan hanya mendengar dari satu sisi dan satu pihak

Endingnya tidak mungkin kasus ini bisa diproses secara hukum dan tidak mungkin praperadilan ditolak oleh majelis hakim kalau peristiwa ini tidak benar, kalau peristiwa ini rekayasa dan kami selaku kuasa hukum dalam hal ini kami tidak melaporkan Jumraini ini kami melaporkan peristiwa peristiwa yang patut diduga ada tindak pidananya karena hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia jika mengetahui adanya tindak pidana maka wajib untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib kalau tidak justru yang mengetahui ini yang akan dipidana ke undang-undang yang mengatur begitu jadi kalau proses ini diproses oleh polisi ternyata ditemukan alat bukti yang kuat juga perintah undang-undang tidak ada rekayasa sedikitpun persoalan ini justru cerita ini sudah di bolak-balik nah ini berhati-hati teman-teman, yang menyebarluaskan berita yang menyebarluaskan konten itu ya di grup WA di Facebook hati-hati karena teman-teman kan nggak tahu persis ceritanya jangan sampai nanti justru teman-teman jadi korban bisa jadi kena undang-undang lain akan menyusahkan diri sendiri himbauan ataupun klarifikasi dari kami pihak keluarga yang jelas ini benar-benar dari sisi kemanusiaan proses ini berjalan begitu natural tanpa rekayasa dan proses sebagaimana mestinya kalau memang kalau ada yang masih mengatakan ini dibayar dan sebagainya yang bayar siapa saja dipanggil pihak kepolisian itu polisi yang ngasih dia uang bensin karena dia tidak mungkin dari bumi Agung bisa sampai ke polres memenuhi panggilan polisi karena dia upahan hannya deres karet, nah jadi kalau dianggap pihak kepolisian ini udah ada yang ngeduitinya sekarang itu fitnah besar hati-hati karena saya tahu persis penyidik sendiri itu berapa kali di hadapan saya mengeluarkan uang dari kantong yang ngasih saudara Karim dan anaknya untuk makan untuk bensinnya pulang kerumah itu ya tidak ada kalau soal ini karena uang tapi ini karena memang benar peristiwanya demikian dan memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti, tutup Samsi eka putra, SH (Rama)

News Feed