by

Hutan Lindung Area Sodong Walet Dijarah, Aparatur Terkesan Diam

-Hukam-709 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Garut – selasa 1/10/2019 berdasarkan informasi dari masyarakat,yang merupakan narasumber yang sama pada pers rilis beberapa waktu kebelakang, hari ini rabu 4/10/2019 masih diareal kawasan hutan lindung sodong walet,tepatnya berada diwilayah leuwi kayambang masih sekitar kp. Bantar kadu desa linggamanik kecamatan cikelet, tengah berlangsung kembali kegiatan penebangan liar,(ilegal loging),sebagaimana berita yang sebelumnya sudah dua kali ditayangkan, masyarakat sekitar hutan tersebut merasa agak tenang.

;dikarenakan aparat berwenang sering dilakukan patroli gabungan, baik oleh pihak polhut, asper, kph dan kepolisian sering mengadakan sidak langsung kelokasi – lokasi rawan ilog.

“Namun dikarenakan tidak adanya ketegasan hukum, terhadap para terduga pelaku ilog ini, sehingga terduga para pelaku ini semakin terang terangan melakukan aksinya yakni menjarah kayu-kayu negara ini, diduga ada indikasi konspirasi besar dibalik kegiatan ilog ini ujar narasumber. ;karena terduga para pelaku/ pencuri,alias penjarah hutan kawasan lindung, yang inisialnya pernah disebut dalam pers rilis sebelumnya tidak ada yang ditangkap satupun, apalagi bandar bandarnya, tak ada satupun yang ditangkap, ada apa dengan kepolisian cikelet? Tanya h.manan dalam sambungan telfon selulernya, saat kembali memberikan informasi kepada awak media kpk

“Selanjutnya awak media melakukan konfirmasi terhadap Asper resort cisompet yang bernama iwa lewat chating wa dan tersambung. ” iwa menerangkan mengenai permasalahan yg disampaikan pada kami, sebaiknya kami sarankan awak media bisa langsung berkoordinasi dengan Pak Kapolsek Cikelet atau pak Kanit Reskim polsek cikelet ujar iwa, kerja jajaran Asper itu jawabannya sudah ada di polsek Cikelet ujarnya, dan salah satunya kerja jajaran Asper kerja mencari nafkah untuk keluarga yg maslahat dunia akhirat dan jajaran kami/Asper punya prinsip bekerja tidak ikut campur dapur orang tambah iwa.

“masih kata iwa, kami juga sudah melakukan sesuai prosedur, setelah ada laporan kami bersama jajaran Polhut langsung menuju TKP dan setelah ada pohon2 bekas pencurian kami membuat LA (Huruf A) setelah membuat LA kami langsung koordinasi dg polsek Cikelet, dan dibuatkan LP (Laporan Polisi) untuk tindak lanjutnya pengembangan dan penyelidikan, sudah merupakan kewenangan pihak Kepolisian pungkas iwa.

“Jika asper sudah membuat laporan polisi sudah seharusnya ada progres terkait hasilnya,namun kerena diduga terjadi pembiaran/kongkalikong dengan terduga pelaku kejahatan ilog,maka lagi – lagi, kegiatan perusakan hutan lindung ini terjadi lagi untuk yang kesekian kalinya,kali ini bukan hanya dipinggir sungai, justru penggergajianya terjadi ditengah sungai cipasarangan.

“sangat ironis sekali, sampai berita ini kembali ditayangkan, tidak satupun pelaku kejahatan perambahan kawasan lindung ini ada yang ditangkap. Jelas banyak menimbulkan tanda tanya besar, baik tanda tanya bagi kalangan masyarakat sekitar TKP khususnya, umumnya warga kecamatan cikelet ujar h.manan.

“Masih keterangan h.manan, saya selaku masyarakat sangat berharap kepada pihak pihak yang berwenang, untuk segera mengakhiri penjarahan hutan di area kawasan lindung ini, karena jelas masyarakat yang akan merasakan dampaknya nanti ujarnya, saat ini saja masyarakat sudah sangat merasakan kendala kekurangan air bersih, kolam kering, sumur, dan sungai yang tadinya tidak pernah kekurangan air, sekarang bisa disaksikan sendiri ujarnya, belum lagi masalah yang akan muncul ketika musim penghujan tiba, jika potongan kayu bekas tebangan ini kebawa oleh banjir, saya sangat khawatir akan banyak infra struktur seperti jembatan yang akan rusak, dikarenakan akan terhantam potongan-potongan kayu besar dari areal yang telah dirusak, pungkas hj manan.

“Untuk lebih jelas lagi awak media kpk mencoba menghubungi salah satu kanit polsek cikelet, seperti arahan asper yang bernama iwa, melalui chating wa,awalnya ceklis satu namun akhirnya konfirmasi awak media berwarna biru tanda sudah dibaca,namun sangat disayangkan tidak ada satu jawabanpun yan diberikan kepada awak media, dari anggota/kanit polsek cikelet ini.

“Selanjutnya awak media menghubungi Wakil KPH garut, juga melalui chating Whatsapp dan tersambung, konfirmasi dilakukan melalui chating, Wakil KPH garut ini dengan sangat singkat menjawab, Pokoknya saya sudah petintahkan agar buat LP… kalau ada kejadian lagi akan dicek lagi jawabnya singkat, nada jawaban ini menimbulkan sangat banyak tanda tanya, atau memang ada yang ditutup tutupi,sampai berita ini kembali ditayangkan, pihak polsek cikelet belum melakukan klarifikasi/tidak menggunakan hak jawabnya. Pewarta : Afsor/tim

News Feed