by

Mubes KE III Yayasan Perguruan Islam – Ibnu Rusyd Lampung Utara

KPK | Kotabumi – Acara tersebut dihadiri oleh pendiri yayasan Bpk, Drs. Rusdy .SH. mantan Hakim pengadilan negeri kotabumi, tahun delapan puluhan yang sekarang sudah pensiun namun di angkat kembali menjadi hakim tinggi tipikor di jakarta, (29/9/2019)..

Acara di awali dengan temukangen dewan pendiri dengan pengurus kader dan simpatisan serta aktivis YPI-IR yang di laksanakan di kediaman ketua yayasan Bpk, Drs. Misnan Effendy. MM. Pada hari kamis malam jum’at bakda isya.

“Keesokan harinya dilanjutkan dengan mendengarkan Khutbah juma’t Bpk. Drs.Rasyd.SH di Masjid Raya Ibnurus yang merupakan masjid kebanggaan YPI – IR.” iya menjelaskan, Dimasjid inilah cikal bakal berdirinya yayasan IR atas prakarsa kerja keras bahu membahu dari para tokoh agama alim ulama tokoh masyarakat dan tokoh adat yg di dukung oleh pemerintah daerah serta di seponsori oleh Dewan Dakwah Indonesia (DDI) Jelas nya

Setelah berdiri masjid raya tetsebut maka berdirilah perguruan tinggi ilmu usuludin (SETIU) Yang pada masa itu ada 16 mahasiswa sebagai perintis, dan alhamdulillah 16 orang ini seluruhnya telah menjadi da’i yang terus berdakwah.

di antaranya Ketua Yayasan Ibnu Rusyd Drs. Misnan Effendy.MM. Drs. Zainul Arifin.MP. Drs. Jasrial arif dan masih banyak lainnya yang tersebar di lampung utara bahkan banyak juga yg terus berdakwah di luar Kab. Lampung Utara, papar, Drs. Rusdy .SH

Drs. Misnan Effendy. MM. menjelaskan rangkayan kegiatan yaitu, “Agenda acara pada tanggal 28-9-19 kemarin lanjutan dari rangkayan Mubes ke-III YPI-IR. pada pagi harinya jam 7.00. Wib temu kangen dewan guru dan dosen seluruh lembaga pendidikan YPI-IR.” Mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi serta pesantren darul Qur’an. Bagian dari lembaga YPI-IR yang baru tahun ini berdiri,

Pada pukul. 9.00. Wib. Peresmian gedung Kantor Yayasan yang rencananya akan di bangun menjadi 3 lantai selain utk kantor juga akan dijadikan gedung serbaguna dan akan di jadikan asrama parasantri penghapal qur’an, jelas nya.

Gedung ini baru terbangun lantai dasarnya saja dan sudah bisa di tempati untuk Kantor yayasan, tambah nya. “Gedung ini di bangun dari dana hibah salah satu pendiri juga yg namanya tidak ingin di sebutkan,” dalam penyelesayan gedung ini masih membutuhkan uluran tangan para dermawan yg ingin berinfestasi amal jariahnya utk para penghafal kuran dan kemajuan islam kedepan pada umumnya.

Pada pukul. 9.30.wib. Dilanjutkan rapat terbuka dewan pembina pengurus, pengawas dan perwakilan dari semua lembaga dan masjid yang di hadiri oleh pendiri yayasan. guna membahas evaluasi kinerja pengurus, membahas solusi dan tindak lanjut hambatan program menyusun programkerja tindak lanjud untuk 5 tahun kedepan dan mengusulkan nama – nama calon pengurus serta calon dewan pembina yg menggantikan Almarhum Bpk, Dr. Drs. Azhar ujang salim.MM.

Agenda hari ini 29-9-19 adalah musyawarah dewan pembina untuk menentukan arah dan program kerja hasil rapat terbuka tanggal 28-9-19.
Untuk dibuatkan Surat Keputusan Dwan Pembina yg akan dijadikan acuan legalitas pelaksanaan program YPI-IR 5 tahun mendatang, papar Drs. Misnan Effendy. MM

Ketika di konfirmasi ditempat terpisah Samsi Eka Putar. SH. mengatakan, “Tentang musyawarah besar ketiga yayasan perguruan Islam Ibnu Rusyd Kotabumi,” itu memang agenda tahunan yang dilaksanakan 5 tahun sekali, mengacu kepada undang-undang yayasan yang mana yayasan mengatur bahwasanya kepengurusan itu di angkat kembali atau dipilih kembali dalam jangka waktu 5 tahun.

“Saya selaku panitia yang sekaligus sebagai konsultan hukum yayasan perguruan Ibnu Rusyd Kotabumi ini yang sedang bekerja sama dengan yayasan ini sudah lebih dari 5 tahun yang kita amati, memang ini cukup objektif artinya dalam hal musyawarah besar (Mubes), ini lebih kepada koreksi-koreksi evaluasi lalu mencari solusi bagaimana artinya bisa menyusun program yayasan ini ke depan jauh lebih baik dan mengatasi kendala-kendala apa dalam hal pelaksanaan pelaksanaan program-program yang disusun sebelumnya hambatan-hambatan nya, ujar Samsi.

“Lalu dalam musyawarah ini juga akan dibahas bagaimana solusi pendapat dari masing-masing lembaga hal ini sangat efektif sekali tentunya dalam hal untuk menggali program-program unggulan dalam rangka membina umat, karena dan ini bukan sebagai ajang politik dalam hal perebutan kekuasaan pada lobi-lobi bagaimana bisa menjadi pengurus, bagaimana bisa menjadi ketua yayasan karena ini adalah lembaga sosial tidak ada kepentingan politik tidak ada kepentingan yang tak haus kekuasaan ini hanya sekedar kewenangan untuk mengatur.” karena ini merupakan lembaga sosial agama ma’an yang mengacu kepada hukum Islam artinya di dalam Islam sendiri ini dalam hal berpolitik tentunya sangat dihindari dengan persaingan persaingan yang tidak sehat.

makanya dalam mubes ini sangat kita hindari agar tidak ada login melobi tidak ada atau kondisi yang tidak ada kotak-kotak untuk menjadi pengurus segala sesuatunya kita serahkan kepada pembina dewan pembina lah yang akan menentukan siapa yang akan jadi pengurus, kalau atau aspirasi itu muncul dari bawah menginginkan mungkin ada penilaian tersendiri kepada beberapa orang yang dinilai, mungkin saya pantas untuk dijadikan ketua untuk dijadikan pengurus maka silakan saja diajukan diusulkan kepada pembina tapi keputusan tentunya ini akan dianalisa lebih seksama dengan penuh pertimbangan oleh dewan pembina, tutup Samsi Eka Putra. SH. (Rama)

News Feed